Cupcake's Love

Cupcake's Love
#66



Tiga bulan telah berlalu, Angela menjalani hukumannya di penjara dengan kasus penggelapan pajak, pemalsuan surat-surat penting dan peganiayaan. Hukuman yang dijatuhkan pada Angela cukup berat. Selain penjara selama 10 tahun, Angela juga harus membayar denda sebesar 1,4 milyar. Disisi lain, Denis sedang berbunga-bunga menikmati masa kasmarannya dengan sekertarisnya bernama Isabel.


Ting...


Ponsel Michael berdering, Michael menghentikan pekerjaannya dan melihat notifikasi pada ponselnya.


"Anniversary 🖤"


"Ya Tuhan, aku hampir saja melupakan hari penting ini", gumam Michael.


Michael segera membereskan berkas-berkas pekerjaannya dan memencet tombol pada telpon intercom-nya. Tak berapa lama, pak David masuk ke ruangan Michael.


"Eeee... pak David, aku akan pulang cepat hari ini. Ini berkas yang sudah aku cek, lainnya akan aku lanjutkan besok"


"Baik, pak", jawab pak David sembari mengambil berkas dimeja Michael.


"Oiya, ingatkan aku lagi untuk pemesanan tiket liburanmu. Aku rasa libur sekolah akan berlangsung sebentar lagi, anakmu pasti akan menyukainya"


"Baik, pak. Terimakasih banyak"


Michael mengangguk dan tersenyum. Dia segera memakai jasnya dan berjalan meninggalkan ruangan. Michael melajukan mobilnya menuju supermarket untuk membeli beberapa bahan makanan, ia berencana untuk memasak malam ini.


Sebelumnya, Michael telah menghubungi bibi Rose dan ibunya. Michael meminta Lucy untuk menginap di rumah Lidya dulu karena ia ingin menghabiskan malam ini hanya berdua dengan Sarah. Setelah selesai berbelanja, ia bergegas menuju toko bunga kemudian pulang ke rumah dan mulai memasak.


Hidangan Perancis menjadi pilihan Michael. Dia berniat memasak coq au Vin dan bouillabaisse. Alasannya karena Sarah menyukai hidangan olahan dari daging ayam dan seafood. Berbekal pengalaman memasak sebelumnya saat Leona masih ada dan bantuan tutorial dari video internet, Michael mulai berkutat dengan pekerjaan yang sudah lama tidak ia lakukan.


Terlebih, hari ini dia juga berencana membuat cupcake. Meskipun rasanya akan jauh kalah enak dengan buatan istrinya, namun ia tetap bertekad untuk membuatnya. Michael tidak ingin terlalu bereksplorasi, ia hanya akan membuat cupcake dengan kombinasi coklat cake dan frosting peanut butter. Basic cake namun merupakan pekerjaan berat bagi Michael yang sama sekali belum pernah membuat kue.


Saat selesai dengan masakan Perancisnya, Michael mengambil ponselnya untuk menelpon Sarah.


"Kau sibuk, sayang?", tanya Michael.


"Iya, hari ini ada banyak pesanan cupcake untuk acara ulang tahun. Apa hari ini kamu akan lembur lagi?"


"Hmmm... sepertinya begitu. Kamu akan langsung pulang ke rumah kan?"


"Iyalah, badanku sangat pegal sayang"


"Hahahaha... aku akan memijitmu nanti malam. Aku sudahi dulu telponnya ya, aku masih banyak kerjaan"


"Oke sayang, bye..."


Michael dan Sarah segera melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. Michael mulai membereskan meja makan dan menyusun bunga yang ia beli tadi. Lili putih, bunga kesukaan Sarah yang ternyata sama dengan Leona. Michael juga menaruh kado anniversary-nya di meja makan. Ia melanjutkan menghias cupcake buatannya yang cukup bagus bagi seorang pemula, hiasan frosting peanut butter yang tidak begitu rapi karena tangannya begitu kaku saat menyemprotkan frostingnya.


"Dia pasti akan memakluminya", gumamnya sambil menahan tawa memperhatikan cupcake buatannya.


Ia kemudian bergegas untuk mandi, karena sebentar lagi Sarah pasti akan sampai di rumah.


"Kenapa sepi banget", gumam Sarah saat memasuki halaman rumahnya. "Katanya lembur, kok mobilnya ada di rumah?", sambungnya setelah melihat mobil Michael terparkir di garasi.


Ia kemudian turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah.


"Sayang...", ucap Sarah saat membuka pintu rumah.


Michael yang berada di dapur segera menyambut Sarah dengan senyum lebarnya dan memeluk istrinya.


"Katanya mau lembur, kok udah di rumah?", tanya Sarah saat melepaskan pelukan Michael.


"Iya, lemburnya di rumah hehehehe..."


"Kok sepi banget? Lucy kemana?"


"Lucy... nginep di rumah mama"


"Kenapa? Kok tiba-tiba?"


Sarah mengernyitkan dahinya. Michael segera menggandeng tangan Sarah dan mengajaknya ke meja makan. Sarah takjub dengan suasana ruang makan yang telah berubah menjadi tempat dinner romantis. Nyala lilin dan bunga yang menghiasi setiap sudut ruangan menambah kesan romantis.


"Sayang, ada acara apa?", tanya Sarah dengan menatap Michael.


Michael terkejut kecewa dengan pertanyaan istrinya. "Kamu lupa?"


"Lupa? Eee... apa... kita ada janji dinner malam ini?"


Michael mengusap wajahnya dan memasang ekspresi kesal pada wajahnya.


"Sayang, maaf. Tapi aku beneran lupa hari ini ada acara apa, mungkin karena aku terlalu sibuk di toko. Aku benar-benar minta maaf", ucap Sarah sambil memeluk Michael dan mendongakkan kepalanya menatap Michael.


Michael membalas pelukan Sarah.


"Aku pikir wanita akan selalu ingat setiap detilnya, sayang. Tapi ternyata istriku ini lebih mengingat detil resep kuenya daripada tanggal pernikahannya sendiri", jawab Michael lalu mengecup kening Sarah.


Sarah melepaskan pelukannya. "Ya Tuhaaannn... maaf sayang, aku benar-benar lupa. Aku kayaknya lupa pasang reminder diponselku"


"Aku maafkan untuk tahun ini, untuk tahun selanjutnya kamu harus selalu mengingatnya. Jika tidak, aku akan menutup tokomu agar perhatianmu cuma untukku dan Lucy", canda Michael.


"Hahahaha... baiklah, sayang"


Michael menuntun Sarah untuk duduk di meja makan dan menunjukkan hasil karyanya di dapur sore ini.


"Aku masak coq au vin dan bouillabaisse, sebenernya... aku udah lama banget ga masak. Tapi menurutku ini enak hehehehe..."


"Lalu ini?", tanya Sarah sambil menunjuk cupcake buatan Michael. "Kenapa tidak memperkenalkannya padaku?", imbuh Sarah.


Michael menggaruk kepalanya. "Eee... itu... aku coba bikin cupcake. Mungkin untuk rasa dan bentuknya kalah jauh dari yang biasa kamu bikin"


"Kenapa tiba-tiba bikin kue?"


Michael meraih tangan Sarah yang ada dihadapannya dan menggenggamnya.


"Kita bisa bertemu, menikah dan bahagia sampai sekarang karena cupcake. Cupcake untuk ulang tahun tahunku, ulang tahun Lucy, pernikahan kita, bahkan kita berbaikan dengan cupcake luar biasa yang kamu buat di hari ulang tahunku kemarin. Aku pikir... cupcake selalu jadi penyatu kita, sayang"


"Aku bahkan tidak pernah menyangka akan sebegitu pentingnya arti kue ini bagi kita"


"Ahhh... ini, bukalah", ucap Michael sambil menyerahkan sebuah kotak merah berpita emas.


Sarah membukanya, ternyata berisi lembar reservasi pemesanan pesawat ke Santorini.


"Kita... akan ke Santorini lagi?", tanya Sarah.


Michael mengangguk. "Kita akan berbulan madu disana. Aku ingin mengulang honeymoon disana karena yang dulu... kita tidak melakukannya dengan baik. Kita hanya jalan-jalan saja menikmati pemandangan disana"


"Kamu menciumku, sayang. Apa kau lupa?", goda Sarah.


"Hahahaha... itu kan cuma sekali. Aku ingin mengulangnya layaknya kita pengantin baru, tidak perlu melulu jalan-jalan karena kita udah pernah kesana sebelumnya. Kita istirahat aja di hotel, kita harus benar-benar harus melupakan pekerjaan kita sejenak dan..."


"Dan apa?", tanya Sarah penasaran.


"Dan... kita bisa mulai untuk program adik Lucy disana", Michael menggoda balik Sarah.


"Hahahaha... baiklah, ayo kita honeymoon lagi"


"Terimakasih untuk segala pengorbananmu ditahun pertama pernikahan ini, untuk seterusnya... akulah yang akan berkorban untukmu, Lucy dan keluarga kita", ucap Michael.


Dan mereka pun mulai makan malam dengan masakan Michael yang begitu lezat. Begitu juga dengan rasa cupcakenya yang tak kalah enaknya dengan buatan Sarah.


Tahun pertama pernikahan yang penuh liku-liku bagi Michael dan Sarah. Menikah tanpa adanya rasa cinta, namun akhirnya mereka saling mencintai karena terlalu seringnya mereka bersama dan saling membutuhkan. Sarah bahkan harus mengorbankan jiwa dan raganya ditahun pertama ini. Diculik hingga berujung koma, bahkan mereka harus rela kehilangan janin yang tengah dikandung Sarah. Belum lagi godaan wanita lain yang begitu menginginkan suaminya.


Sarah telah berjuang untuk mempertahankan Michael dan rumah tangganya, hingga rela mengorbankan jiwa dan raganya. Karena bagi Sarah, tahun pertama pernikahan sangatlah menentukan untuk kelangsungan rumah tangganya. Bukan hanya untuk beradaptasi dengan suami dan keluarga barunya, namun juga belajar untuk menghadapi masalah rumah tangga yang mungkin akan kembali terjadi ditahun-tahun berikutnya.