
Dua hari berlalu sejak acara berkumpul di rumah Michael, Sarah meminta Michael untuk kembali bekerja di kantor. Sementara Sarah menyibukkan dirinya di rumah dengan membaca buku-buku milik Leona. Kegiatan itu cukup membantunya menghilangkan rasa bosannya yang harus berdiam diri di rumah untuk masa penyembuhannya.
Tok... tok...
Pak David mengetuk pintu ruangan Michael dan menghampiri Michael yang sedang memeriksa dokumen.
"Ian Clark ada disini, pak. Beliau memaksa untuk bertemu dengan bapak", kata pak David.
Michael menutup dokumennya dan menghela nafasnya. "Suruh saja dia masuk", ucap Michael dengan nada kesal.
"Baik, pak", pak David segera keluar ruangan dan tak berapa lama ayah Denis masuk ke dalam ruangan.
"Duduklah", ketus Michael.
"Terimakasih banyak karena akhirnya mau menemuiku", ucap Ian.
"Tidak perlu berbasa-basi. Langsung ke intinya saja, aku banyak pekerjaan"
"Kau pasti sudah tahu maksud kedatanganku kesini, sebelumnya aku juga telah mengontak pak David. Kondisi perusahaanku sempat kacau dengan kabar kejahatan yang dilakukan Denis, mereka tidak menyangka Denis akan sampai berani melakukan hal tersebut. Dengan segala kerendahan hati, aku memintamu untuk mencabut berkas Denis dan mengeluarkannya dari penjara", jelas Ian.
Michael tersenyum sinis. "Kenapa aku harus melakukannya? Dia memang pantas menerima itu kan?"
"Kumohon, Michael. Akan kupastikan masalah ini aku selesaikan dengan baik, aku berencana mengirimnya kembali ke Belanda untuk menangani proyek disana. Jadi kau dan istrimu tidak akan terganggu lagi oleh Denis"
Michael menatap tajam Ian. "Aku lihat kau hanya mementingkan MGM Grand daripada korban perbuatan Denis. Apa kau tahu istriku bertaruh nyawa karena ulahnya? Apa kau tahu kami harus kehilangan bayi yang sedang dikandung istriku karena perbuatannya?", nada bicara Michael mulai meninggi.
"Aku... sungguh meminta maaf atas kejadian itu, Michael. Denis benar-benar keterlaluan telah melakukannya, dia memang pantas dipenjara. Tapi kumohon sekali ini saja, nantinya akan kupastikan dia tak lagi berulah. Dan aku juga akan membayar kompensasinya untuk kalian"
"Kau pikir aku membutuhkan uang darimu? Aku hanya menginginkan Denis mati dan menghilang selamanya dari dunia ini, jika bukan karena istriku yang begitu mempedulikannya, dia mungkin sudah mati sejak lama. Oiya, kenapa kau jadi memperhatikannya sekarang? Istriku bilang Denis selalu ga dianggap dari dulu"
Ian tersenyum. "Baiklah, Michael. Biar kuluruskan masalah ini denganmu. Denis adalah anak istriku dengan pria selingkuhannya, harus kau ketahui dokter mengatakan aku tidak bisa memiliki anak karena aku mengidap varikokel. Setelah Denis lahir, istriku mulai gila harta dan memplot semua kekayaanku untuk Denis. Hubungan kita sempat merenggang, karena aku merasa tidak berhak menerimanya. Karena itulah selama ini aku selalu tidak menganggapnya. Meskipun aku tahu pertumbuhannya dari bayi, tapi aku sulit menerimanya sebagai anakku. Tapi aku tetap butuh penerus perusahaan, aku... memang sangat ingin mengandalkannya"
"Cerita keluarga yang rumit nampaknya mempengaruhi hidupnya. Dengar, dari awal aku sama sekali tidak pernah memiliki niatan untuk mengeluarkannya dari penjara. Hingga istriku meminta untuk mencabut laporannya karena merasa iba padanya. Istriku terlalu baik untuk memiliki teman yang tidak tahu terimakasih seperti Denis"
"Aku sungguh meminta maaf padamu, Mic. Aku juga ingin bertemu istrimu untuk meminta maaf secara langsung"
"Ohh... aku rasa itu tidak perlu, ga ada manfaatnya juga untuk kesembuhannya. Akan kuminta pak David untuk mengurus pembebasan Denis, dan kau bisa pergi sekarang", ucap Michael sambil beranjak daro sofa menuju meja kerjanya.
"Terimakasih banyak, Michael. Aku berhutang banyak padamu atas kejadian ini", kata Ian dan meninggalkan ruangan Michael.
Michael segera menghubungi pak David untuk mencabut laporannya agar Denis bebas dari penjara. Michael juga menghubungi Sarah untuk memberitahukan hal ini.
"Kamu sedang apa, sayang?", tanya Michael.
"Aku... lagi nonton tv, kepalaku agak pusing karena kelamaan baca buku Leona"
"Jangan terlalu dipaksakan. Kalo kamu bosan dan pengen jalan-jalan, telpon aja. Nanti aku ajak kamu jalan-jalan"
"Eeee... enggak kok, aku ga merasa bosen. Ada apa? Tumben menghubungiku jam segini, apa kau tidak sedang sibuk?"
"Barusan Ian Clark datang ke kantor", ucap Michael yang membuat Sarah terdiam beberapa saat. "Aku udah mencabut laporan pembebasannya, sesuai keinginanmu", imbuh Michael.
"Aku melakukannya karena kamu yang minta, aku sama sekali tidak menginginkan hal ini terjadi"
"Sayang, ini mungkin ga menguntungkan bagi kita. Tapi setidaknya, kita... memberikan Denis kesempatan untuk merubah langkah hidupnya dimasa depan"
"Tapi ini ga gratis, kamu... kamu harus membayarnya untukku", kata Michael.
"Membayar apa?", Sarah penasaran.
"Aku akan ada meeting dengan The Edgewater selama beberapa hari, aku ingin kau ikut denganku"
"Terus, Lucy gimana?"
"Kita bisa minta tolong mama, lagian kan kita juga harus pergi honeymoon lagi", goda Michael.
Sarah tertawa. "Baiklah, aku akan terus mengikutimu kemana pun kau pergi. Terimakasih banyak telah mencabut laporan Denis"
"Udahlah, jangan bahas itu lagi. Aku lagi banyak kerjaan, nanti ku telpon lagi ya. Love you!"
"Love you too, sayang", kata Sarah mengakhiri telpon dari Michael.
***
Denis keluar dari penjara, Ian Clark telah menunggunya dimobil. Denis masuk ke dalam mobil dan mobil mulai melaju menuju rumah Ian.
"Aku udah ngurus segala persiapanmu ke Belanda, kau akan berangkat dua hari lagi", kata Ian Clark tanpa memandangi Denis.
Denis hanya melihat keluar jendela mobil tanpa menghiraukan perkataan Ian.
"Selama ini aku memberimu banyak fasilitas, kau juga bisa menggunakan uangku semaumu. Kenapa kau malah mengejar istri orang? Sungguh memalukan!", sindir Ian.
Denis tetap tidak menghiraukan perkataan ayahnya. Denis hanya mengerutkan dahinya tanda tidak menyukai perkataan ayahnya.
"Kau... memang sama seperti ayahmu, mengejar istri orang hanya untuk kesenanganmu sendiri. Kau tidak memikirkan perasaan orang-orang disekitarnya"
"Tutup mulutmu jika kau tidak tahu yang sebenarnya", ucap Denis.
"Kau menyindirku? Justru kau yang tidak tau bagaimana cerita sebenarnya, bocah! Aku berjanji pada Michael untuk mengurus masalah ini, sebaiknya kau enyah dari kehidupan mereka. Sikapmu itu sungguh memalukan"
"Aku udah dewasa, kau ga perlu repot-repot ngurusin kehidupanku", ketus Denis.
Ian tertawa sinis. "Aku juga akan mengurus masalah penjualan rumahmu yang di Saint Luis St, kau cukup tinggal di Playa Vista"
"Sudah ku bilang ga usah ikut campur masalahku", suara Denis makin meninggi.
Ia menatap tajam Denis. "Terserah kau saja, aku berhak mengaturnya. Karena uang yang mengalir padamu, semuanya bersumber dariku. Cukup lakukan pekerjaan yang berguna bagi sekitarmu, aku tidak akan menuntutmu perkara urusan pribadimu. Mau menikah atau tidak itu urusanmu, asal jangan ganggu istri orang lagi!"
Denis mengepalkan tangannya untuk menahan amarahnya. Ian Clark tersenyum sinis ke arah Denis seperti tanda kemenangan akan perdebatannya dengan Denis.