
“oke apakah kamu sudah mengingat siapa aku ini zizi sayang??” (tanya axel)
“bentar bentar, hmmm...Kak cel...pangeran...kak cel...apakah benar kakak itu adalah kak cel?? Apakah Kakak itu selalu mengikuti kemana aku pergi waktu aku kecil, dan kakak itu selalu ada disampingku ketika semua orang sedang sibuk dengan urusannya??? (tanya jes yang mulai mengingat kejadian itu)
“iya zizi sayang ini kak cel, pangeran kamu, dan kamu adalah tuan putri kakak, kakak kesini karena kakak mau menepati janji kakak ke kamu, kakak harap kita bisa selalu bersama seperti dulu lagi, mmm apakah kamu mau menerima kalung ini lagi seperti 10 tahun yang lalu???” (axel)
“huua....gak nyangka bisa ketemu lagi sama kakak....apakah kakak mau memberikan itu lagi ke aku??? Apakah kakak sekarang tidak mempunyai pacar??? Dan kenapa kakak masih ingat denganku???? Itu kan waktu yang sangat lama sekali, aku saja sudah melupakan kejadian itu...dan apakah selama ini kakak itu berusaha mencari keberadaanku??? Dan sekarang apakah kakak masih tinggal di negara K???” (tanya jes tanpa jeda)
“Zie sayang dengerin kakak, meskipun waktu itu kakak masih belum dewasa tapi kakak sudah berprinsip bahwa dihati kakak hanya ada kamu seorang dan gak ada gadis lain yang dapat menggantikan posisi mu dihati kakak, dan iya kakak sangat berharap kamu dapat mau menerima kalung ini, karena kalung ini emang sudah menjadi milik kamu, dan mmm...apakah kamu mau selalu disamping kakak seperti dulu lagi??? (ucap axel sambi memeluk jes)
“ mmmm...untuk sekarang sepertinya aku hanya bisa menerima kalung itu saja kak, tapi untuk aku selalu berada disisi kakak, aku sepertinya belum bisa, karena aku belum dapat mempercayai seorang pria lagi, dan aku harap kakak mengerti maksudku” (ucap jes sambi melepas peukan axel)
“hmm..baiklah untuk sekarang kakak sudah cukup senang, yaudah mulai sekarang kakak akan berusaha mencoba untuk mendekatimu lagi dan kakak harap hatimu itu akan berlabuh ke kakak” (axel)
Segera axel memasangkan kalung itu, dan dia segera keluar menghampiri dan memanggil teman temannya untuk kembali masuk ke ruangan jes
“bagaimana apakah lancar ber nostagia nya??” (xavier)
“hahaha...iya bagaimana xel apakah kamu sudah menjelaskan semuanya kepada nona jes ini??”(Nicho)
“iya sudah, ayo kita temui tuan putriku itu dan ayo kita segera kembali ke kediaman karena aku sudah capek dan aku ingin memikirkan beberapa hal penting setelah aku kembali ke kediaman” (axel)
Segera mereka masuk dan kembali berbincang bincang
“hai nona jes, ternyata kamu aslinya lebih cantik ya, dari pada di fotonya..ohh iya apakah nona adalah pemilik dari resto ini???”(nicho)
“iya benar aku adalah pemilik dari resto ini, ada apa memangnya apakah kamu mau bekerja disini??” (jes)
“hehehe..tidak nona saya hanya ingin bertanya karena saya sangat kagum akan desaign dari resto ini, resto ini sangat mewah dan harga makanan disini juga tidak telalu membuat dompet membengkak dan rasa dari makanan di resto ini benar benar sangat enak” (puji nicho)
“Iya aku setuju apa yang dikatakan oleh nicho, aku semakin kagum dengan kamu nona, kamu masih sangat muda tapi kamu bisa sesukses ini, dan apakah nona sudah mempunyai pacar??” (xavier)
“iya nona sudah punya pacar belum?? Kalau belum nona sama teman kami saja, dia tampan, dan asal nona tau sampai sekarang kita sahabatnya belum pernah melihat dia menggandeng seorang gadis, dan kita jamin teman kami ini pasti akan menjadi pendamping yang sangat setia” (Nicho)
“wow...luar biasa, teman kita yang satu ini ternyata bisa menggombal wow....peningkatan yang sangat bagus” (nicho)
“Luar biasa, gue jadi terharu akan perubahan sifat axel yang sangat drastis....huaa...xel...lo sering sering kaya gini ya, kan enak kalau misalkan lo sering sering kaya gini, kita berdua kalau di sekeliling lo gak bakal mati berdiri” (xavier)
“lah kenapa kalian mati?? Kan gue gak ngapa ngapain kalian” (tanya heran axel)
“dasar punya sahabat gak peka, heh asal lo tau ya, kita berdua ini sampai mental akan sifat lo yang sedingin es itu, dan asal lo tau kalau lo lagi ada suatu masalah pasti lo itu tambah galak dan kaya se*** gue aja sangat ngeri deket deket sama lo kalo lo lagi mode marah kaya gitu, jantung gue berasa mau copot ngeliat lo kaya gitu, dan gue harap stelah lo bertemu dengan tuan putri lo lo bakal sehangat ini di segala siatuasi dan kondisi, dan lo juga harus kasihan kepada karyawan lo, karyawan lo aja pada takut sama lo, untung mereka bisa tahan punya bos yang sifatnya kaya lo ini” (Xavier)
“ iya tuh benar, gue setuju, gue juga suka sikap lo yang kaya gini, dan gue juga sangat suka saat lo tersenyum lebar seperti tadi, itu adalah momen yang sangat bersejarah baut gue selama gue berteman dengan lo, kita ini udah temenan selama 7 tahun jadi gue sangat ingat kapan terakhir kali lo itu tersenyum lebar kaya tadi” (nicho)
“Haihh...kalian ini ternyata banyak bicara ya, dan kalian itu kenapa buka aib sahabat sendiri sih dan bukanya itu di depan tuan putri gue, kalian ini gak bisa liat kondisi huh” (kesal axel)
Jes yang melihat axel kesal dia tertawa sangat kencang dan tawanya itu mengundang perhatian mereka bertiga, jes yang melihat ketiga orang itu sedang menatapnya heran dia segera berhenti tertawa
“ xel liat tuh...tuan putri lo aja tertawa akan sifat lo, yaudah deh gue gak akan bahas tentang sifat lo lagi, ohh iya nona jes apakah kita bisa saling tukar no HP? Karena pasti kita bertiga akan bertemu dengan nona lagi” (nicho)
“ok baiklah aku akan memberikannya kepada kalian” (jes)
Setelah bertukar no hp mereka bertiga pun segera pamit dan mereka pun akhirnya kembali ke kediaman nicho dengan hati yang sangat puas terutama axel
.
.
.
Segitu dulu ceritanya ya...Semoga kalian suka😊
jangan lupa Like, Comment, dan vote ya, ohh iya untuk crazy up yang pernah author janjikan ke kalian author akan lakukan di hari sabtu ya...Keep stay toon ya guyss!!!
Salam hangat Author❤