
Ayoo klik like sebelum baca, tolong tinggalkan jejak di lapak author ya😉
Happy reading😊
.
.
.
“Loh..ibu kan yang ada di konfrensi pers tadi siang bukan???” (Ucap dokter dengan muka yang kaget)
“Iya, ibu bukannya tadi muncul di konfrensi pers itu ya??” (Suster)
Xander yang tahu bahwa Jes sedang jengah dengan pertanyaan itu langsung mengalihkannya
“Ahhh, mungkin kalian semua salah liat, mana mungkin gadis yang ada di konfrensi pers itu kemari, kan seharusnya dia belum sempat kemari, gadis yang disini adalah istri saya, mungkin wajahnya saja yang mirip, kan kalian semua juga tau bahwa di dunia ini kita memiliki 7 saudara yang mukanya hampir sama dengan kita” (Xander)
“Emmm, sepertinya aku tidak salah pak, masa sih seorang dokter seperti saya bisa salah mengenali orang, saya rasaitu adalah hal mustahil” (Elak dokter)
“Ohh iya, bukannya dokter kemari ingin memeriksa teman saya itu ya??? Mari dokter silahkan, saya juga penasaran bagaimana perkembangan kondisi dari teman saya itu” (Xander)
“Ehhh iya pak, benar sekali, mari sus ikut saya” (Dokter)
Dokter dan suster itu segera masuk ke ruangan dimana axel tengah berbaring disana, setelah kedua orang itu pergi, Xander lantas menghampiri jes yang kini mukanya masih sedikit tegang
“Sayang, kamu kenapa?? Apakah ada hal yang menggangmu??” (Xander)
“Mmm gak ada om, aku hanya sedang sedikit bingung saja, jadi om sudah tidak perlu khawatir denganku” (Jes)
“Biar aku tebak, pasti kamu itu sedang bingung mengenai hal yang tadi bukan??? Kamu seharusnya gak perlu khawatir lagi, kan masalah ini sudah dikonfirmasi dengan sangat jelas” (Xander)
“Iya, benar sih yang dikatakan om, tapi..” (Jes)
“Gak ada tapi2an sayang, kamu gak perlu khawatir, aku akan selalu disisimu, dan bila ada orang yang ingin berbuat jahat kepadamu aku akan membereskannya”( Xander)
Jes yang mendengar itu seketika hatinya langsung berbunga bunga, dan dia juga sedikit tenang, karena ada orang lain selain orang tua dan kakaknya yang bisa dipercaya untuk melindungi dirinya, perasaan senang itu tak berlangsung lama, karena seketika dia berpikir dia tidak boleh terlena dengan semua ini, karena dia terlena maka pembalasan dendam yang sudah dia rencanakan akan gagal
“Hmm semoga saja om bisa menepati kata2 om itu” (Jawab Jes dengan datar)
“Kamu tenang saja sayang, aku ini bukanlah orang yang suka mengingkari janji seerti laki2 diluar sana” (jelas Xander)
Tak lama dokter dan suster itu keluar dari ruang rawat Axel, dan Xander langsung bertanya
“Bagaimana dok kondisi teman saya??” (Xander)
“Kondisinya masih sama seperti tadi pagi, kita hanya bisa berdoa unntuk kesembuhan pasien” (Dokter)
“Memang dokter tidak bisa mengusahakan usaha yang lain??? Ayolah dok, saya sebagai keluarga menginginkan perawatan yang terbaik untuk dia, saya tidak peduli dengan biayanya, karena saya sanggup untuk membayarnya sampai kakak saya benar2 pulih dan juga bisa sadar kembali” (Jes)
“Saya sebagai dokter penanggung jawab, sudah berusaha dengan semaksimal mungkin dan memang kita tinggal berdoa saja, semoga pasien diberikan mukjizat agar dapat segera sadar dari komanya” (Dokter)
Jes hanya bisa mengangguk dan pasrah, xander yang berada disamping jes, dia langsung memeluk pinggang jes dengan sangat erat. Segera Dokter dan suster itu pergi meninggalkan mereka berdua diruangan tunggu pasien
“Hehehe iya sayang, jangan lama2 ya sayang, ohh iya aku akan makan ini sehabis kamu melihat kak axel” (Xander)
“Om makan saja, aku sudah makan tadi, aku juga gak tau akan berapa lama di dalam sana, dan 1 lagi, itu makanannya kalau di makan dingin2 kurang enak”(Jes)
“Ahhh gagal deh, kenapa kesayanganku itu segala membelikan makanan yang seperti ini, dasar makanan yang tidak dapat mendukung diriku huh..” (Batin xander)
“Hmm baiklah, ya sudah kamu sana tengokin axel, dan aku akan makan ini” (ucap pasrah xannder)
Jes langsung pergi meninggalkan xander, dan dia bergegas untuk mengganti bajunya dengan menggunakan baju steril, dirasa dirinya sudah siap, jes langsung memasuki ruangan axel
Sedih, ya kini hanya kata itu yang dapat mewakili perasaannya saat ini, dikala dia melihat wajah axel yang tampan yang tengah berbaring itu seketika bulir2 air yang berasal dari matanya tak bisa terbendung lagi dan ya buli2 itu sekarang sudah jatuh dan menghiasi pipi putih mulusnya itu, dan juga dia langsung teringat dengan kenangan bersama dengan axel beberapa hari yang lalu, semenjak kehadiran Axel, kehidupannya jauh lebih berwarna, Canda dan tawa selalu menghiasi hari2nya
Kini jes sudah duduk disebelah ranjang Axel, dan juga dia tak lupa untuk menggenggam tangan axel yang dingin itu
“Kak, Zizie sekarang ada disini, kak..ayo bangun..apakah kakak tidak kangen dengan tuan putrimu ini?? Hiks..hiks...hik..zizie kangen kakak, zizie kangen dipeluk kakak, dan zizie juga kangen bercanda dengan kakak...hiks..hiks..hiks..maafkan zizie kak, karena zizie kakak jadi begini..hiks..hiks..hikss” (Jes)
Tanpa jes tau, kini dibawah alam sadar axel, Axel mendengar suara tangisan seseorang, namun dia tidak tau siapa yang sedang menangis itu
“Siapa itu yang menangis??? Hmmm nyaman sekali disini, Aku belum pernah melihat tempat yang seindah ini, apa ini surga??? Aahhh pasti salah kan aku ini masih hidup, buktinya aku masih bernafas, Mmmm segar sekali udara disini”
(Hiks..hiks...Tuan putrimu kangen dengan dirimu, ayo bangun kak)
“Siapa itu?? Heyyy jangan menangis...Halooo siapa disana???? Tuan putri??? Sepertinya aku tidak asing dengan kata2 itu, aakhhh tapi aku tidak bisa mengingatnya untuk saat ini”
Jes yang tengah menangis, dia langsung memeluk tubuh Axel, dan Ya...di alam bawah sadar Axel merasakan Hangat, meskipun dia tidak ingat tentang siapapun tapi dia mengingat dan juga merindukan tentang rasa hangat ini
“Aku rindu dengan kehangatan ini, siapa yang kini tengah memelukku??? Tapi bila aku lihat disini tidak ada satu orang pun disini..Apa yang memelukku itu hantu?? Meskipun disini sangat indah, tapi aku merasa hampa, aku rindu, tapi entah aku tengah rindu dengan siapa, Kenapa tanganku basah??? Air dari mana ini??? Aaaakkkkhhh!!!” (Jiwa Axel langsung kembali menyatu dengan raganya)
Drep..Drep
Satu persatu jari axel bergerak, jes merasakan ada suatu yang bergerak, yaa dia melihat pergerakan itu, dia pun langsung memencet tombol darurat yang berada disamping tempat tidur axel, tak lama dokter datang dan ya jes tau kalau dokter itu sedikit berlari saat menuju kemari, dokter memasuki ruangan itu dan langsung memeriksa keadaan Axel
“Ba..Bagaimana keadaannya dok??” (Jes)
.
.
Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote ya..., biar author semakin semangat untuk menulis kisah selanjutnya 😚
Ayoo..ayooo vote author yang banyak dan juga jangan lupa like ya, kalau like dan vote sudah banyak, nanti author akan crazy up lagi
😍😄
Happy Reading ya guyss
😊
Salam Hangat dari Author
❤