CEO Is My Mom

CEO Is My Mom
Keluarga Axel



“Huaaa.....yaampun mam sangat kangen dengan kamu sayang, kamu itu makin cantik aja sih...ihhh axel kamu itu, kenapa kamu baru ajak dia kesini??? Kamu itu anak nakal” (mami axel)


“Aduhhh mam...jangan jewer telinga axel sakit tau...mam lebih baik ngobrol aja langsung sama zizie, Axel mau duduk” (Axel)


“Heii, anak nakal, kamu ini bawa anak siapa lagi??? Apa jangan jangan ini cucu mami??? Dan apa kalian berdua melakukan hubungan terlarang???” (mami Axel)


“Ampun deh mam, mam bisa gak sih gak langsung nyamber kaya petir, kan kita aja belum duduk, nanti kalau udah duduk mam bisa tanya sepuasanya deh, dan pikiran mam yang kotor itu harus dibuang jauh2” (Axel)


“Oke, kalian semua duduk, mam, mau introgasi kalian” (mami Axel)


Segera mereka semua duduk dan axel pun langsung menceritakan kepada maminya itu


“Owalah, hehehe..maafkan mam ya, mam kira kamu sudah berbuat yang tidak2 diluaran, terlebih kamu itu cowok, kan banyak cowok yang diluaran sana gak bertanggung jawab, mam gak mau kamu sampai jadi cowok yang seperti itu, dan zizie sayang mami salut sama kamu, kamu masih muda tapi kamu mau mengakui dia sebagai anak kamu sendiri, ohh iya kok kamu baru kesini sih?? Dan apa kabar dengan orang tuamu??” (mami axel)


“Eh...kabar mereka baik tante, maafkan aku kalau aku baru kesini, karena aku juga selama ini tidak tau kontak kak axel dan aku gak nyangka ternyuata kak axel tetap mencariku padahal sudah 10 tahun berlalu, dan ya..kebetulan juga aku lagi libur dan aku pikir kenapa gak sekalian aja ke negara masa kecilku, kan sekalian bisa mengenang masa kecil” (jes)


“Kamu jangan manggil tante dong sayang, kamu panggil tante dengan sebutan mami sama seperti axel, duh...anak kamu ini tampan sekali sih, axel mam mau punya cucu seperti ini, ayo kamu buruan menikah mam sudah tidak sabar untuk menimang cucu” (mami axel)


“Heh..iyaa..mami” (jes)


“Yaampun mam, baru juga datang udah di todong untuk nikah, nanti ya mam, Axel sekarang lagi tahap pendekatan, axel akan menikah kalau pujaan hati axel mau menerima Axel sepenuhnya” (Axel)


“apa kamu serius sayang??? Wahh berarti sebentar lagi kamu akan menikah dengan Bella ya???” (mami axel)


“Gak mam, aku gak akan menikahi Bella, aku kesini membawa zizie karena aku mau bilang ke mam bahwa orang yang akan aku nikahi adalah zizie, dan aku akan memutuskan semua kerja sama dengan perusahaan Bella, dan mam gak perlu khawatir, meskipun aku melepaskan kerja sama dengan perusahaan tersebut aku juga tidak akan rugi karena sekarang aku sudah mendapatkan kerja sama dengan perusahaan no 1 di dunia” (Axel)


“Sebentar sayang, apakah mereka akan menerima dengan pernyataan kamu itu?? Kan kamu tau sendiri keluarag Bella bagaimana...mam sih setuju2 aja bila kamu mau menikahi zizie tetapi mam takut keluarga mereka akan memyerang kamu dan juga zizie, dan kalu dalam hati mam sih, mam akan setuju dengan apa yang sudah menjadi pilihan kamu, kan kamu yang akan menjalankan bukannya mami” (Mami Axel)


“Mam tidak perlu khawatir, aku bisa mengatasi itu semua, dan aku juga nanti akan bilang ke papi tentang masalah ini”(Axel)


“Masalah apa xel??” (papi axel)


“Ehh..papi, sudah pulang” (mami axel)


“mam, sepertinya kita kedatangan tamu ya??” (papi axel)


“iya nih pi,ayo pi duduk dulu...ohh iya, pih masih ingat gak dengan anak tetangga kita dulu, dimana dia itu sering sekali main kerumah kita” (mami axel)


“Sebentar, apa maksud mami itu anak dari keluarga Mackenzie??” (papi axel)


“iya bener pi, ini gadis kecil itu” (mami axel)


Papi axel yang melihat jes tidak menyangka bahwa gadi kecil waktu itu kini telah menjelma menjadi gadis yang sangat cantik


“Yaampun, apa ini bener zizie kita itu??? Duhhh sayang kamu kok sekarang tambah cantik sih, sini dong peluk papi, papi kangen sama kamu” (ucap papi axel sambil merentangkan tangannya)


“hehehe, zizie juga kangen papi” (jes membalas pelukan papi axel)


“ohh iya sayang, kamu akan disini berapa lama??? Dan apakah kamu akan selamanya menetap disini???” (papi)


“ehh tidak pi, aku kesini hanya untuk beberapa hari saja, dan aku juga harus memikirkan kerjaannku di negara H, dan aku juga tidak bisa terlalu lama karena aku membawa anak kecil, kasian dia kalau harus berjauhan dari orang tuanya” (Jes)


“Hah?? Kok kamu membawa anak kecil sayang??? Ini anak siapa yang kamu bawa??? Dan kamu sekarang bekerja dimana??” (papi axel)


“Wow ESL Corp??? Itu kan perusahaan terbesar no 1 di dunia, kamu hebat sekali bisa bekerja disana, setau papi seleksi di perusahaan itu sangat sulit dan banyak pegawai yang melamar disitu semuanya hampir rata2 ditolak karena mereka tidak memenuhi kualifikasi dari perusahaan itu, mmmm...sayang, kamu kenapa tidak bekerja di perusahaan dadymu saja??? (papi axel)


“Aku tidak sehebat itu pi, mmm..soal itu, karena aku ingin punya pengalaman tersendiri, aku juga ingin merasakan seperti orang2 gimana susahnya mencari pekerjaan dan orang tuaku beserta kakakku tidak ada yang tau bahwa aku kerja disana, dan yaa aku hanya bilang aku bekerja di restaurant milikku sendiri” (Jes)


“Yaampun sayang kamu itu orangnya terlalu merendah, kalau papi punya anak yang seperti kamu, pasti papi akan sangat bangga, kenapa kamu tidak jujur saja kalau kamu bekerja disitu??” (papi axel)


“Ada alasan tertentu sih pi aku tidak memberitahukan mereka, dan suatu saat mereka juga akan tau aku bekerja dimana” (Jes)


“Ya sudah itu adalah hak kamu, tapi kalau saran papi kamu seharusnya bilang ke orang tuamu, bagaimana pun mereka juga pasti akan khawatir”(Papi Axel)


“Pi, papi udah belum sih berbicara dengan zizie ku sayang, papi mendingan sama mami saja sana, kan aku mau menghabiskan waktu bersama dengannya” (kesal Axel)


“Ckk..ck...ck...pelit sekali kamu ini sama papi mu ini, kan papi hanya sebentar meminjam zizie mu” (papi axel)


“Hahaha...si papi ya, wajar atuh anak kita bilang seperti itu, kan dia juga baru ketemu dengan zizie baru2 ini, ya jadi wajar apabila dia itu sangat posesive, dah yuk pi, mendingan kita ke kamar saja, biarkan mereka berdua” (mami Axel)


“Oke baiklah mi, Axel papi minta kamu jangan macam2 dengan zizie papi, awas saja kalau dia sampai lecet, kamu akan papi keluarkan dari daftar anggota keluarga” (Ancam Papi Axel)


“Yakkk....sih papi, tega sekali sama anakmu yang satu ini, huh...tapi pegang dikit boleh kan pi??”(Axel)


“Gak!!!! Gak ada pegang2, kamu bicara yang sewajarnya aja, dan gaka ada pake acara pegang2 kalian itu belum ada ikatan apa2” (ucap papi Axel sambil melotot)


Axel yang di tatap seperti itu hanya bisa meringis, Jes dan mami Axel yang melihat pasangan papa dan anak itu yang sedang berantem hanya bisa tertawa dan memperhatikannya


Tak lama setelah pertengkaran kecil itu mereka semua akhirnya beristirahat dikamar masing2, dan untuk acara liburan jes akan lakukan pada esok hari


.


.


.


Semoga kalian suka😊


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote ya..., biar author semakin semangat untuk menulis kisah selanjutnya


😄


Ayoo..ayooo vote author yang banyak dan juga jangan lupa like ya, kalau like dan vote sudah banyak, nanti author akan crazy up lagi


😉


Happy Reading ya guyss


😉


Salam Hangat dari Author


😄