CEO Is My Mom

CEO Is My Mom
Bukan



Jes yang melihat Axel menutup mata, dia sangat terpukul


"Kak...Kakak...Kakak gak boleh tinggalin aku...kita bari saja bersama, kenapa kakak sudah tega untuk meninggalkanku??? Ayoo Kak Bangunn!!!!" (Ucap jes dengan sangat terisak)


Tak lama bawahan Axel datang di lokasi, dia sangat terkejut karena sang bos kini sedang terkapar lemah dengan banyak luka di tubuhnya


"Permisi nona, maaf ini boss kenapa, kenapa dia bisa terluka seeprti ini" (Tanya tegas sang bawahan)


Jes tidak menjawab pertanyaan sang bawahan


"Ayoo kita bawa kakak ke rumah sakit, aku gak mau kehilangan kakak" (ucapnya sambil terisak)


Jes pun menguatkan dirinya agar tidak menangis dan dia membantu sang bawahan memapah Axel ke dalam mobil


"Tolong kamu cepat mengemudikan mobilnya" (ucap panik jes)


"Baik" (ucap Bawahan dengan wajah yang panik)


segera mereka ke rumah sakit terdekat, dan jes pun masih setia di samping axel, sesampainya di rumah sakit axel langsung di tangani oleh dokter, Sekarang penampilan jes sudah sangat mengenaskan, karena bajunya yang semula bersih kini bajunya penuh dengan darah axel, dia pun tidak memperdulikan tatapan orang lain terhadapnya


Skip


Di tempat lain


Al dan sasha yang melihat rekaman dari suruhan Al mereka sangat puas


"Hahahaaa....akhirnyaaa...rencana kita berhasil, ya meskipun kita harus mengorbankan orang yang tak bersalah" (Al)


"Hahahaha...aku juga sangat puas al, ternyata rencana pertamamu lebih kejam dibandingkan rencana yang telah kita buat bersama" (Sasha)


"Ini baru awal, aku masih punya segudang rencana untuk menghancurkannya" (Al)


"Ehh..bentar, kenapa kamu tidak menggunakan rencana yang sudah kita susun bersama??? kalau misalkan rencana ini ketahuan oleh orang lain, aku tidak mau ikut campur" (Sasha)


"Kamu itu gimana sih, rencana sebagus ini gak mau dukung aku, aku juga akan memakai rencana itu, tapi tidak sekarang, dia itu harus kita lawan dengan rencana yang kejam, kalau gitu dia gak bakal bisa terpuruk" (Al)


"Huhhh, terserah kamu sajalah, aku cuma ikut saja, yaudah sekarang kita mau apa???" (Sasha)


"Mulai deh lemotnya, ya kalau udah gini kita harus mengirimkan rekaman jes yang tengah menyiksa pria itu" (Al)


"Sumpah deh al, gue gak ngerti, kan yang nyelakain kan orang usruhan kamu, dan kenapa bisa wanita itu yang nyelakain??? gue tambah gak ngerti deh" (Sasha)


"Bodo amat deh sas, susah kalau ngejelasin ke orang yang lemot" (kesal Al)


Al yang sedang kesal itu tidak lagi menanggapi sahsa berbicara padanya, dan dengan segera dia mengirimkan video itu ke no HP orang tua axel, setelah terkirim al langsung ternyum licik


"Hahaha, rasakan itu sayang.....selamat menikmati kehidupnmu yag seperti di neraka ini" (Batin al)


Ting....


Video pun itu sekarang sudah terkirim ke orang tua al, mereka yang melihat itu langsung sangat panik akan kondisi sang anak, saat papi dan maminya ingin ke rumah sakit, tak lama supir yang membawa soe tiba dirumah


"Selamat malam Tuan, Nyonya, mmm...ini gawat" (supir)


"Malam, gawat kenapa, dan kenapa kamu cuma membawa ini anak??? anak kami mana???" (Papi axel)


"Mmmm, anu, itu, tuan,...mmm" (ucap supir dengan raut yang sangat ketakutan)


"Kalau ngomong yang jelas!!!! kemana Aanak saya!!!" (Mami axel)


"huft....Mmm...baik tuan, nyonya saya akan mencoba menjelsakan, tadi sebenarnya kami sudah pulang dari jalan2, nah pada saat di pertengahan jalan, ada yang menghadang mobil, yang menghadang mobil kami itu ada 4 mobil, dan tak lama orang2 yang berada di dalam mobil itu menyerang tuan, dan tak lama nona juga membantu tuan muda mengalahkan mereka, dan saya di suruh sama nona untuk pergi duluan dengan membawa anak ini" (jelas sang supir dengan wajah yang pucat)


"Yaampun...hikss...hikss....pihh ini gimana??? kasihan sekali mereka??? dan siapa yang berani2 nya mencelakai anak kita???" (teriak mami axel)


"Mi, mami tenang dulu, nanti papi akan coba minta tolong ke bawahan papi untuk mneyelidiki kasus ini, ohh ya, kamu sekarang tau dimana anak kami berada???' (tanya papi axel kepada sang supir)


"Maaf tuan, saya tidak tau karena tadi saya langsung kembali ke sini, jadi saya gak tau info terkini mengenai tuan muda dan nona" (jelas supir)


Papi dan mami axel, langsung panik, namun tak lama telpon papi axel kembali berdering dan ya...bawahan axel menelpon


"Hmmm baik, kabar apa" (tanya papi axel)


"Maaf tuan sebelumnya, saya mau menyampaikan bahwa tuan muda kini tengah menjalani operasi di rumah sakit XXX, dan sekarang saya sedang ditemani oleh nona jes" (jelas sang bawahan Axel)


"Baik, saya dan istri saya akan kesana, dan kamu bisa sambungkan telpon ke nona jes????" (Papi axel)


segera sang bawahan mengalihkan telponnya kepada jes


"hikss...hiks...hikss...pih...hikss...kak axel...hikss..." (jes)


"Ushh..ush..sayang, kamu jangan khawatir pasti axel akan baik2 saja, kamu sekarang jangan menangis, pasti axel pun akan marah bila nanti dia melihat matamu sembab karena menangis" (ucap papi axel)


"Hikss...hikss...ini semua salah zizie, kalau zizie gak lengah pasti kak axel tak akan kena serangan itu...hiks...hikss, seharusnya zizie yang kena serangan itu dan bukan kak axel" (ucap jes sambil menangis)


"Udah sayang, kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri, papi juga sudah tau kejadian ini, kita juga tidak mau kejadian ini terjadi, kamu harus kuat, dan kamu tenang saja, nanti papi akan mencari informasi menegani kejadian ini, dan bila papi mengetahui dalan di balik kejadian ini, papi akan pastikan mereka akan menerima ganjaran yang setimpal" (jelas papi axel)


"Pih...papi gak bakal benci kan sama zizie??? maafkan zizie karena zizie tidak bisa menjaga kak axel" (ucap jes sambil terisak)


"udah sayang, kamu tidak perlu mnyesalinya, ini sudah sewajarnya, dimana cowok yang menjaga ceweknya, dan papi sama mami tidak akan membencimu, karena kami tau bukan kamu yang mencelakai axel, dah kamu jangan lagi menangis, papi dan mami akan menyusul mu ke rumah sakit, kamu tunggu kami ya" (papi axel)


"Baik pi" (jes)


sambungan telpon diakhiri, segera papi dan mami axel bergegas menuju rumah sakit


kejadian yang menimpa jes juga terdengar sampai ke telinga Xander, dia yang mendengar itu menjadi sangat geram, tak lama setelah dia mendapatkan kaar itu, xander pun langsung pergi ke rumah sakit


Rumah Sakit


Xander yang telah sampai dia langsung berlari menyusuri koridor rumah sakit dan dia juga bertanya kepada suster


"Sus, maaf saya mau tanya, sus tau dimana orang yang baru masuk di rumah sakit ini???" (xander)


"Maaf pak, maksud bapak apa ya??" (suster)


"Yaampun sus, sus tidak liat pasien yang baru masuk, pasien itu habis kaya di tusuk dan juga di tembak" (kesal Xander)


"Owhhh pasien itu ternyata, pasien itu baru saja masuk ruang operasi, dan kemungkinan operasi akan selesai 2 jam lagi" (jelas suster)


"Mmmm...sus tau dimana wali, pasien itu??" (xander)


"Maksud tuan nona itu??? iya saya tau pak, nona itu ada di lantai 2 dan dia juga tadi bersama dengan laki2" (Suster)


"Baik sus, terima kasih" (Xander)


Xander pun langsung berlari menuju lift dan segera dia masuk, Xander yang sedang di dalam lift dia sangat tidak tenang


"Sayang...Maafkan aku aku tidak bisa melindungimu...aku harap kamu baik baik saja" (Batin xander dengan mata yang berkaca kaca)


Akhirnya...Xander kini telah di lantai 2 dan dia langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari sang pujaan hati, dengan nafas yang terengah engah dan tak lama dia melihat seorang gadis dengan penampilan yang sangat berantakan, Xander pun langsung berteriak


"Sayang!!!" (teriak Xander)


.


.


.


.


.


Semoga kalian suka😉


Jangan lupa Like, Comment, dan vote 😉


Salam Hangat Dari Author😊