CEO Is My Mom

CEO Is My Mom
Mencari Restu



Setelah semua pengurusan surat selesai, kini Xander membawa Jes untuk mengunjungi orang tuanya, tak butuh waktu yang lama, kini mereka sudah tiba di depan mansion keluarga Mackanzie, Senyum selalu terpancar dari Xander, karena semua yang dia harapkan sudah benar2 terjadi, kini Xander sudah benar2 resmi menjadi suami dimata negara, dan tinggal dia menjadi suami di depan Tuhan. Xander dengan romantisnya, dia selalu memnggandeng tangan jes dan mereka juga langsung disambut oleh para maid di mansion itu


Mereka berdua langsung masuk. Jes langsung tersenyum ketika dia melihat kedua orang tuanya lagi bersantai di ruang tengah, dengan girangnya jes langsung berteriak, dan xander yang melihat kelakuan istrinya itu sangat terkejut karena dia beru pertama kali melihat sifat manja dari seorang jes


“Dady...momy....Aaahhhh jes rinduu” (Jes)


“Aaaaaaa....ini kamu sayang anak momy, mom kangen banget sama kamu sayang, kenapa kamu baru pulang sih, dan kenapa kamu tidak mengabari kami sebelumnya, dan mengapa hanya pria itu yang mengabari kami” (momy jes kesal)


“Ahhh soal itu, maafkan jes mom, karena memang jes sendiri sudah jarang memegang hp, sudah lah mom mom jangan marah seperti itu, nanti mom cepat tua lo....” (Goda jes)


“Kamu itu sebenarnya anak siapa sih, kok modelannya kayak gini” (Momy jes)


“Sudahlah mom, jes itu anak dady, dan kalau mom tidak mau mengakuinya tidak masalah” (Bela sang dady)


“Ihhh dady, harusnya kan dady itu membela momy bukannya anak nakal ini, awas aja ya dad, mom akan membalas kejadian hari ini nanti” (Ancam momy jes)


“Kamu itu selalu saja seperti itu, harusnya kamu itu sudah cukup senang, karena anakmu bisa kembali ke rumah ini, dan dia tidak lupa dengan kita dimana kita itu adalah orang tuanya, Ehhh ada nak Xander, nak xander kenapa kemari?? Apa ada hal yang penting yang ingin nak xander katakan?” (Dady jes)


“”Haa...eehhh...iya dad, dad aku mau menjelaskan mengenai hal yang sangat penting, dan aku harap kalian semua bisa mendengarkan penjelasan ku sampai akhir, dan jangan memtongnya” (Xander)


“Wahh...sepertinya ini sangat serius, kalau begitu ya sudah ayo kita bicarakan ini di ruang keluarga saja, bisar lebih enak, nak xander sudah kami anggap sebagai anak kami sendiri” (Dady jes)


Mereka semua langsung pindah ke ruang keluarga yang dimana ruang itu sangat spesial dan tentunya ruang itu dibuat lebih besar dibandingkan dengan ruangan yang lain. Setelah mereka duduk, xander langsung menjelasklan awal pertemuannya dengan jes sampai mengapa mereka bisa menikah duluan dan tanpa berbicara terlebih dahlu dengan orang tua, (Namun xander tidak menjelaskan mengenai hal2 yang terlalu vulgar ke depan orang tua jes)


Dan benar saja kedua orang tua jes sangat kaget dengan kabar itu, tapi disisi lain, mereka juga senang karena akhirnya rencana perjodohan yang sudah mereka rencanakan dengan keluarga xander berhasil, Meskipun mereka senang tapi disii lain mereka juga tetap marah dan langsung menanyakan secara detil kepada jes dan juga xander, setelah berbicara sekian lama akhirnya kedua orang tua jes bisa memaklumi dan juga dapat menerima keputusan mereka, dan selain itu mereka juga membahas mengenai tanggal yang pas untuk mengadakan acara resepsi pernikahan


Skip


"Sayang.... Mmm aku sekarang sangat senang karena hari ini kita telah mengantongi restu dari kedua orang tuamu, tapi Mmm... aku masih takut dengan kakak mu sayang, apakah dia akan menerima ku? Apalagi umur kakakmu lebih muda dari pada aku" (Xander)


"Hahahaaa.... ternyata om bisa juga takut seperti ini ya.... tenang saja om, kak el itu sangat baik dan pasti bila kita menjelaskan dengan benar, kak el pasti akan bisa memahami kondisi kita" (Jes)


"Hmmm... kamu itu malah mengejek, gini2 juga kan aku manusia normal... dan pasti ada saatnya takut" (Xander)


"Iya... om.... Om nanti om yang duluan bicara ke dady dan momy om, jes nanti akan menambahkannya seperti tadi" (Jes)


"Kamu tenang saja sayang.... aku nanti yang akan menjelaskan ke mereka, sayang mulai hari ini kamu tidur di kamar aku, Dan tenang saja aku tidak akan macam2" (Xander)


"Haaaa? Kenapa gak nanti aja pas kita sudah nikah di gereja? (Jes kaget)


" Ck... kamu ini gimana... kan kamu istriku Dan seharusnya memang seperti itu" (Xander)


"Ta... tapi.. Hmmm" (Jes)


.


.


Jangan lupa like, comment, dan vote ya guyss😉


Salam hangat dari Author ❤