CEO Is My Mom

CEO Is My Mom
Anak Kecil



Pagi hari jes telah bersiap siap untuk melakukan acara liburannya itu, dia juga tidak lupa untuk mengurus Soe, ketika mereka berdua telah selesai bersiap siap, mereka pun segera turun dari kamar dan mereka langsung menyusul keluarga axel untuk sarapan, axel sangat terkejut bahwa zizie telah siap untuk melakukan jalan2nya di pagi hari


“Zizie sayang, kok kamu sudah siap saja sih??? Kenapa kamu tidak mengingatkanku untuk bersiap siap kan aku juga mau ikut jalan2 sama kamu” (kesal Axel)


“ehh, kirain aku kakak hari ini akan ke kantor dulu, makanya aku gak ingetin kakak, yaudah kalau kakak mau ikut, aku sama Soe akan menunggu kakak disini” (jes)


Axel yang mendengarkan penuturan jes itu sangat senang dan dia langsung bergegas untuk mengganti bajunya, saat setelah dia berganti baju dia langsung kembali menuju ke meja makan, namun langkahnya terhenti karena papinya memanggilnya


“Yaampun xel, kamu itu seperti anak kecil saja, ohh iya apa kamu sudah alihkan pekerjaanmu itu ke sekretaris mu??” (papi axel)


“kalau soal itu sih belum pi, tadinya sih pengennya sekalian aku berangkat liburan aku akan mampir sebentar ke kantor lagian juga memberitahukan itu juga tidak akan lama, dan aku juga ingin sekalian mengenalkan ke karyawanku semua bahwa zizie adalah calon istri ku” (Axel)


“Sebentar, sebentar, apakah kamu yakin xel??? Kan orang2 taunya kamu itu adalah tunangannya Bella dan bila berita itu tersebar apakah keluarga Bella akan setuju??? Papi harap kamu tidak menciptakan masalah baru” (papi axel)


“hmmm gini pi, sebelumnya axel mau tanya ke papi, kemarin sih aku sudah bertanya kepada mami, apakah papi setuju apabila aku memilih zizie sebagai istriku??” (axel)


“Kalau papi sih setuju2 aja, papi kan selama ini tidak melarangmu berhubungan dengan wanita manapun, yang penting wanita itu baik, dan mempunyai etika, dan yang terpenting itu kamu mencintainya, karena nantinya kan kamu yang kaan menjalankan rumah tangga dan bukannya papi” (Papi axel)


“Ok thank you pi, dan untuk soal berita itu aku akan segera umumkan bahwa mulai sekarang aku bukanlah tunangan Bella, dan papi juga gak usah khawatir tentang perekonomian perusahaan itu semua aman terkendali, dan papi juga mulai sekarang jangan lagi berhubungan dengan orang tuanya bella, kan papi tau mereka itu orangnya gak bisa diajak selow” (Axel)


“hahahaa...baik, baik, ka kemarin2 itu papi hubungan dengan mereka karena papi mau liat kamu itu mempunyai seorang pendamping, dan papi juga gak mau liat kamu menjadi bujang lapk, dan satu hal lagi papi sudah mau cucu dari kamu” (Papi axel)


“kenapa papi gak bilang dari kemarin2 kalau aku tau kaya gitu aku akan bilang alasan kenapa aku selama ini tidak dekat dengan wanita mana pun” (axel)


“memangnya apa alasan mu xel???” (papi axel)


“Alasannya adalah kebanyakan wanita yang axel kenal itu bukan kriteria axel, dan alasan yang paling utama karena aku telah berjanji dengan seseorang bahwa aku akan selalu disampingnya dan juga selalu mencintai dia, dan seseorang itu adalah zizie pih”(axel)


“Yaampun papi gak percaya kamu sangat begitu setia dengan zizie, memangnya kamu telah berjanji dengan dia sejak kapan??? Papi saja melihat kamu tidak pernah menemuinya” (papi Axel)


“itu udah terjadi pada 10 tahun yang lalu pih, dan yaa...selama ini aku itu mencari dia dan makanya papi tidak pernah melihatku bersama dengannya” (Axel)


“wow, ternyata anak papi yang satu ini sangat setia ya, duhh papi jadi ingatkan dulu bagaimana papi merebut hati mami mu itu” (papi axel)


“waahh serius pih??? Bagi2 tips nya dong pi, sekarang soalnya hanya aku saja yang berjuang, zizie juga belum mau menerimaku sebagai pendampingnya, ohh iya pih dulu papi gimana cara taklukin nya??” (Axel)


Segera Papi Axel memberitahukan tips nya kepada anak sulungnya itu, dan dia juga tak lupa memberikan semngat kepada anaknya itu, axel yang mendapatkan pencerahan dari sang papi dia langsung sangat bersemangat dan dia juga ingin segera menggunakan cara papinya itu untuk menaklukan jes, setelah mereka selesai berbincang bincang, mereka berdua pun langsung menyusul untuk sarapan


Akhirnya setelah 15 menit berlalu, axel dan jes serta Soe pun langsung berpamitan dengan kedua orang tua axel, dan sekarang mereka telah berada di dalam mobil


“Momy...kita hali ini mau kemana???” (soe)


“Hari ini kita akan jalan2 sayang, kan mom sudah janji ke kamu untuk membawa mu pergi liburan” (Jes)


“Aciiikkkk, ok mom, ayo kita libulan, oh ya mom nanti Soe mau beli oleh2 untuk dady” (Soe)


“sayang kamu mau beli oleh2 apa??? Kan nanti juga dadymu bisa beli sendiri” (Jes)


“Icchhh..beda mom, kemalin aja pas mom gak ngajak dady libulan,dady kaya mau nangis, nah makanya soe ingin membelikan dady oleh2 bial dady gak cedih lagi” (Soe)


“Ichhh omm...jangan ketawain dady, dady kan gak bisa libulan dengan kita kalena dady halus cali uang yang banyak bial aku bisa beli mainan yang banyak” (ucap soe sambil cemberut)


“Hahahaaa....dady mu itu lucu sekali sayang..hahhaaaa” (Axel)


Soe yang masih melihat axel tertawa, dia semakin kesal dan dia juga tidak terima dadynya di ejek seperti itu dan soe pun punya ide yang sangat bagus, yaa..idenya yaitu dia menangis, karena dengan menangis pasti momnya itu langsung membelanya dan juga dadynya


“huaaa...hikss...hikss..hikss...mom... om ngejek dady...huaaa” (Soe)


Jes yang melihat soe menangis dia sudah sangat geram dengan perilaku axel yang sangat jahil kepada anak kecil


“Kakak...kaka ini bisa diem gak??? Kalau kakak gak bisa diem aku sama soe akan turun sekarang, dan aku juga tak akan lagi di samping kakak” (Ancam jes)


“eehhh...jangan atuh zizie sayang, aku gak mau kalau kamu meninggalkan ku, aku sudah sangat ingin liburan denganmu” (mohon axel)


“Makanya kak jangan buat anak aku nangis, tadi pagi saja kakak sudah mau nangis kan gak aku ajak liburan, udah deh kalian itu semua sama aja, semua laki2 cengeng kalau gak ada di dekatku, kalau masih kecil sih wajar lah kalau yang sudah dewasa seperti kakak sudah gak wajar” (ucap jes sambil melirik axel dengan tajam)


“sudah sayangnya mom kamu gak usah nangis lagi, ntar kalau samapi om ini ngejahilin kamu lagi mom akan gak segan2 untuk mukul om” (jes)


Soe pun langsung mengagguk dan dia berhenti menangis dan dia pun langsung senang karena momnya itu mendukung dia, dan untuk axel sendiri dia hanya bisa meringis karena dia sangat tidak suka dengan wajah asem dari kekasih tersayangnya itu


Sang supir axel yang sedari tadi melihat dan mendengar perbincangan itu dia hanya bisa tersenyum dan dia juga bahagia karena bossnya kini telah berubah menjadi seseorang yang lebih hangat dari biasanya, dan dia juga berharap kedepannya akan selalu seperti ini


.


.


.


Ohh..iya author akan kasih bocoran untuk 2 chapter kedepan, kalian harus kuatin mental lagi ya,karena nanti ada beberapa kata yang membuat kalian geram dan juga ingin menangis


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote ya..., biar author semakin semangat untuk menulis kisah selanjutnya


😉


Ayoo..ayooo vote author yang banyak dan juga jangan lupa like ya, kalau like dan vote sudah banyak, nanti author akan crazy up lagi


😄


Happy Reading ya guyss


😉


Salam Hangat dari Author


😄