CEO Is My Mom

CEO Is My Mom
82



Ayoo klik like sebelum baca, tolong tinggalkan jejak di lapak author ya..


😉


Happy reading


😊


.


.


.


Setelah menunggu kurang lebih setengah jam akhirnya, client yang di maksud oleh sang boss datang, Al yang semula sudah menunjukkan raut wajah yang Asam kini dia berusaha untuk menormalkannya kembali


“Selamat malam, dan selamat datang Mr Antony” (Al)


“Selamat malam juga Mr...” (Antony)


“Panggil saja saya Al” (Al)


“Selamat malam Mr. Al” (Antony)


Setelah mereka berjabat tangan, mereka langsung masuk ke sebuah ruangan khusus yang sebelumnya sudah dipersiapkan Al untuk clientnya ini yaps, ruangan tersebut berada di dalam Kapal Feri


“Baik Mr.Antony disini saya akan langsung ke topik pembicaraan..” (Al)


“Kenapa kita harus terburu-buru Mr. Al??? Kita kan bisa terlebih dahulu membahas hal yang lain” (ucap Tony sambil tersenyum licik)


“Ma..Maksud dari perbincangan Anda apa??? Kenapa Anda tidak ingin langsung membahas mengenai transaksi ini????” (Selidik Al)


“Santai saja Tuan Al yang terhormat, sebenarnya saya itu tadi sangat malas untuk melakukan transaksi dengan Anda, karena saya pernah mendengar sepak terjang dari tuan Al sebelumnya, dan yaa..meskpun Anda sekarang sudah benar2 jauh labih bagus dibandingkan yang dulu, tapi saya masih sangat meragukannya” (Antony)


Al yang mendengar pernyataan itu dia sangat kesal, rasanya saat ini dia ingin menghabisi orang yang didepannya itu. Tapi untungnya sekarang dia masih waras, dan dia juga tidak akan berbuat di luar batasan karena dia ingat dengan tujuan awal untuk melakukan transaksi ini, yaitu dia ingin menyaingi kekayaan dari pengusaha no 1 dunia saat ini. Al juga sudah bersumpah bahwa setelah ini dia tidak akan lagi mengalah atau merendahkan diri di depan orang lain, karena menurutnya perilaku itu sangat memuakkan dan dia paling benci bahwa semua orang memandangnya sebelah mata


“ Maaf tuan antony, seharusnya Anda jangan terlebih dahulu meragukan kemampuan saya, ya..meskipun saya dahulu sempat membuat kesalahan di dalam bisnis tersebut, tapi saya yang sekarang bukanlah orang yang seperti dulu lagi, dan asal anda tau saya itu merupakan orang yang bisa belajar dari kesalahan saya di masa lalu, dan juga sangat bisa dipastikan, bahwa saya ini akan melakukan yang lebih baik, dan juga saya tidak akan lengah dengan hal yang sekecil pun, karena dari hal yang sepele itu lah masalah besar akan timbul. Saya harap tuan Antony bisa mempercayai saya, karena saya pasti tidak akan pernah mengecewakan Anda.” (jelas Al)


Antony langsung memicingkan matanya dan dia seketika langsung tertawa terbahak-bahak


“Hahahaa..hahahaa..ternyata tuan al ini adalah orang yang mudah sekali tersinggung ya..padahal saya hanya bercanda bilang seperti itu, well saya pikir untuk sekarang saya bisa memegang omongan yang barusan anda ucapkan itu, tapi sebelum transaksi ini benar2 terjadi, saya ingin meminta 1 syarat kepada Anda” (Antony)


“Akkhhh sial, kenapa orang ini sangat ribet, tinggal transaksi aja, kenapa harus ada syarat2, kalau bukan demi kekayaan mana mau gue ngelakuin hal yang kaya gini, sabar, sabar, sabar” (batin Al)


“1 syarat??? Baiklah tuan Antony, apa 1 syarat itu???” (Al)


“Haa??? Apakah Anda serius dengan apa yang barusan anda bicarakan??? Itu sangat merugikan bagi saya, dan kenapa Anda dengan teganya menjadikan saya sebagai babu Anda???” (ucap Al dengan nada yang sedikit meninggi)


“Hmmm saya serius, dengan apa yang saya ucapkan barusan, dan saya bukan orang yang suka main2 dengan hal2 yang serius seperti tadi, oke baik apa jawaban anda tuan Al??” (Antony)


Sambil menunggu jawaban Al mengenai persyaratan yang bisa dibilang gila itu, kini Antony tengah menikmati Wine terbaik yang sebelumnya sudah di sediakan khusus untuknya, didalam hatinya kini dia sangat puas, karena dia juga tidak sia2 untuk bertukar client dengan sahabatnya itu


“Bagaimana tuan Al, apakah anda setuju dengan syarat yang saya ajukan itu??” (Antony)


“Hmmm, baiklah saya akan menyutujuinya, dan saya harap setelah ini Anda tidak akan pernah meragukan kembali kualitas kerja saya” (Ucap Al sambil menghela nafas kasar)


“Hohoho tentu saja, saya tidak akan meragukannya, tapi saya juga tidak tau suatu saat nanti mungkin saja saya akan meragukan kembali kinerja Anda, Tuan Al” (Antony)


“Tenang saja , saya tidak akan pernah mengecewakan Anda, baik apakah sekarang kita bisa membicarakan transaksi ini??” (Al)


“Oke baik, saya juga akan menunggu hasil kerja keras Anda, tuan Al” (ucap Antony sambil tersenyum licik)


Akhirnya mereka membicarakan mengenai transaksi itu, sedangkan tim jes yang sedari tadi sudah menyadap suara dan juga gambar, mereka hanya tersenyum dan juga didalam hati mereka, mereka mengutuk kedua Mafia itu


“Halo Boss, bagaimana, apakah kita akan langsung menyergap mereka??” (Bawahan jes)


“Halo baiklah sekarang kita akan maju, dan ingat kalian juga harus berhati-hati, karena musuh yang akan kalian hadapi merupakan musuh yang sangat kuat, ingat inti dari penyergapan ini adalah kalian harus bisa menangkap kedua mafia itu dan untuk para pengawalnya kita akan membunuhnya di tempat, apa kalian semua paham??” (Jes)


“Siap boss, kami semua paham!!” (Semua)


“GO” (Jes)


“GO” (Semua)


.


.


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote ya..., biar author semakin semangat untuk menulis kisah selanjutnya 😊


Ayoo..ayooo vote author yang banyak dan juga jangan lupa like ya, kalau like dan vote sudah banyak, nanti author akan crazy up lagi


😉


Happy Reading ya guyss


😊


Salam Hangat dari Author❤