CEO Is My Mom

CEO Is My Mom
Bertahanlah



"Sayang!!!"(Xander)


Jes yang kini tengah duduk dan menunggu akan operasi Axel selesai, dia serasa tidak asing mendengar teriakan itu, dengan memberanikan diri jes langsung menengok ke sumber suara itu dan saat dia menengok dia sangat amat terkejut karena yang berteriak itu adalah orang yang selama ini selalu mengikutinya dan juga menjaganya yaa meskipun itu tidak secara langsung


Xander yang melihat jes berbalik badan dan kini tengah menatapnya, dia senang karena teriakannya itu mampu mengalihkan perhatian jes untuk sementara waktu


"Sayang!!!!"(Ucap xander seraya memeluk jes)


Tangis jes pun pecah di dalam pelukan xander, xander yang mendengar isakan tangis jes, dia merasa tidak tega


"Sayang,untung saja aku mengikutimu ke negara ini, aku berjanji sampai kapan pun aku akan selalu berada disisimu, dan aku juga akan membantumu keluar dari masalah ini" (batin xander)


Setelah 15 menit akhirnya jes berhenti menangis dan xander pun langsung menanyai keadaan sang pujaan hati


"Sayang, bagaimana kondisimu?? apa kamu terluka???"(Tanya xander dengan khawatir)


"Hikss..hikss..Maaf om karena diriku baju mu jadi basah, kondisiku baik2 saja, dan aku sangat menyesal kenapa aku bisa selengah itu sehingga orang yang ku sayang harus menderita seperti ini, baru saja kami dipertemukan, aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri apabila hal buruk menimpa ka axel, Hikss..."(Jes)


"Tidak sayang,ini semua bukanlah salahmu, ini adalah salah orang yang telah mengirimkan orang orang itu untuk mencelakaimu dan tolong kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri"(jelas xander)


"hikss...hikss...mereka jahat sekali...hikss..hiks"(jes)


"Sudah sayang, kamu jangan menangis, dari pada kamu menangis lebih baik kamu berdoa kepada tuhan agar semua kembali seperti semula, dan semoga operasi kakakmu itu berhasil"(Xander)


Jes pun mengangguki perkataan xander, xander yang melihat jes mengerti akan ucapannya dia sedikit tenang dan segera dia menyerahkan baju yang berada di paperbag yang sebelunnya telah dia siapkan untuknya


Kini jes pun telah tenang, dan tak lama kedua orang tua axel telah tiba di depan ruang tunggu itu


"Zizie, bagaimana apakah axel telah selesai menjalani operasi??"(mami axel)


"Belum mi, dari tadi belum ada satu pun yang keluar dari ruangan itu, mi...maafkan zizie, karena zizie tidak bisa menyelamatkan kakak...hikss...hikss...seharusnya luka itu berada di tubuh jes dan bukan di tubuh kak axel"(Ucap jes dengan terbata bata)


"Sayang, mami mengerti tentang kondisimu saat itu, dan mami juga sebenarnya tidak menyangka hal ini akan terjadi, dan mami harap kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri, mami juga paham kenapa axel menyelamatimu, karena axel tidak ingin melihatmu terluka, sebaiknya kita berdoa agar axel bisa selamat"(ucap mami axel sambil memeluk jes dengan erat)


Xander, Papi Axel yang melihat mereka berdua juga juga ikutan menangis karena mereka tidak sanggup melihat orang tersayangnya begitu terpukul seperti saat ini


2 jam berlalu, dan akhirnya dokter keluar dari ruangan operasi


"Dok, bagaimana keadaan anak saya??"(Papi axel)


"Iya dok bagaimana keadaanya??"(Mami axel)


"Syukur operasinya berjalan lancar tapi kondisinya saat ini masih buruk,dia belum keluar dari keadaan kritisnya dan bisa dibilang di koma, tadi selama operasi pasien kehilangan banyak darah, dan untuk kemungkinan dia bangun sepertinya kita harus menubggu mukjizat dari yang di atas, baik kalau tidak ada lagi saya permisi"(Dokter)


"Tunggu dok, apakah tidak ada hal lain yang bisa di lakukan agar kondisinua membaik??"(Jes)


"Untuk sementara kami belum bisa memastikannya, jadi saya harap keluarga pasien bersabar, dan kalau dia sudah melewati masa kritis, saya akan memberitahukan kondisi pasien lebih lanjut"(ucap dokter yang tak lama meninggalkan mereka semua)


"Sudah mi...mami jangan menangis, papi yakin anak kita akan segera sadar dari komanya, mi...liat papi, mami harus kuat demi anak kita, papi harap saat axel bangun mami tidak sakit karena papi tidak mau melihat anak kita yang penurut itu khawatir akan kondisi kita, apa mami mengerti apa yang di maksud oleh papi???"(ucap papi axel denga mata yang berkaca kaca)


"Hikss...hikss...."(tangis mami axel pun pecah)


Hal ini pun juga terjadi kepada jes


"Hikss...hiks...Kakakkk!!!! hikss..hikss"(Jes)


"Sayang...jangan menangis..."(ucap xander sambil memeluk jes)


"Om...om...Kak axel..kak axel..hiksss...hiksss"(Jes)


"Sayang..aku yakin kakak mu itu akan segera bangun, dia akan bertahan...sudah sayang kamu harus kuat untuk kakak mu itu, dan kamu juga harus seperti dulu lagi, aku merasa sakit bila kamu seperti ini"(lirih xander)


"Hikss..hikss...ini semua karena kesalahanku...hikss..hiksss..."(Jes)


"Tidak!!! ini bukan salahmu, dengarkan aku baik2, setelah ini aku akan membantumu menyelidiki dalang dari kasus ini...dan aku yakin pasti orang yang melakukan ini adalah orang terdekatmu, dan aku harap kamu tidak kembali menyalahkan dirimu sendiri...aku yakin pasti suatu hari nanti kakak mu itu akan bisa melewati kondisi kritisnya"(Xander)


Jes tidak memperdulikan omongan dari Xander, kini yang dia perdulikan adalah kondisi dari axel


Setelah 1 jam berlalu akhirnya axel dipindahkan ke ruang ICU dan tanpa babibu, Jes meminta ijin kepada semua agar dia bisa menemui axel terlebih dahulu


Ruang ICU


Jes kini telah memakai pakaian yang disediakan rumah sakit, dan kini dia telah berada di dalam ruangan itu. Pandangannya sedari tadi tak bisa berhenti menatap ke arah pasien yang sedang terbaring koma itu


Perasaannya kini hancur, karena orang yang dia sayang harus terluka karena dirinya, dan bila tuhan mengijinkan untuk memutar kembali waktu, dia pasti akan menyelamati pria itu dari insiden yang tak terduga itu


"Kak...maafkan zizie, maafkan aku karena aku tidak bisa melindungimu dari serangan itu...Seharusnya aku yang ada di posisi kakak, kak..kenapa tuhan sangat jahat kepadaku?? kenapa dia sangat suka mempermainkan perasaanku?? kenapa dia tidak bisa sekali saja membuatku bahagia??? Dan kenapa takdir baik tidak selalu berada disisiku???


Cukup sekali aku menerima tuhan merenggut kebahagianku saat aku berusia 15 tahun, tapi sekarang aku tidak akan terima bila dia merebut kembali orang yang ku sayang...Kak..tolong cepat sadar...Tuan putri mu ini merindukanmu..ayo kak tolong buka matamu...tolong lihat aku...aku tak sanggup melihatmu seperti ini...hikss..hikss, Tolong bertahanlah kak demi aku"(ucap jes dengan nada yang terisak)


Cukup lama jes di samping axel, dia menceritakan semua kenangan indah yang pernah dia miliki saat bersama axel...kini jes hanya bisa menangis dan menangis...Menurutnya Tuhan sama sekali tidak pernah mendukungnya untuk mendapatkan kasih sayang yang lebih dari orang2 terdekatnya


.


.


.


Semoga Kalian suka😉


Jangan Lupa Like,Comment, dan Vote😄


Salam hangat dari Author😊