CEO Is My Mom

CEO Is My Mom
Pesta (3)



Hai..Haii My Readers...


Untuk chapter kali ini author sengaja kasih cuplikan dari chapter sebelumnya...supaya kalian lebih enak dalam membacanya...yaudah yuksss langsung aja lihat kisah selanjutnya...Happy Reading Guysss!!!


😄


Sasha jatuh dimana didepannya saat ini ada jes dan semua orang yang ada di sekelilingnya langsung melihatnya, dia pun gak menyia-nyiakan kesempatan


“Hikss..hikss..hiksss...kamu apakan aku jess??? Hikss...hikss..hikss...aaa...kkk...uuu..gak ada salah denganmu kenapa kamu begini, aku ini sahabatmu...hikss..hikss...hiksss” (ucap sasha dengan air mata buayanya)


Jes yang melihat sasha dengan kondisi seperti itu merasa heran dan dia merasa tidak melakukan itu kepadanya, semua orang yang melihat kejadian itu merasa iba terhadap sasha dan tak sedikit orang yang mencaci maki jes karena sekarang posisinya sasha memohon-mohon untuk dibantu oleh jes tapi jes hanya melihatnya begitu saja tanpa rasa mau menolong sasha


“Lihat-lihat itu...tega sekali sahabatnya”


“Iya itu yaampun...aku kasihan sekali sama dia...lihat deh itu bagian pundaknya, dia habis diapakana oleh temannya??? Ckckc dasar jahat”


Tak lama teman-teman jes yang melihat dean menghampiri segerombolan orang yang dimana disertai perbincangan, dimana itu membuat pesta sedikit lebih ribut


“Permisi, ini ada apa?? Kenapa berisik sekali disini???” (Giselle)


“Iya, ada apa yaaa???” (Bella dan Jeny)


“Sini-sini kalian harus lihat itu perempuan yang memakai dress hitam itu telah mendorong temannya sendiri hingga jatuh, dan kalian juga harus lihat teman yang dia dorong pundaknya sangat memar, kayanya temannya itu habis dia aniaya” (orang)


Mereka bertiga sangat kaget karena yang tengah jadi pusat perhatian adalah sahabat mereka, segera mereka menghampiri mereka berdua dan mereka langsung membantu sasha berdiri serta mereka juga tak lupa mengusir orang-orang tersebut karena mereka tidak mau kejadian ini sampai terdengar ke telinga raja


“ Yaampun sas kamu kenapa??? Jes kamu apakan sasha???” (ucap Jeny sambil membantu sasha berdiri)


“Iya jes kenapa kamu sangat tega sekali....dia itu masih menjadi sahabat kita!!!, kalau ada masalah kan bisa dibicarakan dengan baik gak perlu kamu sampai menyiksanya seperti ini!!” (giselle)


“Iya...kami tau kalau kamu ini tomboy, tapi gak segininya juga, kasian dia lihat ini gaunnya sampe-sampe kamu robek!!!” (bella)


Jes yang merasa geram atas apa yang mereka lontarka, jes langsung angkat bicara


“Heii kalian, bisa gak sih jangan memojokkan aku??? Kalian itu sebelum komentar harusnya tanya dulu kejadiannya gimana, jangan langsung menuduh orang saja, dan belum tentu orang yang kalian pojokkan itu salah” (jes)


Mereka bertiga yang mendengar pernyataan jes langsung membenarkannya, sasha yang melihat temannya itu mulai luluh dia langsung membuat drama lagi


“Jes, maafkan aku bila aku selama ini menjadi beban hidupmu, dan kamu perlu tau aku sama el tidak ada hubungan apapun, jadi kamu gak perlu sampai semarah itu kepadaku sampai-sampai kamu mengancam akan melakukan sesuatu terhadapku...kalau misalkan kamu suka sama el aku akan mencoba untuk menjauhinya” (ucap sasha dengan wajah yang sendu)


“Ehhh...sas...el itu siapa??? Kok kami baru dengar??? Bukannya dia sama al ya???” (Bella)


“ kalian harus tau, jes ini sudah lama tidak menjalin hubungan dengan al, mmm...el itu adalah seorang pengusaha nama lengkapnya itu Ellard Louvain Mackanzie” (sasha)


“Gilaaa...Bener itu??? Dia kan anak dari keluarga mackenzie, beruntung banget kamu sas....Jes kamu jangan kaya gitu...masih banyak cowok diluar yang lebih dari dia...jadi kamu juga jangan ikut campur sama hubungan mereka...dan gue gak mau kalau persahabatan kita sampai hancur Cuma gara-gara cowok!!! Dan lo tega banget sihh sama sahabat lo sendiri” (Giselle)


“ Iya jes itu benar, kamu harus minta maaf sama sasha.... jangan sampai masalah ini berlarut-larut gak enak dilihat sama orang” (jeny)


“Asalkan kalian tau, aku gak melakukan apapun terhadapnya, dan sorry ya gue juga gak mau minta maaf ke dia karena gue gak merasa bersalah sama dia!!! Dan asal kalian tau gue gak pernah memukul dia dan juga gue gak merobek gaunnya itu!!!” (ucap jes dengan nada lantang)


Mereka yang melihat jes merasa geram karena jes masih saja mempertahankan keegoisannya, sasha yang melihat itu merasa senang dan dia segera memberi kode kepada viona, viona yang melihat itu langsung beraksi


Tak lama terpampang sebuah layar yang besar dan rekaman video langsung ditampilkan dimana rekaman tersebut menunjukkan jes sedang berada di kafe yang sama dengan sasha namun berbeda tempat dan jes sedang menelpon sesorang yaps..yang dia telpon adalah kakaknya sendiri, yaitu kak el


POV Author


Perlu kalian tau jes tidak pernah mengungkapkan identitas asli kakaknya kepada orang lain termasuk juga sahabatnya dan semasa dia sekolah dia membayar seseorang untuk menjadi kakak pura-puranya...Next


Bukti Rekaman


“Halo, lo ada dimana??” (jes)


“sama siapa lo disitu???”(jes)


“emm...gu..ee sendiri kok jes...ada apa??? Lo ada dimana??” (el)


“ohh lo lagi sendiri??? Gue lagi ada di mall ini, yaudah gue mau lanjut belanja dulu” (jes)


“Ohh iya...selamat berbelanja ya...” (el)


Segera jes mengakhiri telpon tersebut dan gak lama dia menangis


“Kenapa lo harus bohong sih kak el....hikss..hikss...padahal kan jes kangen sama lo kak...apa gue itu gak penting ya dihidup lo??? Sampai-sampai lo gak mau bilang lagi sama siapa??? Orang yang lo temuin itu sahabat gue...hiks..hiks...oke gue gak akan nangis liat aja lo apa yang akan gue lakuin ke lo...pasti lo akan nyesel udah bohongin gue!!!” (ucap jes dengan tegas)


Rekaman tersebut telah didengar dan di lihat oleh semua orang, dan orang-orang yang melihat itu langsung menyumpahi jes, begitu pula dengan para sahabatnya...mereka tidak menyangka bahwa jes akan melakukan hal yang sekeji itu, jes yang melihat itu hanya bisa menangis dan pikirannya kacau karena dia berbicara seperti itu ditunjukkan ke kakaknya bukan ke sasha. Dan untuk sasha dia sangat bahagia karena jes sekarang sudah tidak ada muka didepan semua orang di negara V ini


POV Sasha


“Hahaha...gue seneng banget liat si ja**** itu terpojokkan, ini belum seberapa...gue mau semua orang didunia itu membenci lo, dan gue akan mewujudkannya segera... ingat itu jes!!!” (gumamnya dalam hati)


Felix dan vincent yang sedari tadi asik berbicara mereka pun berhenti dan mereka kaget atas apa yang dia liat di rekaman itu dan mereka segera mencari jes, mereka langsung berpikir bahwa sekarang jes tengah dibully di tengah keramaian, dan untuk sekarang penampilannya jes sudah sangat kacau, dan bisa dibilang mengenaskan


Sesampainya ditempat jes, felix langsung melihat ke arah temannya jes tanpa lebih dahulu melihat ke jes dia melihat temannya sudah babak belur dan sampai-sampai gaunnya robek, dia yang melihat itu marah karena jes melakukan itu semua saat pesta sedang dilakukan, dia pun sekarang berpindah haluan yang tadinya dia mau menolong jes sekarang dia akan menolong sasha


“Sudah-sudah kalian semua jangan seperti ini sebaiknya kalian bubar, karena pesta belum selesai” (ucap felix dengan tegas)


Segera orang-orang pergi dan kebali menikmati pesta, felix pun langsung melanjutkan bicaranya


“Dan untukmu jes, aku sangat kecewa sama kamu, aku kira kamu itu baik dan berbeda dari gadis-gadis yang lain, ternyata kamu itu lebih buruk dan aku harap kamu keluar dari pesta ini karena pesta ini tidak layak untuk seorang penjahat sepertimu!!! Oh iya untuk kerja sama aku akan memikirkannya lagi...Cepat sana kamu keluar, dan untuk kamu sebaiknya kamu pakai jas aku dulu aku akan membawamu ke ruang kesehatan!!!” (ucap felix dengan nada yang lantang sambil melepaskan jasnya lalu menuju sasha)


Jes yang melihat itu hatinya semakin sesak dan dia langsung mengepalkan tangannya agar tidak menagis histeris. Vincent yang melihat itu langsung menghampiri jes karena tidak ada seseorang yang mau mendekati jes


“Heii...adek abang jangan menangis...abang akan selalu bersama denganmu...abang yakin ini bukan semua ulahmu....kita bisa membuktikan mereka di lain waktu...ayo kita pergi, abang janji akan membantumu mencari bukti agar namamu kembali menjadi baik” (ucap vincent sambil memeluk jes)


Baru saja akan melangkah, Felix sudah berucap kembali


“PENJAHAT...KAMU CEPAT PERGI DARI SINI AKU SUDAH MUAK MELIHATMU!!! Dan Bang sebaiknya kamu gak usah menolong penjahat itu, biarkan dia sendiri yang menanggungnya..!!”


Vincent yang mendengar itu langsung naik pitam


.


.


.


Jeng-jeng-jeng....Bagaimana Kisah selanjutnya???


Keep Stay Toon yaa


😄


Jangan lupa Like, Comment, dan Vote ya



Salam Hangat dari Author