CEO Is My Mom

CEO Is My Mom
Axel kembali



Ayoo klik like sebelum baca, tolong tinggalkan jejak di lapak author ya..


😉


Happy reading


😊


.


.


.


“Ba..Bagaimana keadaannya dok??” (Jes)


“Puji tuhan bu, sekarang pasien telah melewati fase kritisnya, dan sebentar lagi pasien akan sadar” (ujar sang dokter sambil tersenyum)


“Te..terima kasih dok, sudah menyembuhkan kakak saya” (Jes)


“Hahaha sama2 bu, mari bu saya permisi” (Dokter)


Segera Dokter itu keluar dan tepat setelah dokter itu keluar, Axel mulai sadar, jes yang melihat itu langsung memegang tangan Axel


“Eughh..haus, air..” (Axel)


“Ini kak, ayo minum dulu” (ucap jes sambil membantu axel meminum air)


Setelah meminum air itu, axel langsung mengedarkan pandangannya, dia menatap yang ada disekitarnya, dia merasa heran, karena dia melihat ruangan yang berwarna putih dan juga dia tak lupa dengan ranjang yang sedang dia gunakan, terakhir dia menyadari bahwa dirinya di rumah sakit karena dia melihat salah satu tangannya kini sedang di infus, yang perlu diketahui bahwa, Axel ini sebenarnya orang yang paling takut dengan jarum suntik, dan bila dia sakit pasti dia akan memohon pada dokter yang menanganinya, kalau bisa jangan di infus, dan dengan terpaksa dokter itu hanya memberikannya dia obat Ingat loh ya Tanpa Disuntik


“Zi..zie..kamu disini??? Sudah berapa lama aku terbaring disini??” (Axel)


“Kakak terbaring disini selama 3 hari” (jes)


“Cukup lama ya, kakak terbaring disini, maaf ya zizie sayang, karena kakak kamu harus repot, padahal kan kamu datang kesini tujuannya untuk liburan” (lirih axel)


“Sudah kak axel jangan seperti itu, itu murni bukan kesalahan kakak, dan ya..aku juga tidak masalah dengan liburanku yang tertunda, mungkin lain kali aku bisa menikmati liburan” (Jes)


Axel yang melihat kilatan keanehan dimata jes dia jadi curiga, selama dia terbaring ada hal apa saja yang telah dia lewatkan


“Zizie sayang, apakah kamu ada masalah?? Kenapa wajah kamu seperti itu??” (Axel)


“Se..se..seperti apa ka?? Apakah ada yang gak beres dengan wajahku ini??? Huaaa apakah aku sekarang terlihat jelek??? Yaudah kak kalau begitu aku mau ke kamar mandi dulu” (jes panik)


Saat hendak pergi, tangan jes sudah terlebih dahulu dicekal oleh tangan axel, dan jes yang melihat tangannya sedang di genggam erat oelh axel, dia merasa heran


“Hmmm ada apa kak??? Apakah kakak butuh sesuatu??” (Jes)


“Eng..gak kakak sedang tidak membutuhkan apa pun, kakak tadi belum selesai bicara makanya kakak nahan tangan kamu agar kamu tidak pergi dari sini” (jujur Axel)


“Hehh??? Maksudnya apa kak” (Jes bingung)


“sudah sebaiknya kamu duduk yang benar, kakak mau bertanya apakah kamu sedang ada masalah??? Kalau ada masalah apa itu??” (Axel)


“Ohh gitu, sekarang Tidak ada masalah apapun ka, dan masalahnya juga sudah tertangani dengan baik” (Jes)


“Masalah apa??? Kalau misalkan masalah itu sudah tertangani kenapa muka kamu seperti orang yang sedang banyak pikiran??? Ayo zizie sayang, bilang sama kakak, sebenarnya apa yang sudah terjadi selama 3 hari ini??” (Axel)


Dengan berat hati, jes pun menceritakan dari awal hingga akhir dan dia menceritakannya tanpa ada yang terlewat sedikit pun, axel yang mendengar penuturan itu dia sangat kaget, dan dia juga merasa sangat sedih karena saat jes sedang dalam masalah yang sangat besar, dirinya tidak dapat mendampingi jes, jes yang melihat kesedihan di wajah axel, jes langsung menenangkan axel


“Usshhttt...kakak sebaiknya tidak usah memikirkan tentang hal itu, zizie yakin masalah itu akan benar2 selesai” (Jes)


“Hmmm baiklah, ya sudah kakak sebaiknya istirahat kembali, biar kakak cepat pulih, jes keluar dulu” (Jes)


“Baiklah zizie sayang, ohh iya apakah kamu akan tetap menunggu kakak disini??” (Axel)


“Iya..kakak tenang saja, aku akan selalu menunggu kakak, aku sebenarnya disini tidak sendiri”( Jes)


“Maksud kamu apa sayang???? Apakah kamu menunggu kakak bersama dengan Papi dan mami??” (Axel)


“Mmmm bukan kak, sekarang aku sedang ditemani oleh om xander” (Jes)


“Hah??? Dia lagi?? Shittt...kalah start mulu sama om2 tua itu, liat saja nanti setelah aku sembuh akan aku pastikan jes akan selalu berada disisiku, aku adalah orang yang lebih tepat untuk mendampingi zizie tidak seperti dia yang sudah bangkotan huh” (Geram axel dalam hati)


“Loh kenapa yang menemani kamu itu om2 itu??? Memangnya dia tidak bekerja??” (tanya axel)


“Dia kerja kok kak, malahan sekarang dia sedang memeriksa beberapa dokumen sambil makan, ya sudah ayo kakak istirahat kembali, nanti aku akan kesini lagi setelah makan malam” (Jes)


“Baiklah zizie sayang” (Axel tersenyum)


Jes pun langsung meninggalkan axel sendirian di kamar itu, dan kini dia sudah berada di ruang tunggu, tak lama jes tersenyum melihat xander yang kini tengah asik menguyah makanannya, tanpa babibu lagi jes langsung memeluk xander dari belakang


“Hiks..hiks...hiks..om” (jes)


Yaa..kini setelah jes berhasil memeluk xander, dia langsung menumpahkan semua air matanya ke baju xander, alasan dia menangis yaitu dia sangat bersyukur kepada tuhan bahwa doa dia kali ini di kabulkan


“ Ukkuuhhkkk....Heyy...sayang kamu kenapa??? Apakah ada masalah yang serius dengannya??” (Xander)


Xander langsung memutar tubuhnya dan kini xander dan jes sedang berhadapan. Jes hanya menggelengkan kepala


“Lalu ada apa??? Kenapa kamu seperti ini???” (Xander heran)


“Aku sedang sangat terharu om, karena doa ku kali ini dikabulkan oleh Tuhan, hiks..hiks...hiks..” (Jes)


“Sebentar biar saya tebak, pasti kakak kamu itu sekarang sudah sadar dan juga kondisinya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya???” (Xander)


“Hiks..hikss..iya om yang dikatakan om benar” (Jes)


“Usshhh..ush..ush....sudah cukup sayang..jangan menangis lagi, kamu tau...saat ini saya sangat senang mendengar tentang kabar baik itu, memang benar yang dikatakan orang, mukjizat itu pasti ada” (Xander)


“Iya yang dikatakan om benar, dan aku juga sekarang mulai sedikit percaya akan adanya Tuhan, karena kali ini dia sudah tidak lagi mengambil orang yang kusayang” (ucap Jes sambil menampilkan senyum di wajahnya)


Xander yang mendengar itu sangat terkejut, karena dia baru mengetahui fakta lain dari seorang Jesley Eloise Mackenzie, Xander yang melihat pancaran kebahagiaan di wajah jes saat ini, dia hanya bisa tersenyum sambil mengelus kepala jes, dan dia juga tidak menimpali lagi perbincangan tadi


.


.


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote ya..., biar author semakin semangat untuk menulis kisah selanjutnya


😉


Ayoo..ayooo vote author yang banyak dan juga jangan lupa like ya, kalau like dan vote sudah banyak, nanti author akan crazy up lagi


😊


Happy Reading ya guyss😊


Salam Hangat dari Author


😉