
Sore itu, Michael pulang awal dan menjemput Sarah di toko. Michael mendatangi Sarah yang masih sibuk di dapur toko.
"Masih sibuk?", tanya Michael.
"Ehh... udah pulang?", ucap Sarah sambil melihat jam dinding. "Ini baru jam 5 loh, sayang", imbuh Sarah.
"Iya, cuma mau pulang lebih awal aja"
"Tunggu sebentar ya, kurang 1 loyang cupcake yang belum dihias. Kuenya mau diambil jam 6 nanti", kata Sarah.
Michael memperhatikan Sarah yg sedang sibuk memberi frosting pada cupcake.
"Mau kemana kita?", tanya Sarah saat sedang dalam perjalanan.
"Hmm... Eiffel Tower", jawab Michael.
"Kita makan malam di luar? Lucy gimana?"
"Lucy di rumah mama, sampai hari minggu besok"
"Kenapa?"
"Karena liburan besok kita mungkin akan pergi, jadi mama minta Lucy nginep disana dulu"
"Trus kita ga nyusul ke rumah mama?"
"Emm... ga usah. Kita di rumah aja berdua"
"Kenapa kita ga nyusul Lucy?"
Michael menggenggam tangan Sarah dan menciumnya. "Kita bisa bulan madu di rumah. Mau melakukannya dimana? Kamar mandi? Dapur?", goda Michael.
"Kamu bicara apaan sih?", ucap Sarah tersipu malu.
Sesampainya di restoran, Michael dan Sarah menuju meja yg telah dipesan.
"Kamu makan apa?", tanya Michael.
"Grand seafood platter sama beef wellington"
"Waahhh... kau kelaparan?", canda Michael.
"Kau kan tahu seharian aku sibuk di toko"
Michael tersenyum. "Saya pesan grand seafood platter dan bone-in ribeye"
"Memang minggu depan kita akan pergi kemana?", tanya Sarah.
"Aku ada jadwal kosong dari hari Kamis, terserah kau dan Lucy mau kemana"
"Nanti kita harus tanyain Lucy dulu"
***
Malam ini, Michael dan Sarah pulang ke rumah orangtua Michael.
"Aku kira kalian akan tetap di rumah", kata Lidya yang sedang menonton TV dengan Eddy.
"Sarah minta nyusul kesini", jawab Michael.
"Aahhh... kau ini. Seharusnya di rumah saja, kan kan bisa..."
"Sudah, jangan kau bahas itu lagi. Itu akan membuat Sarah menjadi tertekan", ucap Eddy memotong perkataan Lidya.
Lidya menghela nafasnya. "Cepat beristirahatlah, kalian harus punya banyak waktu istirahat", kata Lidya.
Sarah dan Michael segera menuju ke kamar Michael. Ini adalah pertama kalinya Sarah menginap di rumah orangtua Michael. Sarah melihat setiap sudut kamar Michael yang baru ia lihat.
"Cepat mandi dan ganti bajumu", kata Michael.
"Sayang, kita kan ga bawa baju ganti", jawab Sarah.
"Hmm... kalo gitu pakai bajuku saja ya agak kecil"
"Baju Leona enggak ada?"
"Enggaklah, aku ga menyimpannya sama sekali", jawab Michael sambil memilih baju. "Kau pakai yg ini", imbuh Michael sambil menyodorkan kaos dan celana pendek.
"Sepertinya aku harus menyimpan baju di rumah mama. Aku akan terlihat seperti orang-orangan sawah dengan bajumu ini", gumam Sarah sambil berjalan menuju kamar mandi.
Sarah segera mandi dan berganti baju. "Bagaimana nasib pakaian dalamku?", gumam Sarah dalam hati.
Sarah memutuskan untuk mencucinya dengan sabun mandi. Setelah mencucinya, dia keluar kamar mandi dengan membawa pakaian dalam yang telah ia cuci dengan disembunyikan di handuk. "Sayang, cepat mandi", kata Sarah.
Setelah Michael masuk ke kamar mandi, Sarah segera mengambil hair dryer dan mulai mengeringkan pakaian dalamnya. "Aduuhhh... kenapa susah keringnya?", ucap Sarah kebingungan.
Sarah masih berusaha mengeringkan pakaian dalamnya, hingga tidak menyadari bahwa Michael sudah keluar dari kamar mandi.
"Kau sedang apa?", tanya Michael mengagetkan Sarah.
"Aahhh... kau mengagetkanku!", seru Sarah.
"Ada apa dengan pakaian dalammu?"
Michael tertawa. "Berarti sekarang kamu ga pakai pakaian dalam?", goda Michael.
"Apa yang kau pikirkan? Kenapa senyum-senyum ga jelas gitu?"
Michael mencabut colokan hair dryer dan menaruh pakaian dalam yg dipegang Sarah. Michael mendorong Sarah ke arah almari dan memojokkannya.
"Sayaaaang... apa yang kamu lakukan?"
"Ssstttt... jangan berteriak", ucap Michael sambil membungkam mulut Sarah. "Kau mau menggodaku?", tanya Michael.
"Siapa yang menggodamu? Kepedean sekali"
"Trus kenapa ga pakai pakaian dalam?"
"Aku sudah memakainya seharian, bagaimana bisa aku memakainya sampai besok?"
Michael tersenyum. "Tapi aku suka. Ini lebih memudahkanku", ucap Michael sambil menelusupkan tangannya kedalam kaos yang dikenakan Sarah.
"Kau mulai lagi", kata Sarah sambil melingkarkan tangannya pada leher Sarah.
Pasangan suami istri ini memulai aktifitas intim mereka. Sarah menahan erangannya dengan mencengkeram sprei agar tidak terdengar oleh orangtua Michael yang berada di kamar sebelah. Namun suara yang keluar justru membuat Michael semakin bergairah.
***
Paginya, Sarah terbangun lebih dulu. Dia segera memakai baju Michael dan menghampiri meja rias untuk melihat pakaian dalamnya. "Ahhh... hampir kering", ucap Sarah sambil menyalakan hair dryer dan kembali mengeringkannya.
Michael terbangun, dia memakai celana pendeknya dan berjalan menghampiri Sarah. Michael memeluk tubuh Sarah dari belakang dan membuat Sarah kaget.
"Iihhh... kau selalu mengagetkanku!", seru Sarah.
Michael hanya tersenyum.
"Kenapa ga pakai baju, apa ga dingin?", tanya Sarah sambil tetap fokus mengeringkan pakaian dalamnya.
Michael menggeleng. "Kau menghangatkanku", jawab Michael sambil melepas pelukannya dan membalikkan badan Sarah. Sarah menatap Michael dengan malu.
"Masih pagi udah ngegombal", kata Sarah sambil mematikan hair dryer-nya. "Ayo cepat mandi, sebentar lagi waktunya sarapan", imbuh Sarah sambil berjalan ke kamar mandi.
Michael menoleh ke arah Sarah. "Kau mengajakku mandi bersama?", goda Michael yang berlari kecil mengikuti Sarah masuk ke kamar mandi.
Sarah dan Michael bergabung di meja makan. Kedua orangtuanya dan Lucy sudah menunggu di meja makan.
"Setelah makan, kalian pulanglah. Lucy biar disini sampai hari Minggu", kata Lidya.
"Mama ngusir kita?", canda Michael.
Lidya melirik ke arah Michael. "Minggu depan kalian akan kemana?", tanya Lidya.
"Belum tahu, ma. Kita belum tanya Lucy, aku baru ada jadwal kosong hari Kamis", jawab Michael.
"Lalu?", ucap Lidya.
"Lucy akan ikut Sarah ke toko dulu, ma", jawab Sarah.
"Yeaayyy... aku bisa main setiap hari ke toko mama", seru Lucy kegirangan.
"Jangan pergi ke tempat yang ada lokasi proyek perusahaan. Kau pergi kesana untuk berlibur, bukan bekerja", kata Eddy.
"Aku tahu, pa", jawab Michael.
Selesai sarapan, Michael kembali ke kamar. Sementara Sarah menemani Lucy dan Lidya di taman untuk menyiram bunga. Ponsel Sarah berdering, Michael mendekat dan melihat ke layar ponsel dan mengangkatnya.
"Ada perlu apa?", ketus Denis.
"Kenapa kau yang mengangkat? Ini kan ponsel Sarah", jawab Denis.
"Aku suaminya, kau kenapa menelponnya?", ucap Michael kesal.
"Apa urusanmu menanyakan hal itu? Kau ingin tahu urusan orang saja", sindir Denis.
Sarah yang diam-diam masuk ke kamar langsung memeluk Michael dan mengambil ponselnya.
"Ada apa, Den?", tanya Sarah sambil memeluk Michael.
"Suamimu menyebalkan sekali, kenapa seenaknya angkat telpon?", jawab Denis kesal.
Sarah tertawa. "Udah, cepetan bilang ada perlu apa. Aku lagi sibuk sama Michael"
"Sibuk apa?"
"Kau ini banyak tanya deh. Udah ya, aku lagi sibuk", kata Sarah mengakhiri telpon dari Denis.
Sarah yang masih memeluk Michael, menatap Michael dengan tersenyum.
"Kau sibuk apa denganku?", kata Michael sambil mengeratkan pelukannya.
Sarah hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Kita lanjut di rumah aja, disini banyak orang", bisik Michael.