CEO Is My Mom

CEO Is My Mom
Tidak jera



Ayoo klik like sebelum baca, tolong tinggalkan jejak di lapak author ya..


😊


Happy reading


😉


.


.


.


Jes kini telah sampai di markas intelegen negara, sebelum dia kesini dia sudah terlebih dahulu meminta tolong untuk melacak orang yang sudah berani mecelakakan dirinya dan juga Kak axel


“Bagaimana dengan penyelidikan yang kalian lakukan..apakah sudah ada petunjuk mengenai orang yang telah berani melakukan semua itu terhadap saya??” (Jes)


“Gini bos, untuk saat ini kami belum menemukan siapa orang itu, karena sepertinya latar belakang orang itu di lindungi oleh seseorang” (Bawahan)


“Hmm baiklah terima kasih, yasudah kalian kembali kerja, saya akan mengurus ini sendiri” (Jes)


“Apa bos yakin?? Kami saja yang banyak ini belum dapat menemukan siap orang itu, dan apa bos bisa melacak orang itu sendiri??” (ucap ragu bawahan)


“Kalian tenang saja, apa kalian meragukan keahlian saya selama ini??” (Jes)


“Maaf boss, kami tidak pernah meragukan bos sama sekali, kami justru sangat kagum terhadap boss karena boss selalu dapat melakukan apa yang kita tidak bisa lakukan” (Bawahan)


“Hem..baiklah kalian tidak perlu mencemaskan diriku, kalian kembali bekerja, dan bila nanti ada sesuatu saya akan meminta tolong kepada kalian” (Jes)


“Baiklah Boss” (Bawahan)


Setelah para bawahan keluar, jes langsung melancarkan aksinya untuk melacak orang yang sudah sangat tega mengacaukan liburannya kali ini, 1 jam telah berlalu, dan kini jes sudah mengetahui orang itu, dia juga tidak menyangka bahwa orang yang mengacaukan liburannya kali ini adalah mantan Pacarnya, dia juga sangat heran.. kenapa mantan pacarnya itu sangat tega dengannya, padahal selama ini dia tidak pernah mengusik hidupnya, kini Hati dan Pikiran jes telah dipenuhi dengan kata Dendam, dan dia juga bersumpah setelah nama dia kembali bersih dia akan membalaskan dendamnya kepada mantan pacarnya itu


POV Jes


“Ck..ck..ck.. Ternyata hukuman yang aku berikan kepadamu itu belum cukup membuatmu jera....Mmm sekarang kehidupanmu mulai membaik, tapi kelakuanmu tetaplah busuk, kamu menghalalkan segala cara agar kamu bisa kembali bangkit...dan gue heran sama dia kenapa dia sangat suka mengusik kehidupan ku, belum puas apa dia telah menghancurkan hatiku dan juga kehidupanku selama ini?? Oke Perang ini akan gue mulai, gue melakukan ini karena dia lah yang melakukannya duluan, jadi jangan harap setelah aku bergerak kamu dapat bebas dari perangkap ku, Matilah kau Breng***, sebelum itu aku akan membuat mu benar2 hancur, dan ya kali ini pembalasanku akan lebih sangat menyakitkan dari sebelumnya” (Geram Jes sambil menyeringai)


Jes yang sudah dapat mengenai informasi itu, dia langsung meminta bantuan bawahannnya kembali, dan dia juga telah memerintahkan bawahannya tersebut untuk melakukan tahap awal untuk memberantas mantan pacarnya itu


Skip


Di tempat lain


Al dan sasha kini sudah berada di ruangan yang sama, sasha juga sudah memberitahukan apa yang sudah dibicarakan di grup sahabatnya, al yang mendengar itu sangat senang, karena usaha yang akan dia lakukan kini akan semakin cepat


“Hahahahaha...bagus sekali, ohh iya sas..kamu juga harus pantau mengenai sahabatmu itu, mereka sudah melakukannya sampai mana, dan biar sisanya aku saja yang tangani, kamu tidak perlu mengetahui rencana apa ang akan aku lakukan” (Al)


“Oke al, gue akan mengawasi mereka, dan kenapa dari kemarin itu aku tidak bisa mengetahui rencana mu itu, heh al.. apa kamu lupa, bukannya kamu itu sedang bekerja sama denganku, lah kenapa ini jadinya kamu yang bergerak sendiri, ahhh ini namanya curang, kalau gini caranya aku gak akan puas, kan aku juga ingin turun tangan seperti mu” (Kesal Sasha)


“Please deh sas, gue tanya sama lo, apa sekarang lo punya uang yang banyak??” (Al)


“gak punya, terus kenapa??” (Sasha)


“Fix gue kesel sama lo, kenapa punya patner begini amat, ya...maksud gue itu, jaman sekarang itu semuanya perlu modal, dan apa lo tau, kemarin itu gue nyuruh orang juga pake duit yang lumayan, dan sekarang bila lo mau ikut campur, lo ikut campur di hal yang lain aja, dimana hal tersebut tidak membutuhkan uang sama sekali” (Al)


“Yaa ampun dasar cewek...maksud gue bukan gitu...maksud gue sekarang lo tinggal nunggu hasilnya aja...biar gue aja yang kerja, dan bila nanti pas di klimaksnya lo juga bakal ikut maju” (Al)


“Gue gak ngerti maksud lo..ya sudah kalau lo bilang gitu, gue bakal liat hasilnya, tapi lo jangan pernah mengecewakan gue” (Sasha)


“Siap..lo tenang saja, kita akan liat dan tunggu waktu yang tepat”(Al)


Sasha pun mengangguk dan dia juga kini hanya bisa pasrah dengan apa yang akan dia lakukan sekarang, karena dia juga gak bakal ingn dimarahi oleh Al apabila dia mengacaukan semua rencana Al itu


Skip


Jes kini telah kembali ke kediaman Axel dengan membawa berbagai bukti bahwa dirinya tidak bersalah, sebelumnya jes telah mengabari Xander bahwa dia akan terlebih dahulu pulang untuk mengambil sesuatu, dan Xander pun menyetujuinya


Disinilah dia, jes kini tengah berada di ruang tamu, dan dia juga sudah berada ditengah kedua orang tua Axel


“Pi mi, gini disini zizie ingin menunjukkan sesuatu untuk kalian, dan zizie harap setelah kalian melihat ini kalian bisa segera bertindak” (Ucap jes dengan serius)


“Baik, kamu mau menunjukkan apa??” (Tanya heran Papi Axel)


“Iya sayang, kamu mau memperlihatkan apa ke kami??? Kenapa mukamu sangat serius??” (Mami Axel)


“Zizie disini akan menampilkan semua rekaman utuh yang berada di CCTV di tempat kejadian pada malam itu” (Jes)


“Loh, bukannya kata kamu CCTV tersebut sudah dirusak?? Dan tidak bisa dilacak??” (Papi Axel)


“Iya Awalnya seperti itu, tapi setelah zizie meminta bantuan kepada teman zizie yang paham memperbaiki itu akhirnya zizie mengetahui full tentang kejadian itu, dari mulai kita dihadang sampai kejadian kak axel diserang” (dusta Jes)


Tanpa babibu lagi jes langsung memutar rekaman yang sudah berada di flashdisknya itu, Papi dan Mami Axel juga sudah menduga dari awal, karena bukan zizie pelakunya tapi ini adalah murni perbuatan seseorang yang menyuruh orang2 tersebut untuk mencelakai putra mereka itu


“Baiklah kalau begitu, sekarang juga kita bisa mengadakan Konfrensi pers, Papi tidak ingin nama kamu tercoreng, papi ingin cepat2 membersihkan nama mu dari segala tuduhan yang sekarang berkecamuk di kepala para warga di negara ini” (Papi Axel)


“Iya, mami juga setuju, ya sudah pi, sebaiknya papi menghubungi sekretaris papi untuk menyiapkan itu semua” (Mami Axel)


Papi axel pun langsung menghubungi sekretrisnya, dan tidak butuh waktu yang lama, mereka langsung bergegas menuju tempat yang sudah diatur oleh sang sekretaris


.


.


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote ya..., biar author semakin semangat untuk menulis kisah selanjutnya


😉


Ayoo..ayooo vote author yang banyak dan juga jangan lupa like ya, kalau like dan vote sudah banyak, nanti author akan crazy up lagi


😆


Happy Reading ya guyss


😄


Salam Hangat dari Author


😊