CEO Is My Mom

CEO Is My Mom
Nostalgia



El yang telah menghabiskan makan siangnya dia langsung berpamitan jes untuk kembali ke kantornya


“jes sayang, kakak balik ke kantor dulu ya, ini waktunya sudah habis dan kakak tidak enak dengan pegawai kakak, karena kakak tidak ingin menjadi contoh yang buruk” (el)


“baik kak, kakak hati hati dijalan, dan tetap semangat kerjanya, dan aku harap kakak tidak memikirkan masalah itu lagi, yang sudah berlalu biarlah berlalu, kita mulai dengan lembaran baru lagi, dan aku harap kakak tidak mengecewakan aku lagi” (jes)


“baik adik ku sayang, kakak mu ini tidak akan pernah lagi mengecewakanmu, cukup kali ini saja kakak melakukan kesalahan terhadapmu, kakak tidak ingin kehilangan sebuah berlian lagi seperti kamu” (ucap el sambil memeluk jes)


Segera el meninggalkan restaurant jes dan kembali menuju kantornya, ketika jes akan bangkit dan meninggalkan tempat duduknya, ketiga orang itu langsung mendekati jes


“permisi nona, apakah kami dapat berbincang sebentar” (orang 1)


“maaf kalian ini siapa ya?? Dan apakah kita pernah ada masalah sebelumnya??? Sepertinya saya tidak pernah bertemu dengan kalian??? Apakah kalian seorang penjahat??” (tanya jes sambil menatap heran kepada ketiga orang tersebut)


“Maafkan kami nona sebelumnya, baiklah saya akan memperkenalkan teman teman saya dan juga saya, perkenalkan nama saya Axel Elisco Cullen (orang 3), ini teman saya bernama Michiavelly Nicholas (orang 1), dan yang ini bernama Xavier Aciel Zephyr (orang 3), kami semua bukan seorang penjahat, dan kami disini memang ada sedikit urusan dengan nona, dan saya ada sedikit pertanyan dengan nona, apakah nona dapat meluangkan waktu sebentar untuk kami??” (Axel)


“oke baik, saya akan meluangkan waktu untuk kalian, dan bila ada sesuatu yang penting kalian bisa langsung bicarakan kepada saya, dan saya harap kita berbicara tidak lama karena saya masih ada urusan yang sangat banyak” (jes)


“baik nona, apakah disini ada ruangan private??? Agar kami lebih leluasa berbincang dengan nona??” (axel)


“baik ada, oke kalian semua bisa ikut saya keruangan khusus saya saja” (jes)


Akhirnya mereka mengikuti jes, sesampainya diruangan itu, mereka kembali melanjutkan perbincangan yang tadi


“oke baik, apakah kalian bisa menjelaskan urusan kalian dengan saya” (jes)


“kami kesini karena kami ingin mengantar teman kami axel bertemu dengan tuan putri dan tuan putri dari sahabat kami adalah nona, ohh iya sebelumnya nama nona siapa ya?? Karena kami belum mengenal nona selain axel” (xavier)


“owh...perkenalkan nama saya Jesley Eloise, kalian bisa memanggilku jes, dan ini sebenarnya ada masalah apa??” (tanya heran jes)


“ohh iya sebaiknya nona jes langsung menanyakannya kepada teman kami axel, karena yang sebenarnya mempunyai urusan adalah teman kami axel, Bro kita berdua keluar dulu ya, kalau sudah nanti kita bisa lanjut berbincang lagi” (ucap Nicho sambil mengedipkan mata ke jes dan dia juga segera menarik xavier untuk keluar)


Jes yang melihat itu hanya memutar matanya dengan malas, akhirnya didalam ruangan tersebut hanya terdapat jes dan juga axel


“Oke baik sekarang aku akan membicarakan mengenai sesuatu yang sudah sangat lama sekali, aku harap kamu dapat mengingat ini semua, jes apakah kamu ingat dengan pangeran kecil mu dulu?? Dan apakah kamu ingat tentang benda ini??”(tanya axel sambil menyodorkan benda, benda tersebut merupakan kalung berbentuk angsa)


Jes yang melihat kalung itu serasa tidak asing namun dia juga masih bingung


“Kalung ini??? Apakah kamu bisa menjelaskan cerita detail mengenai kalung ini??? Aku masih belum ingat siapa kamu dan ada hubungan apa antara kamu denganku, dan siapa pangeran kecil??? Apakah di masa lalu kita pernah saling mengenal??? Dan kenapa aku tidak dapat mengingat masa masa bersama mu?” (jes)


“oke baik aku akan menjelaskannya kepadamu” (axel)


Flashback On


Waktu itu usia jes 8 tahun dan axel 12 tahun


Axel dan jes sedang bermain bersama di suatu taman mereka sangat menikmati waktu bermain mereka


“ihhh zi zi payah, katanya tadi mau main sampai sore..ini masih siang zizi ahh gak seru kan kalau sampai sore nanti kakak ada hadiah buat zizi” (axel)


“Hadiah apa kak cel?? Ihh zie penasaran yaudah kakak mendingan kasih ke zie sekarang karena zie sudah sangat capek bermain” (tanya jes dengan mata yang berbinar binar)


“huh...yaudah deh kakak akan kasih hadiahnya sekrang, tapi nanti kalau kakak sudah beri hadiahnya apakah kamu mau menjadi tuan putri kakak???” (axel)


“Putri?? Kalau zizi putri berarti kakak adalah pangerannya??? Wahh..zizi mau, zizi juga pengen punya pangeran tampan seperti kakak” (jes)


“oke sekarang zizi balik badan ya” (ucap axel dan segera dia memasangkan kalung berbentuk angsa itu kepada jes)


“wahh...cantik sekali kak, zizi suka hadiah dari kakak” (ucap jes yang langsung memeluk dan mencium axel)


Axel yang mendapatkan perlakuan itu seketika mukanya berubah menjadi merah


“Ekh...zie kamu bisa kan melepas pelukanmu itu, kakak gak bisa napas ini, ohh iya kakak memberikan kalung angsa itu ke kamu karena kakak ingin kamu akan selalu ingat sama kakak dan saat kamu dewasa kelak kamu mau selalu berada disamping kakak, kita akan selalu bersama selamanya dan nanti kakak akan selalu menjagamu dan kakak tidak akan pernah meninggalkanmu, apakah kamu mau selalu berada di sisi kakak??” (axel)


“Zie mau kak, kakak sudah sangat baik kepada zie, zie sangat sangat sangat sayang kepada kakak, kakak juga janji ke zie ya kakak juga harus selalu ingat sama zie, kakak gak boleh ninggalin zie, zizi gak bisa jauh dari kakak, kakak adalah orang yang paling mengerti zie setelah dady, momy, dan kak el” (ucap jes dengan sangat girang)


“terima kasih tuan putri, kakak juga gak akan meninggalkan zizi” (ucap axel sambil memeluk jes)


Beberapa setelah hari itu, jes sekeluarga pindah dan axel tidak mengetahui bahwa jes pindah pada hari ini, axel melihat jes ketika jes sudah berada di dalam mobil dan axel meneriaki dan berusaha menyusul jes namun dia tidak dapat mengejarnya karena mobil melaju dengan cepat


“hikss...hikss....zizi...kenapa kamu meninggalkan kakak...hikss..hikss...hikss....ZIZI!!!!!” (teriak axel)


Axel pun dengan langkah gontai kembali ke rumahnya dan dia tidak sengaja menemukan kalung di jalan dimana kalung itu adalah kalung yang beberapa hari lalu dia berikan kepada jes


“Hiks..hikss..hikss...zizi kamu tidak sadar bahwa kalungmu jatuh...hiks..hikss...zizi kakak janji kakak akan menyusul kamu ketika kakak sudah dewasa dan kakak akan memasangkan kembali kalung ini ke kamu, kakak janji kakak tidak akan pernah mencari gadis lain, di hati kakak Cuma ada nama kamu zizi sayang, kamu akan selalu menjadi tuan putriku dan aku adalah pangeranmu” (ucap axel sambil menangis)


Flashback off


Segitu dulu ceritanya ya...Semoga kalian suka😄


Untuk semuanya Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote ya..., biar author semakin semangat untuk menulis kisah selanjutnya


😊


Happy Reading ya guyss


😉


Salam Hangat dari Author