
POV Soe
Soe yang kini sedang bermain di dalam kamarnya dia berceloteh sendiri karena dady dan momy nya belum kunjung tiba
“Momy dan dady kemana cih, kenapa sampai sekarang belum juga temenin soe main???”
Pasti meleka lupa sama soe, hiks..hiks...mereka dak cayank sama soe, Hiks..hiks...teman liat diliku ini, diliku ini tidak punya teman, hiks..hiks...” (Soe berbicara dengan robot2an yang dibelikan oleh Xander)
Tanpa soe sadari semua omongan soe sudah di dengar oleh Xander dan Juga jes, mereka seketika merasa bersalah, karena mereka tak cepat menemani soe bermain, ya...karena mereka mengobrol dengan Kak El membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam lamanya, Xander sebagai sang dady sangat merasa bersalah, karena dia baru tahu bahwa sang anak selama ini merasa kesepian, dan dia juga baru menyadari tak semuanya bisa dia beli dengan uang, jes yang melihat muka sang suami yang tiba-tiba murung, dia langsung memeluknya dan memberikan dia semangat, meskipun tak bersuara jes seolah-olah berbicara kepada xander
“Om, semangat, aku yakin kamu bisa memperbaiki hubungan mu dengan soe, dan aku yakin soe juga akan mudah untuk memaafkanmu bila kamu mau merubah sifatmu yang selama ini tidak peduli dengan dia, dan luangkan waktumu meskipun hanya sebentar, dan aku juga akan selalu dsamping mu untuk membimbing soe agar menjadi anak yang berhasil dan juga menyayangi orang tuanya” (Batin jes)
Setelah Xander diberikan pelukan yang hangat dia, sedikit kembali ceria dan dia juga bertekad mulai hari ini dia akan serius untuk memperbaiki hubungannya dengan sang anak tercinta, dia juga akan sangat berusaha agar tidak terlalu fokus dengan pekerjaannya yang setiap hari tidak ada habisnya, Ya persetan dengan pekerjaan yang membuatnya lelah dan juga terkadang emosi yang tidak stabil, Xander kini akan lebih fokus kepada kebahagiaannya yang selama ini dia impikan, Mempunyai keluarga kecil yang harmonis, dan tentunya mempunyai anak-anak dan istri yang selalu mendukungnya setiap saat dan mereka lah yang akan membuat hari-hari Xander akan lebih berwarna dari sebelumnya. Dia menatap wanita yang hari ini telah menjadi istri sahnya di mata negara, dia sangat bersyukur kepada Tuhan bahwa dia memiliki kesempatan untuk dapat merasakan cinta dan kasih sayang serta dia juga memiliki kesempatan untuk menjaga wanita yang selama ini membuat dia tergila-gila, dia tersenyum hangat dan mengangguk setuju apa yang diisyaratkan istrinya itu
Mereka langsung memeluk soe dengan pelukan hangat, Soe yang mendapatkan perlakuan itu terkejut dan juga tak percaya bahwa sang dady dan momy sudah berada di hadapannya tapi di dalam hatinya yang paling dalam anak tampan itu senang akhirnya kedua orang tuanya bisa bersama dengannya, Dengan mata yang sembab dan juga masih mengeluarkan air mata soe membalas pelukan kedua orang tuanya itu
“Sayang, maafkan dady....karena sudah membuatmu menunggu terlalu lama untuk momen seperti ini, dady janji mulai sekarang dady akan selalu menemani mu saat kamu bermain” (Xander meneluk soe dengan sangat erat)
“Maafkan momy ya sayang, karena mom terlalu lama mengobrol di luar, Ohh iya kenapa anak mom yang ganteng ini menangis?” (Tanya jes pura-pura tidak tahu bahwa sang anak menangis )
“Enggak mom, soe gak kenapa-napa” (Soe menghapus air matanya)
“Loh kenapa di mata anak mom ada air mata??? Apa ada orang yang sudah menyakitimu???? Ayooo ceritakan ke mom...biar mom bisa memarahinya, berani-beraninya dia sudah membuat anak mom yang ganteng ini menangis” (Jes)
“Ohh ini, ya sudah sayang kamu gak perlu khawatir, bagaiamana kalau besok kita beli mainan baru???? Kamu mau kan???” (Xander)
“Enggak mau dad, soe gak mau keluar, soe mau main ke taman” (Soe)
“Ahhh baiklah, besok sore setelah dady pulang kerja, dady akan mengajakmu pergi ke taman” (Xander)
“Benalkah dad???? Momy juga ikut kan??” (Soe)
“Iya sayang, mom akan menemani kalian” (Jes tersenyum)
“Asikkkkk......maacih momyy...dadyyy...soe sayang kalian” (Soe senang)
.
.
Penasaran dengan kelanjutannya??? Keep stay toon guys!!!
Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote ya..., biar author semakin semangat untuk menulis kisah selanjutnya
Salam Hangat dari Author 😉