CEO Is My Mom

CEO Is My Mom
92



Ayoo klik like sebelum baca, tolong tinggalkan jejak di lapak author ya😊


Happy reading


😉


.


.


Disinilah jes tengah berada di ruang tamu, sehabis kejadian panas tadi, jes langsung menuju ruang tamu apartemen itu, dan dia sudah di situ selama 20 menit, dan selama itu jes tidak melihat batang hidung Xander, dia curiga, kalau Xander itu hanya mempermainkan dirinya saja


“Kemana sih om2 gak tau diri itu, Akkkhhh kenapa gue juga tak bisa mengotrol itu semua, Habislah citramu di depan pria mesum itu” (Gusar Jes)


Jes yang tengah mengingat-ingat kejadian itu hanya bisa mengacak-acak rambutnya secara kasar, disaat dia sedang merutuki nasibnya yang entah nanti akan seperti apa di depan Xander, Tak lama kemudian tiba2 ada suara yang mengagetkan kegiatan jes itu, Jes langsung mendongakkan kepalanya dan Yaps...apa yang dia bayangkan kini sudah terjadi, Malu...itu lah ekpresi yang tengah di tunjukkan oleh jes, Xander yang melihat itu hanya terkekeh karena dia baru pertama kali melihat ekpresi kesayangannya seperti itu


“O..Om...ke..kenapa sudah kembali???” (Gagap jes)


“ayolah sayang, kamu kenapa harus malu seperti itu???” (Goda Xander)


“Apaan sih om ini, kan aku Cuma nanya saja, kenapa tumben2an sekali om ini kembalinya sangat cepat dan aku tadi kira om akan meninggalkanku disini” (Jes)


“Tidak mungkin sayang aku akan meninggalkan mu disini, dan aku tadi pergi karena aku harus mengurus sesuatu yang sudah sangat mendesak, dan rasanya itu sudah ingin meledak” (jujur Xander)


“Apa yang meledak??? Apakah seserius itu permasalahannya???” (Jes)


“Emmm ya untuk sekarang, tapi nanti sudah tidak saat aku sudah bersama dengan dirimu” (Xander)


“Kenapa harus melibatkan diriku???” (Jes)


“Karena kamu itu adalah bidadari hatiku, jadi semua masalah akan cepat terselesaikan bila ada kamu di sampingku, jadi aku mohon sama kamu, kamu mau kan menerimaku sebagai pendamping hidupmu??” (Xander serius)


“Sebentar om, kenapa om tiba2 ngomong begitu??? Dan satu hal yang perlu om tau untuk sekarang aku belum ada perasaan apa2 untuk om, jadi untuk sekarang masih sama aku belum ada jawaban untuk hal itu, dan aku juga mohon untuk om tolong jangan memaksakan kehendak om seperti kemarin itu, aku paling tidak suka bila dipaksa akan hal itu, itu masalah hati dan itu merupakan masalah yang sangat crucial” (Jes)


Xander memahami apa yang diinginkan oleh jes


“Baiklah, mulai sekarang aku akan sangat berusaha untuk membuktikannya kepada kamu, bahwa aku ini sangat pantas untukmu, dan aku juga berjanji tidak akan pernah berkhianat di belakang mu, dan bila suatu saat nanti aku melanggar janjiku ini, kamu berhak untuk mengambil nyawaku dengan tanganmu sendiri” (Xander)


Jes yang mendengar hal itu sangat tertegun, dia sangat tidak menyangka bahwa Xander akan mengucapkan hal yang begitu serius, jes sangat merasa senang karena kini ada seseorang yang benar2 sangat mencintai dirinya selain orang tua dan kakaknya. Jes tidak memungkiri bahwa kini hatinya sudah sedikit terisi dengan hal2 yang berhubungan dengan laki2 yang di depannya saat ini, tapi dia harus tetap menjadi dirinya saat ini, dimana dia tidak boleh langsung terlena dengan ucapan manis dari seorang laki2, dia melakukan itu semua agar dia tidak menyesal saat nanti dia sudah menjalin hubungan dengan seseorang pria, Baginya kini Prinsip “Jomblo sampai Sah” itu sangat di pegang teguh olehnya


“Hmm, semoga saja ucapan om itu benar, dan aku juga berharap agar om tidak sama dengan pria yang diluaran sana, dimana kebanyakan mereka itu hanya mengumbar kata2 manis di depan wanita, dan ketika dia sudah merasa bosan, dia akan meninggalkan wanita yang sebelumnya pernah dia perjuangkan, asal om tau aku sudah pernah merasakan hal itu, dan aku juga berharap hal itu tidak akan lagi terjadi kepadaku, Cukup sekali aku pernah di permainkan seperti itu” (Jelas Jes)


“Kamu tenang saja sayang, aku in bukan seperti lelaki diluaran sana, dan aku juga bukan mantan pacarmu yang gak tau diri itu, aku juga akan benar2 membuktikan bahwa aku ini adalah pria yang sangat bisa diandalkan dalam hal apa pun, dan yang terutama adalah kesetiaan” (Xander)


“Maaf om, untuk sekarang aku belum bisa menerima mu, aku sangat tau kalau dirimu memang berbeda dari pria2 yang diluaran sana, aku butuh waktu untuk benar2 bisa menerimamu seutuhnya karena diriku sendiri masih sangat bimbang untuk menerima siapa yang akan menjadi pendamping ku kelak, aku harap om mau bersabar denganku ini” (Batin jes)


Disaat waktu yang tidak tepat, Hp jes berdering, dengan terpaksa Xander melepaskan pelukannya, dan membiarkan jes untuk mengangkat panggilan itu


“Halo, ada masalah apa???” (Jes)


..............................


“Bagus, saya akan segera kesana, tolong kalian persiapkan semua yang sebelumnya sudah pernah kita bicarakan” (Jes)


............................


“Saya akan tiba 1 jam lagi, saya harap kalian bisa bergerak cepat, dan jangan ada kesalahan, kalau kalian melakukan itu, nyawa kalian lah yang akan menjadi gantinya, apa kalian paham!!!” (Jes)


.........................


Sambungan telpon akhirnya terputus, segera jes kembali ke tempat semula


“Ada apa???” (Xander)


“Ada sesuatu yang harus tuntaskan pada hari ini, aku pamit undur diri dan bila om memerlukan sesuatu om bisa mengirimiku pesan, aku tidak akan lama” (Jes)


Xander langsung mengangguk, dan segera jes meninggalkan Xander


“Apa kah ada yang sesuatu yang sangat serius??? Aku harus segera membuntutinya, kali ini aku tidak akan membiarkannya sendiri” (Batin Xander)


Xander langsung menyambar kunci mobilnya, dan dia langsung mengikuti jes, beruntung nya Xander karena saat dia sudah berada di bawah apartemen dia masih melihat jes, dimana kini jes tengah menunggu jemputan


.


.


Kira2 hal apa ya??? Apa itu tentang Al atau kah tentang yang lainnya??? Penasaran???


Keep stay toon guys!!!😊


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote ya..., biar author semakin semangat untuk menulis kisah selanjutnya ❤


Salam Hangat dari Author💞