
Jes tidak mempedulikan teriakan Xander, sekarang dia hanya ingin menjauhkan dirinya dari pria yang selalu saja membuntuti nya kemana saja, Xander merasa kesal karena teriakannya tidak dihiraukan oleh jes
"Aduhh, kenapa dia tidak meresponku sama sekali?? Ahhh ini harus aku kejar, aku tidak akan membiarkan kesayanganku menjauh dari ku" (Batin Xander)
Xander mulai kelelahan mengejar Jes, tanpa xander ketahui jes sesekali memperhatikan Xander, pada awalnya dia merasa tidak bersalah kepada xander, tapi setelah dia lirik untuk terakhir kalinya, Jes mulai bersalah karena demi mengejar dirinya, Xander tidak menghiraukan rasa lelahnya
Rasa pusing kini menimpa Xander, namun dengan tekad yang masih membara dia masih mau berjuang untuk menyamakan langkahnya dengan wanitanya
sedikit demi sedikit penglihatannya kini mulai kabur, dan semakin menggelap, untung saja sebelum Xander jatuh, jes sudah sigap untuk menangkapnya
"Hey..om, bangun, kenapa om segala pingsan disini sih...om bangun...Om" (Ucap jes sambil menepuk-nepuk wajah Xander)
Dengan cepat jes membawa xander ke rumah sakit terdekat, Tak lama mereka telah sampai di rumah sakit, dan Xander langsung mendapatkan pertolongan
"Keluarga Pasien" (Dokter)
"Saya dok, bagaimana dok kondisi nya?" (Jes)
"Ohh, suami ibu baik2 saja dan kemungkinan sebentar lagi pasien akan segera sadar, dia hanya kelelahan, dan tolong ibu juga harus memperhatikan makanannya, karena dari pemeriksaan yang saya lakukan, sepertinya suami ibu sering makan tidak teratur, bila ibu mau menjenguk pasien saya persilahkan" (Dokter)
"Ta..tapi saya bukan istri dari pria itu, saya hanya...emm..Ahh iya temannya saja" (Jes)
"Masa sih bu?? saya rasa tidak, karena tadi saya sempat mendengar pria itu menyebut nama seorang wanita, dan saya rasa yang dipanggil pasien adalah ibu, Ahhh bila tidak ada yang ditanyakan lagi, saya pamit undur diri" (Dokter)
Segera sang dokter meninggalkan jes sendirian, dan jes langsung menghampiri Xander
"Om...kenapa om tidak memperhatikan kesehatan diri om sendiri?? Om membuatku khawatir saja, ohh iya om maafkan aku bila tadi aku tidak menghiraukan ucapan om, Mmm aku menyesal...ehhh tapi itu semua aku lakukan karena aku masih sangat kesal dengan om, kenapa om masih saja mengikuti ku kemana pun, aku kan bukan anak kecil seperti soe, dan seharusnya yang lebih om khawatirkan itu adalah soe, bukannya aku, Huh...om cepatlah sadar, nanti bila om sudah sadar, mmm...aku janji deh akan menuruti satu permintaan om apa saja, kecuali soal penikahaan" (Jes)
Tanpa jes sadari, Xander sebenarnya sudah sadar dari tadi, Xander yang mendengar ucapan itu hanya bisa tersenyum dalam hatinya, karena selama ini dia selalu bertanya-tanya, apakah saat dia sakit, jes akan khawatir akan dirinya sama seperti Axel?? dan ternyata semua kekhawairannya sirna, melihat sikap jes barusan
"Eeeuuhh..." (Xander pura2)
"Om..Om sudah sadar?? aku akan memnagilkan dokter, om tunggu sini" (Jes)
J..der
Jes sangat kaget, kenapa orang yang sekarang berada di hadapannya mendengar semua itu, dan dengan kondisi yang malu terpaksa jes menganggukkannya
"Terima kasih, karena kamu sudah mengkhawatirkanku, dan maaf kalau selama ini aku sangat posesif terhadapmu, aku melakukan semua itu karena aku tidak mau melihatmu terluka, dan mengenai soe, kamu tidak usah khawatir karena semua itu sudah aku urus dengan baik, dan ya..sekarang ini giliranmu yang aku khawatirkan, dan sampai kapan pun aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian, dan bila suatu saat nanti jika kita dihadapkan situasi yang sangat sulit, dimana pada saat itu harus memilih kamu atau aku yang akan pergi, maka aku akan menjawabnya dengan sangat lantang... biarkan aku saja yang pergi, dan bila itu benar2 terjadi aku mohon kepadamu, tolong jangan menyalahkan dirimu sendiri, karena itu semua salahku tidak bisa melindungimu dengan baik, dan untuk 1 keinginan, nanti saja akan aku pikirkan dengan baik" (jelas Xander)
Jes mengernyitkan dahinya, dia sangat bingung akan maksud xander, dia sekarang sangat bertanya-tanya mengapa xander berucap demikian
"Apa maksud dia? apakah selama ini dia mempunyai musuh terselubung? Tapi mengapa dia harus menyelamatkanku? Tidak..aku tidak akan membiarkan itu terjadi, cukup 3 tahun yang lalu orang yang aku sayang meninggalkan ku, sekarang aku akan sangat berusaha untuk melindungi semua orang yang aku sayang" (Geram jes dalam hati)
"Ussttt...om tidak usah berbicara seperti itu, dan bila kejadian itu menimpa kita sebaiknya kita bekerja sama untuk melumpuhkan musuh2 yang berada di depan kita, aku yakin kita berdua bisa menaklukan orang2 itu" (Tegas jes)
xander hanya tersenyum mendengar itu, tapi tetap dengan pendiriannya dia tetap akan melindungi jes sampai akhir hayatnya
Di tempat lain
Seorang anak kecil kini sedang menangis, karena dia sangat merindukan Dady dan mommynya, semua orang sedang sangat bingung untuk membujuk anak kecil itu, yaa...membujuk untuk makan, karena sedari tadi anak kecil itu hanya mengurung diri di kamarnya, dan anak kecil itu adalah Soe
"Sayang...cucu oma yang paling ganteng, ayo makan nak...apa kamu mau melihat dady dan momny mu khawatir???" (Momy Xander)
"Tidak!!! Soe tidak mau makan!!!! Semua jahat sama Soe!!!" (Teriak Soe)
.
.
Jangan lupa Like, Comment dan Vote ya😉
Salam hangat dari Author❤