CEO Is My Mom

CEO Is My Mom
89



Ayoo klik like sebelum baca, tolong tinggalkan jejak di lapak author ya😊


Happy reading


😉


.


.


Rumah Sakit


Jes yang sudah tiba di rumah sakit, dia langsung keluar dari mobil mewahnya, dan juga dia tak lupa memakai kaca mata hitamnya, yang dimana kaca mata itu menambah penampilan Jes semakin memukau. Alasan yang sebenarnya adalah, jes memakai kaca mata itu karena dia tidak ingin orang2 melihat wajahnya yang sedang kelelahan itu. Jes juga akan berusaha tidak melepaskan kaca matanya saat dia bertemu dengan Xander dan axel


Xander yang kebetulan tengah berdiri didepan ruang tunggu dia langsung melihat sang pujaan hatinya yang kini tengah mengahampirinya, tanpa aba2 Xander langsung memeluk tubuh jes, dan jes yang kini tengah dipeluk seketika dia menegang


“Sayang...uhhh aku rindu..” (Xander)


“Hah...uhhhh om..le..lepas..lepaskan jes, om tega banget sih, aku baru saja datang, om sudah ingin membunuh ku” (Jes)


“Ups..sorry, sayang aku tidak bermaksud untuk membunuhmu, kamu harus tau aku benar2 sangat merindukanmu, rasanya aku ingin mati, lain kali setiap kali kamu pergi, aku ikut ya..aku tidak ingin ditinggal sendirian, dan aku juga pasti akan selalu melindungimu” (Xander)


“Ya..ampun om, aku ini bukan anak kecil lagi tau, dan satu hal lagi, bila om mengikuti aku, bagaimana dengan pekerjaan om??? Dan bagaimana dengan Soe, kasian dia, om selalu saja sibuk dengan urusan kerjaan om, om saja tidak pernah perhatian terhadap anak sendiri” (Cerocos Jes)


“Apa kamu lupa sayang, aku ini adalah seorang BOS di perusahaan ku sendiri, jadi tidak ada satu pun orang yang berhak untuk memecatku, dan tentang urusan Soe, kamu tenang saja sayang, meskipun aku tidak disamping dia kita kan masih bisa Videocall dengan anak imut itu” (Bela Xander)


“Tidak, aku tidak setuju dengan ucapanmu barusan, kamu itu harus lebih memperhatikan perkembangan anakmu itu, kasian dia, meskipun kamu bilang itu cukup, tapi aku sangat meragukan itu. Lagian nih ya om, Soe itu masih anak kecil, dia juga sangat butuh kasih sayang, dan perhatian secara langsung dari kamu, apa kamu mau nanti saat dewasa, soe jadi anak yang pembangkang, dan tidak mempunyai etika bila berhadapan dengan kamu??” (Jes)


Xander menggeleng, dan dia seketika langsung berpikir yang dikatakan jes ada benarnya, tapi meskipun dia merasa bersalah kepada anak tampannya itu, di dalam hatinya saat ini dia juga tidak ingin melihat kesayangannya dalam bahaya


“Huhh, aku harus bagaimana, Soe dan Jes merupakan orang yang sangat berharga di dalam hidupku, aku tidak ingin salah satu diantara mereka meninggalkan diriku, cukup sekali aku ditinggalkan, aku tidak ingin mengulang akan hal itu, itu sangat menyakitkan bagiku” (Batin Xander)


“Ya sudah om, om tunggu disini sebentar ya, aku ingin menjenguk Kak Axel dulu, nanti kita akan berbincang lagi” (Jelas jes)


“Ehhh..tunggu sayang, kenapa kamu tidak melepas kaca mata hitammu itu??? Kan disini tidak ada sinar matahari yang menyilaukan” (Xander)


“Eiihhh, gak apa2 kok om, hanya saja mataku ini sedikit bermasalah, ya biasalah aku lagi sakit mata, karena semalaman aku harus selalu standby di depan layar komputer, jadi om tidak perlu merasa cemas seperti itu” (Jes)


“Ihhh apaan sih om, aku ini baik2 saja, dan aku juga sebelum kesini juga sudah konsul ke dokter mata, katanya aku hanya butuh istirahat untuk memulihkan kondisi mataku ini” (ucap jes sambil melepaskan genggaman tangan)


“Kamu serius sayang??? Kamu tidak sedang membohongiku kan???” (Xander)


“Tidak om, aku tidak berbohong kepada om, jadi sekarang om lebih baik, menunggu diriku di sofa itu, dan aku juga tidak akan lama menjenguk kak axel, karena aku sendiri tidak mempunyai banyak waktu untuk berbincang-bincang” (Jes)


“Maksud kamu apa sayang??? Apa maksudmu itu sebentar lagi kamu akan meninnggalkan aku lagi??? Apa itu benar??” (Xander)


Jes mengangguk, dan segera dia menjelaskan kepada Xander bahwa dirinya tidak akan lama


“Mmm..maafkan aku om, tapi aku tidak akan pergi lama2, karena sebentar lagi masalahku akan benar2 tuntas, dan bagaimana kalau 3 hari lagi kita pulang ke negara H??” (Jes)


“Beneran sayang kamu mau pulang??? Apa kamu tidak ingin mmeperpanjang liburanmu lagi??? Kalau kamu mau nanti aku akan bilang ke bos kamu, agar kamu dikasih dispensasi, dan bila dia tidak menyutujuinya nanti aku pasti akan membatalkan kerja sama dengan bos kamu itu” (Xander)


Jes yang mendengarkan pernyataan Xander, seketika dia ingin menepuk jidatnya sendiri, karena aksi gila yang akan Xander lakukan, dia juga tidak habis fikir dengan cara fikir Xander kali ini


“Yaa...ampun om, itu terlalu berlebihan, om gak perlu melakukan itu semua, aku rasa liburanku kali ini sudah cukup, dan satu hal lagi..aku kangen dengan orang tuaku dan juga kakakku” (Jes)


“Ok, baiklah sayang, bila kamu memerlukan bantuanku, kamu jangan sungkan2, aku pasti akan selalu menolongmu” (Xander)


“Hmmm, ya sudah om, aku mau menjenguk Kak axel dulu, nanti kita akan sambung lagi” (Jes)


Xander langsung menganggukan, dia segera duduk disofa yang dimaksud jes, sambil menunggu jes, dia langsung memeriksa berkas2 kantornya yang setiap hari selalu dikirimkan oleh sekretarisnya. Sedangkan jes kini dia sudah mulai menuju ruangan axel


.


.


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote ya..., biar author semakin semangat untuk menulis kisah selanjutnya 😊


Salam Hangat dari Author


❤