CEO Is My Mom

CEO Is My Mom
99



"Pa..mama penasaran deh siapa penjahat itu" (Mama Al)


"Ahh..kenapa mama harus penasaran sama penjahat itu..gak ada gunanya, lebih baik kita doakan supaya penjahat itu cepat mendapatkan hukumannya" (Papa Al)


"Hmm..benar juga apa yang dikatakan papa, tapi kan pa..tetap saja mama penasaran, dengan latar belakang sang penjahat itu, kan siapa tau saja dia mempunyai keluarga yang siapa tau juga keluarganya juga sejahat dia, dan kalau perlu keluarganya juga sekalian dihukum, kan biar nanti gak bikin resah warga dunia" (Mama Al)


"Sudahlah mah, kita tidak usah memusingkan hal itu, belum tentu keluarga sang penjahat tahu bahwa dia berprofesi sebagai penjahat..lebih baik kita menjadi penonton setia" (Papa Al)


mama Al pun mengangguk, dan seketika dia teringat sesuatu


"Pa..hmm.." (Mama Al)


"Apa ma?" (Papa Al)


"Kenapa mama tiba2 kangen sama anak Al kita itu ya...dan apa papa gak sadar dia sudah pergi meninggalkan kita sudah 3 bulan lamanya dan sampai detik ini pun dia belum memberikan kabar ke kita, Hmm pa..mama khawatir dan juga takut apabila dia kenapa-napa" (ucap mama Al sendu)


Papa al yang mendengarkan pernyataan sang istri tiba2 merasa kesal dan dia juga langsung teringat akan hal yang tidak menyenangkan yang sudah diakbatkan oleh Al


"Ma..kenapa mama harus mengkhawatirkan anak yang tidak tau terima kasih itu?? apa mama gak sadar gara2 dia perusahaan papa yang sudah papa rintis dari zaman muda dalam hitungan jam bisa langsung gulung tikar, dan papa gak suka apabila mama masih saja mengkhawatirkan anak itu" (Papa Al)


"Ta..Tapi kan pa..dia juga masih tetap anak kita" (Mama Al)


"Hah anak??? Apa mama yakin dia anak kita?? kalau misalkan dia anak kita kenapa dia sangat tega melakukan itu semua pada kita?? apa dia tidak mikir efek yang akan dia timbulkan apabila dia sudah menyinggung salah 1 perusahaan terbesar di dunia??" 9Papi Al)


"Tapi pa..mungkin saja saat itu anak kita sudah terhasut oleh seseorang makanya dia seperti itu, masa papa tidak mengenal kepribadian anak sendiri" (Mama Al)


"Asal mama tau ya, selama ini papa sudah berkali-kali mengingatkan kepada dia, bahwa dia itu harus menjaga sikapnya apalagi sikap dia saat bertemu dengan pemilik perusahaan terbesar, aahh sudah lah ma, kita tidak usah lagi membahas dia" (Papa Al)


"Mmm..pa.." (Mama Al)


"Sudah lah ma, jangan mama buat mood papa jadi hancur, ohh iya perlu papa bilang ke mama untung saja papa masih mempunyai tabungan yang lebih sehingga papa masih bisa merintis ulang perusahaan, yaa..meskipun tidak sebesar perusahaan kita yang pertama, tapi setidaknya karena perusahaan ini kita semua tidak jadi gelandangan di luaran sana...jadi papa mohon sama mama kita tidak usah pedulikan anak yang tidak tau terima kasih tiu, dan 1 hal lagi bila dia mempunyai masalah, iu bukanlah urusan kita" (Papa Al)


"Jadi maksud papa, kita abaikan gitu?? Mama gak setuju ya pa sama ide gila itu!!!" 9Ucap mama Al sedikit meninggi)


"Ya..benar sekali, dan papa akan menganggap anak itu lagi sebagai anak papa kalau dia bisa mengembalikan apa yang sudah sempat dia hancurkan" (Papa Al)


"Dimana hati nurani mu pa? tetap saja seburuk-buruknya anak, itu juga tetap kesalahan kita dalam mendidik dia..jadi papa tidak bisa sepenuhnya menyalahkannya, mungkin saja kita terlalu memajakannya sehingga dia bisa berbuat seperti itu" (Mama Al)


"Maka dari itu ma, sekarang adalah waktunya kita memberikan dia pelajaran yang sangat berharga, pasti dia juga akan mengerti apa yang sudah papa lakukan, sudahlah ma ayo senyum jangann murung seperti itu, kita doakan saja semoga dia masih baik2 saja sampai sekarang, ya..bila kalau tidak baik2 saja kita doakan dia bisa terlepas dari kondiisi itu" 9Papa Al)


"Baiklah pa, mama juga berharap seperti itu" (Ucap mama Al sambil tersenyum)


"Ayo ma..kita nonton berita lagi" (Papa Al)


Jes yang mendengarkan keputusan sudah diambil, akhirnya dia bisa tersenyum sangat lebar karena akhirnya masalah yang sudah dia hadapi selama 3 tahun belakanagna ini akan benar2 berakhir, dan jes juga tidak terlalu peduli akan keluarga Al, dan bila suatu saat nanti keluarga Al bertanya kepadanya maka dia akan benar2 akan menjawab sesuai dengan kebenaran yang sudah terjadi


Hukuman untuk Al akan segera di mulai, perwakilan negara dan wartawan sudah berada di suatu ruangan dimana dari ruangan itu mereka bisa melihat jalannya eksekusi. Mereka semua bergidik ngeri karena saat mereka melihat tempat eksekusi yang sudah di persiapkan oleh badan intelejen negara sudah sangat siap dan tentunya peralatan yang biasanya untuk eksekusi mati sudah berjejer di satu meja panjang


Al, dan tim eksekusi sudah memakai topeng, ya..tujuannya agar identitas mereka tidak diketahui oleh khalayak banyak. Saat ini jes sudah berada di tempat eksekusi, dan sebelum Al dibawa ke tengah lapangan, jes tak lupa mengucapkan kata2 terakhir sebelum Al benar2 meninggalkan dunia ini


"Bagaimana perasaanmu saat ini mantan pacar terjahat?" (Ucap jes sini)


"Hahahaha..kamu menanyakan tentang perasaanku?? Asal kamu tau ya..saat ini aku sangat bahagia, karena sebentar lagi aku tidak akan merasakan kesusahan untuk hidup di dunia yang seperti ini, dan cihh...kamu tidak usah sok peduli denganku..sekali busuk tetap busuk dan tolong kamu menyingkir dari hadapanku saat ini, dan aku peringatkan kepada kamu, meskipun kamu sudah dapat menyingkirkan aku, di masa depan nanti ada seseorang yang akan menggantikanku untuk secara langsung membunuhmu secara sadis!!!" (teriak Al)


"DASAR GILA!!!! Semua ayo, jangan kita tunda lagi untuk eksekusi orang ini!!!" (Jes geram)


"Baik boss!!!" (Semua)


"Hahahaa..baru segitu saja kamu sudah takut!!! hahahaa....." (Al)


"Cuih...yang bentar lagi mati aja masih banyak gaya!!!" (Jes)


"Hahaha...ohh iya satu hal yang saya lupa, tolong anda sampaikan kepada keluarga saya bahwa anak eehh bukan mantan anaknya sudah bahagia di sisi Tuhan dan jangan lupa ucapkan terima kasih kepada mereka karena selama ini mereka sudah mau merawat orag seperti saya ini" (Al)


"Ok, Nanti akan saya sampaikan kepada keluarga mu itu, dan apakah ada yang akan anda sampaikan lagi sebelum anda mati?" (Jes)


"Ya..ada, ini khusus untuk anda, saya ucapkan selamat karena sebentar lagi Anda akan segera menyusul saya !!! hahahaha" (Al)


Jes yang mendengar hal itu tidak mengubrisnya, dan dia langsung memebrikan kode kepada sang bawahan agar segera melakukan tugasnya


Suara tembakan akhirnya terdengar dan semua orang sudah menyaksikannya, di depan mata mereka penjahat itu sudah benar2 menerima hukumannya, Para wartawan tidak dperkenankan untuk merekam eksekusi pada saat ini, mereka hanya diijinkan untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa penjahat itu sudah ditangani dan mereka semua tidak perlu cemas lagi


Xander yang melihat sisi lain dari jes saat ini, hanya bisa tersenyum, dan sekali lagi dia mengatakan pada dirinya bahwa "Aku benar2 tidak pernah salah dalam memilih wanitaku"


.


.


Penasaran dengan elanjutannya?? Keep stay toon ya guys!!!😉


Jangan lupa like, comment, dan juga vote ya😚


salam hangat dari Author❤