Crazy Boss

Crazy Boss
Rayuan Tania



Tania memang sangat pandai sekali membuat lelaki bertekuk lutut dengan sikap manjanya yang menggoda termasuk Rendra. Pesona kecantikan dengan kemesraan yang Tania berikan membuat Rendra tidak mampu menolak keinginan gadis cantik itu.


"Sayanng, aku mencintaimu dan teramat sangat mencintaimu. Sungguh, rasanya malam ini aku ingin sekali ditemani olehmu," ucap Tania berbisik di telinga Rendra.


"Apakah kamu menggodaku, Tania?"


Suara nafas Rendra menjadi cepat dan rasanya ia sudah tidak sanggup untuk menatap mata gadis cantik yang terlihat sangat menggoda itu. Seperti kucing yang mendapatkan ikan untuk ia makan dengan segera.


"Sayang, apakah tidak boleh seorang kekasih merindukan kekasihnya?" ucap Tania lagi dengan manja.


"Dimana rumahmu, Sayang?"


Akhirnya Rendra terperangkap dalam jebakan cinta Tania, cinta yang menggelora di dada keduanya, hingga mereka merasa kalau dunia adalah milik mereka berdua.


"Sayang, apakah kamu benaran ingin menemaniku malam ini?" goda Tania lagi.


Rendra langsung manarik tangan Tania dan membawa gadis cantik itu ke dalam pelukannya. Rendra ingin melakukan apapun kepada gadis cantik itu sekarang juga tanpa menunggu lama, namun Tania menarik ulur lelaki tampan itu, hingga Rendra semakin tertarik dan penasaran dengan Tania. Ya, Tania memakai trik jinak-jinak merpati, terlihat mudah namun ternyata susah didapatkan.


"Sayang, katanya rindu, kenapa kamu menolakku?"


Ada rasa tidak suka di hati Rendra, ketika apa yang ia inginkan tidak didapatkannya.


"Kita baru saja melakukannya, Mas. Aku ingin pulang dulu sekarang," ungkap Tania sembari menjauhkan wajahnya dari Rendra.


"Kamu tinggal dengan siapa? Bukankah kamu mengatakan kalau kamu adalah milikku seutuhnya?"


Seorang lelaki yang berambisi tinggi seperti Rendra tentu saja tidak suka ketika ia di tolak.


"Aku tinggal sendirian!"


Bisikan mesra Tania membuat Rendra melambung ke udara, hingga lupa kalau ia telah berjanji kepada ibunya dan Amira.


Wanita!


Ya, ternyata wanita berhasil membuat Rendra lupa dengan segalanya. Rendra melajukan mobilnya dengan cepat menuju apartemen Tania dengan sejuta gejolak di dadanya yang ia bawa bersamanya.


Rendra menjadi berubah, ia hilang arah dan ia mulai tergoda dengan wanita yang baru saja ia kenal beberapa jam yang lalu. Bahkan tubuhnya merasakan hasrat yang selama ini tidak pernah ia rasakan sebelumnya.


Akhirnya, malam berganti pagi dan kini Rendra dan masih berada di rumah Tania. Mereka berdua terlihat seperti pasangan pengantin baru yang sedang berbulan madu dengan bunga-bunga cinta yang menggelora.


"Sayang, terima kasih banyak karena kamu telah menemaniku malam ini," ucap Tania lembut dalam pelukan Rendra.


"Harusnya aku yang berterima kasih karena kamu telah menghiburku yang sedang bersedih karena kehilangan ayahku," balas Rendra sembari mencium kening Tania.


Rendra kini merasa kalau Tania adalah wanita yang sangat cantik yang bisa memberikan kebahagiaan untuknya, wanita yang menghiburnya kala ia bersedih dan wanita yang membuat ia merasakan kebahagiaan yang selama ini tidak pernah didapatkannya dari wanita manapun.


Rendra tidak henti-hentinya mencium kening Tania seolah gadis itu adalah orang yang teramat sangat dicintai dan disayanginya sejak lama.


"Sayang, apakah kamu mencintaiku, Mas?"


"Tentu saja! Bagaimana mungkin aku tidak mencintai gadis secantik dan sesempurna kamu."


Rendra bersikap berbeda, bahkan ia bersikap liar dengan jiwa lelaki buaya yang selama ini tidak pernah nampak pada dirinya.


Gombalan-gombalan yang keluar dari lisan Rendra juga terdengar nakal, namun disukai oleh Tania.


namun, tiba-tiba Rendra teringat dengan ponselnya. Ia sangat tahu kalau Amira pasti telah mengirimkan banyak pesan untuknya bahkan gadis itu pasti tidak akan tidur semalaman ketika Rendra tidak menghubunginya.


'Buk Bos, maaf, maafkan aku untuk saat ini.'


"Sayang, apa yang kamu pikirkan?"


Tania tidak memberikan celah kepada Rendra untuk memikirkan orang lain selain dirinya, karena Tania ingin cinta dan ksih sayang Rendra diberikan untuknya.


"Mas memikirkan bagaimana cara membahagiakanmu," gombal Rendra sembari mencubit hidung Tania yang mancung.


"Mas, datanglah saat aku memintamu datang dan temanilah aku saat aku kesepian, itu sudah membuatku merasa teramat sangat bahagia."


Tania melingkatkan kedua tangannya di tubuh Rendra dengan sangat erat, seolah ia tidak ingin melepaskannya.


"Sayang, kenapa kamu bisa semanis ini? Aku menyesal terlalu lama mengenalmu."


Kini giliran Rendra yang bersikap manja kepada Tania, berharap wanita cantik itu akan terus memanjakan dan membelainya dengan cinta dan kasih sayang yang teramat sangat.


"Mas, jangan pulang ya!"


Tania seperti tidak ingin berpisah dari Rendra, padahal mereka telah bersama sejak kemarin.


"Sayang, Mas harus menemui Ibu dan Mas tidak ingin membuat Ibu kecewa karena sikap Mas."


"Tapi, Mas mengatakan kalau Mas akan membahagiakanku dan mengabulkan apapun keinginanku?"


"Bukankah kita telah bersama sejak kemarin?"


"Iya, tapi aku tidak ingin jauh-jauh dari Mas!"


"Sayang, Mas janji setelah pulang dari kampung Mas akan langsung menemuimu."


"Tidak mau, aku ingin Mas tetap ada disini atau ajak aku menemui Ibu!"


Tania terus merengek dan bersitegang dengan Rendra kalau ia ingin Verrel tetap berada di sampingnya. Namun, sebagaimanapun keinginan Tania untuk permintaan ikut ke kampung tidak bisa Rendra kabulkan. Bagaimanapun juga Rendra memiliki satu hati yang sedang dijaganya dan ia juga tidak ingin terlihat buruk dimata ibunya dan Amira.


"Sayang, Mas janji akan menginap disini dua hari setelah pulang dari kampung."


Sebuah penawaran yang diberikan oleh Rendra agar Tania mau melepaskannya akhirnya disetujui, tapi dengan satu syarat, Rendra harus mengabarkan Tania setiap waktu dan tidak boleh memikirkan wanita lain selain dirinya.


"Sayang, bukankah kamu telah memiliki Mas seutuhnya? Lantas apa yang kamu khawatirkan?"


"Aku takut hanya memiliki tubuh Mas saja bukan hati Mas," ungkap Tania yang memang benar adanya.


Selama ini Rendra telah menjaga dirinya untuk tidak berhubungan dan menjalin hubungan dengan wanita manapun selain Amira, namun Tania membuat Rendra mematahkan prinsip itu hingga berhubungan melebihi batasan dan norma agama.


"Kamu tidak perlu meragukan itu, mana ada lelaki yang akan mengkhianati wanita secantik kamu, Sayang."


Ya, entah apa yang membuat Rendra bersikap seperti buaya yang suka sekali menggombal, namun inilah yang terjadi kalau Rendra menjadi lelaki yang sangat berbeda.


"Sayang, aku hanya takut kamu meninggalkanku."


"Sudahlah, Tania, bersiaplah, aku akan memasak sarapan untuk kita."


"Serius kamu ingin memasak untukku, Mas?"


"Tentu saja, Mas akan memasak untuk wanita yang sangat Mas cintai dan ini kali pertama Mas memasak untuk seorang wanita."


Rendra kini juga sudah mulai berbohong, padahal ia teramat sangat sering memasak untuk Amira.


"Sayang, apakah kamu mau menikah denganku?" tanya Tania yang kini memeluk Rendra dari belakang, seolah tidak ingin Rendra pergi darinya walau hanya sedetik saja.