CEO Is My Mom

CEO Is My Mom
105



Jes langsung tersenyum sangat manis ketika Axel memanggil namanya dengan mata yang berbinar. Sebenarnya di dalam hati jes yang paling dalam dia merasa sangat tidak tega, untuk meninggalkan axel yang masih sangat membutuhkan perhatiannya, tapi mau bagaimana lagi jes terpaksa meninggalkan axel karena jes sangat tidak tega dengan soe, ya karena menurutnya soe lebih penting, jes tidak mau di cap sebagai orang yang ingkar janji. Dengan penuh keberanian kali ini jes akan langsung mengungkapkan maksud dia datang ke ruangan axel


"Kak Axel" (Jes)


"Kakak kira tadi siapa, ternyata kamu....oh iyaa zizie apa benar kamu itu seorang anggota badan intelejen dunia? Dan kalau benar mengapa kamu harus menyembunyikannya dari kakak?" (Axel)


Jes kaget karena dia tidak menyangka bahwa axel juga telah menonton acara siaran langsung itu


"Hmmm...iya kak itu memang benar, Maaf zizie tidak memberitahu karena memang seharusnya identitas zizie itu dirahasiakan....tapi demi kasus yang baru saja di tangani, mau tidak mau jes harus tampil di depan umum" (Jes)


"Huh...kamu ya...kalau kamu terluka bagaimana coba, cukup kakak saja yang terluka" (cemas Axel)


"Baiklah kak, selanjutnya zizie akan lebih hati2 lagi, Ohh iya kak ada hal penting yang mau aku omongin" (Jes)


"Apa itu zizie sayang?" (Axel)


"Hmmm...zizie mau bilang kalau besok zizie akan pulang" (Jes)


Degh....


Seketika hati axel merasakan sakit yang luar biasa, karena dia sangat tidak menerima mengenai pernyataan yang baru saja di ucapkan oleh jes. Axel lalu mengehela nafasnya dengan kasar...dan jes pun mendengar sangat jelas helaan nafas axel


"Kak axel tidak usah khawatir, nanti jes akan kesini lagi, kak axel harus fokus dengan proses penyembuhan kakak, zizie mau nanti bila zizie kemari kakak sudah pulih dan kita bisa jalan2 lagi seperti kemarin" (Jes)


"Zizie sayang....kenapa kamu begitu terburu-buru? Apa kamu ada masalah?" (Axel)


"Sebenarnya jes tidak ada masalah apa pun kak, alasan utama zizie kembali karena Soe, zizie tidak mau mengingkari janji zizie ke dia...kasian dia masih kecil" (Jes)


"Janji?" (Axel)


Jes mengangguk lalu dia menjelaskan semua yang sudah terjadi, setelah mendengarkan penjelasan dari jes, akhirnya axel mengerti karena saat ini ada orang yang lebih membutuhkan jes, dan masih dengan muka yang tidak terima untuk ditinggal, Axel langsung angkat bicara


"Baiklah....ya sudah kalau begitu, kakak ijinkan kamu untuk pulang...tapi..." (Axel)


"Tapi apa kak?" (Jes)


"Tapi kamu juga harus berjanji setelah itu kamu harus kesini lagi, dan melakukan semua yang sudah kamu ucapkan tadi" (Axel)


"Kakak tenang saja, aku akan kesini lagi, selain kakak aku juga ada alasan lain mengapa aku harus kembali ke negara ini, Ok deh kak axel thank you ya kak udah mau mengerti keadaan zizie" (Ucap jes misterius)


"Hmmm....kak kalau begitu zizie pamit ya...zizie harap kakak cepet sembuh, dan nanti kita bisa jalan2 seperti kemarin" (jes)


"Baik zizie sayang, kakak akan cepat pulih untuk dirimu, bila kamu sudah disana jangan lupa untuk mengabari ku" (Axel)


"Siaap kak" (Jes)


Sebelum meninggalkan kamar axel, jes langsung memeluk axel dan axel juga membalas pelukan hangat dari sang pujaan hatinya itu, axel yang sudah merasakan pelukannya sudah tidak sekencang tadi, dia langsung mengambil alih


"Ehhhh kak" (Jes)


"Sebentar saja zizie...kakak masih ingin seperti ini" (Axel memeluk erat jes)


Mereka berpelukan cukup lama, dan jes juga sudah mulai merasa pengap, dengan terpaksa dia melepaskan pelukan axel, axel langsung mengerti dan melepaskan jes. Setelah pelukan terlepas jes langsung pamit, namun sepertinya axel tidak rela zizie pergi, kenapa begitu karena saat akan hendak berbalik axel langsung menahan tangan jes dan langsung memutar tubuh jes


Cup


Axel langsung mendaratkan ciuman di bibir jes dengan lembut, jes seketika langsung menegang dan dia tidak bisa melakukan apa pun selain pasrah. Karena tidak ada pergerakkan apa pun axel langsung menambahkan aksinya, sekarang dia berusaha untuk menikmati rasa sayang yang sudah sangat menggunung di hatinya


Baru saja bergerak, jes sudah terlebih dahulu mendorong badan axel


"Maaf kak" (Jes)


"Bu..bukan...kamu yang seharusnya meminta maaf seharusnya kakak, maaf kakak telah lancang" (Axel merasa bersalah)


"Ya sudah, zizie pamit ya kak, Bye bye kak" (Jes)


Jes langsung berlalu dari hadapan axel. Axel hanya tersenyum dan langsung menghela nafas kembali, karena dia merasa frustasi sebab menurutnya sangat sulit untuk menaklukan hati jes. Axel tidak pantang menyerah dia bertekad setelah dia sembuh dia akan benar2 serius untuk mengejar cinta dari seorang Jesley Eloise Mackenzie


.


.


Jangan lupa Like, Comment, dan Vote ya😉


Penasaran??? Keep stay toon ya guys😄


Salam Hangat dari Author💞