CEO Is My Mom

CEO Is My Mom
Sementara



ESL Corp


Hari ini Seperti biasa jes pergi ke kantornya dan di hari ini juga dia berterima kasih kepada sang bawahan


“ken, gue mau berterima kasih kepada kamu, berkat kamu saya tidak jadi masuk perangkap om pedofil” (jes)


“hehehee...sama sama bos, ohh iya boss jangan lupa simpan dokumen itu dengan baik ya, jangan sampe data itu hilang lagi, untung dia nyasarnya di kantor pencatatan sipil nah kalau nyasarnya di tangan musuh kita kan bisa bahaya boss” (ken)


“kamu tenang saja, saya sudah menaruhnya di tempat yang aman, ohh iya hari ini saya punya jadwal apa ken??” (jes)


“hari ini boss ada rapat dengan perusahaan Cullen company boss” (ken)


“oke baiklah, kamu atur saja dengan baik, bila sudah tiba waktunya kamu bisa memanggil saya” (jes)


“hee??? Boss maaf sebelumnya, boss ada peretemuan dengan pemilknya pada pagi hari ini” (ken)


“APA!!! Yaampun kenapa cepat sekali, yaudah baiklah ayo kita berangkat, saya tidak mau sampai client komplen” (ucap jes sambil meninggalkan ken)


“duh..duh..duh..punya boss gini banget, maklum masih muda makanya labil kaya gitu ckckc” (gumam ken)


Segera mereka menuju tempat pertemuan yang seblumnya telah diberitahukan, sesampainya di tempat tujuan,ken langsung memberitahukan wajah dari pemilik perusahaan Cullen Company dan yapss jes sangat amat terkejut bahwa pemilik dari Cullen Company adalah kakak masa kecilnya


“Ziie zie??? Kamu kenapa kemari???” (ucap axel sambil tersenyum)


“kak axel, kok kakak disini??? Jes kesini karena jes disuruh dari kantor untuk menemui client” (jes)


“apakah perusahaan kamu itu ESL Corp???” (axel)


“iya kak, perkenalkan aku adalah tangan kanan dari CEO ESL Corp” (ucap jes dengan jelas)


“wah..wah...wahh..gak nyangka ya, tuan putri kecilnya kakak sudah sangat hebat, ohh iya zizi kakak ini adalah pemilik dari Cullen Company, dan pantesan saja tadi kakak sepertinya sangat akrab dengan cowok yang disamping kamu itu” (axel)


“hehehe...iya kak dia adalah ken, ken ini adalah sekretaris aku, sebenarnya seharusnya itu 1 bulan yang lalu aku mengahdiri rapat yang pertama tapi sebulan kemarin aku ada urusan yang sangat penting jadinya hanya diwakilkan oleh ken” (jelas jes)


“kalau tau kamu adalah tangan kanannya, kakak jadi gak perlu nyuruh orang untuk mencari keberadaan kamu” (sesal axel)


“kakak gak usah menyesal begitu, yang penting kan aku sudah berada di hadapan kakak, jadi kakak sekarang bisa puas memandangiku setiap saat” (jes)


“ ihh...kamu itu, ternyata gak berubah ya, kamu itu masih saja seperti 10 tahun yang lalu” (ucap axel sambil memeluk jes)


“ekhmm...kak ayo sebaiknya kita bahas masalah perusahaan dulu baru kita bahas masalah pribadi” (ucap jes sambil mencoba melepaskan pelukan axel)


“sebentar saja zizi ku sayang...kakak masih sangat amat kangen dengan kamu” (axel)


“ayo lah kak, kita itu harus bisa bersikap professional nanti deh kita akan sambung lagi setelah kita membahasa masalah perusahaan, ini kan menyangkut kelangsungan hidup banyak pegawai kak” (jes)


“huh..iya iya baiklah, kakak mengerti, tapi kamu nanti harus benar benar menepati janji kamu tadi ke kakak” (axel)


“baiklah, zizie janji kak, nanti setelah ini kakak datang ke kantor jes saja ya, nanti disana kita akan bercerita banyak” (jes)


“ehmm...kakak gak mau, kakak maunya kita jalan jalan ke tempat yang romantis, seperti anak muda pada umumnya” (axel)


“yaampun kak, kita kan bukan pasangan kekasih, masa mau ketempat yang seperti itu...bagaimana kita makan saja” (tawar jes)


“tidak kakak tidak mau, yasudah bila kamu menolak pergi ke tempat seperti itu bagaimana kita pergi ke taman kota saja, lebih menarik, kan kamu tau kakak ini paling suka dengan alam, dan kakak paling tidak suka dengan ruangan yang henng sepi seperti itu” (axel)


“hahahaa...oke oke kak, baiklah, kita bisa pergi kesana sekalian kita ber nostalgie ketika kita masih sangat muda dulu...hmmm kak boleh kan nanti aku minta sesuatu yang aku mau???” (jes)


“tenang aja zizie sayang...kakak pasti akan membelikannya untukmu, kamu tidak perlu cemas tentang uang, karena uang kakak masih sangat banyak dan kamu bisa menggunakannya sampai kamu bosan” (goda axel)


“ish..kakak sombong, aku gak suka kakak yang seperti itu, tapi terima kasih ya kak sudah mau menuruti apa yang aku mau” (jes)


“sama sama zize sayang” (ucap axel sambil terseyum lebar)


“oke bailklah zizie sayang” (axel)


Segera mereka membahas proyek yang sedang berjalan, dan axel sesekali mencuri pandang terhadap jes dia sangat kagum atas sifat jes yang sangat professional


POV Axel


“sungguh, nikmat mana yang engkau dustakan, kalau begini terus diriku semakin tidak akan bisa menahan untuk memilikinya seutuhnya, tuan putriku sekarang telah menjelma orang yang sangat hebat, aku semakin penasaran selama 10 tahun ini kamu melakukan apa saja, sehingga kamu itu bisa sehebat ini” (gumam axel di dalam hati dengan mata yang masih terfokus kepada jes)


“oke baik, apakah yang tadi saya jelaskan sudah cukup jelas??? Dan apakah kalian semua ada pertanyaan tentang tadi???” (jes)


“kalau menurut saya, penjelasan dari nona jes sangat jelas, boss bagaimana menurut boss??” (tanya brandon(sekretaris axel))


“kalau saya juga sudah cukup jelas, dan nanti dokumen yang tadi anda jelaskan bisa dikirimkan ke kantor saya, biar saya bisa baca lebih lanjut lagi” (axel)


“oke baik, nanti sekretaris saya akan mengirimkannya ke kantor tuan axel” (jes)


Sesi pertemuan akhirnya telah selesai dan sesuai dengan perjanjian axel dan jes pergi ke arah taman kota


Taman Kota


Jes yang melihat para anak anak bermain dengan riangnya di taman tersebut dia jadi teringat akan dirinya 10 tahun lalu, dimana pada saat itu dia belum memikirkan akan hal yang berat, meskipun dia terlihat sangat kuat di luar tapi di dalamnya sebenarnya dia sangat amat rapuh kerapuhannya itu akan bertambah bila seseorang yang sudah sangat dia percaya menghianatinya dan dengan secara terang terangan menghinanya di hadapan muka umum


POV Jes


“Lihatlah disana mereka itu seperti dirimu pada saat kamu berusia 8 tahun, aku iri dan sangat iri sama mereka, bisa bermain dengan sangat bebas, aku juga mau seperti itu untuk sesaat tapi aku tidak bisa melakukan itu karena aku harus menjadi kuat agar semua orang bisa selalu dekat denganku, aku tidak ingin menjadi diriku pada 8 tahun yang lalu, dimana dahulu dengan gampangnya orang menghina dan merendahkan ku...hmm...kapan ya, semua beban yang sekarang berada di pundakku bisa hilang dan aku bisa menikmati hidupku ini??? Huhh” (pikirnya sambil mengehembuskan napas dengan kasar)


Axel yang melihat jes sedang merenung dia langsung menyadarkan jes dan meminta jes untuk bermain bersama


“zizie sayang, ayok kita main balon tiup ini, kita sudah lama sekali tidak memainkan ini” (ucap axel sambil menyodorkan balon tiup)


Jes pun langsung mengiyakan perkataan axel dan mereka pun bermain sama seperti anak kecil yang jes lihat tadi, tanpa jes sadari dia bisa tertawa sangat riang dan bila orang orang lihat ekpresinya saat ini bisa dibilang seperti anak pada usia 10 tahun


“hahaha..kakak axel lihat ini balonku lebih besar dari punya kakak!!!!” (teriak jes sambilmenunjukkan senyum manisnya)


“ohooo kamu curang, oke kamu sekarang bisa senang, kakak pastikan nanti kamu akan merasa kalah...lihat ini” (ucap axel sambil mencoba meniup kembali)


Canda dan tawa mengiringi mereka, dan tanpa mereka sadari seseorang telah mengambil potret kebersamaan mereka dibalik semak semak


“ceklek..ceklekk....Hmmm menarik sepertinya” (gumam seseorang sambil menapilkan senyum devilnya)


.


.


.


Segitu dulu ceritanya ya...Semoga kalian suka


😉


Untuk semuanya Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote ya..., biar author semakin semangat untuk menulis kisah selanjutnya


😄


Happy Reading ya guyss


😉


Salam Hangat dari Author