
Matahari sudah memunculkan sinarnya, disinilah Jes dan Xander sudah berada di rumah sakit tempat Axel dirawat, kondisi xander kini sudah membaik setelah semalaman dia dirawat di rumah sakit. Tujuan mereka kembali ke rumah sakit tempat axel di rawat karena ingin berpamitan untuk pulang
"Ayo om, mengapa dirimu lamban sekali sih..." (Jes kesal)
"Sabar sayang, ini aku udah cepet kok, kamu saja yang tidak sabaran" (Xander mendengus kesal)
Xander akhirnya mempercepat langkahnya, dan kini dia berada jauh di depan Jes, Jes yang merasa tidak dihiraukan dia menjadi kesal
"Berani2nya dia seperti itu!!! Tadi aja, kalau gue tidak ngomel, mana mau tuh om2 tua bangka jalan secepat itu" (Batin jes)
Tak terasa akhirnya mereka berdua sudah berada di depan kamar axel, saat mereka masuk ke adalam ruangan, mereka berdua kaget karena kedua orang tua axel kini sudah berada di ruangan itu, dan kedua orang tua axel langsung menghadiahi senyuman yang manis ke mereka berdua
"Sayang....kamu habis dari mana? Tadi Axel cari kamu loh" (Mami axel)
"Ehh...anu..mom....eehh" (Jes gelagapan)
"Kok kamu kaya gitu sayang??? Hayoo dari mana...apa jangan2 kamu tadi menemui pacar kamu dulu ya, aahh anak mam yang satu itu bagaimana sih, masa sudah kalah duluan" (Mami axel)
"Apa sih mam, kan kamu tau axel itu masih sakit, dan mereka juga baru ketemu sebentar, jadi wajar aja, kalau jes sudah punya pacar" (Papi Axel)
"Ehhh....Pi...Mi, maaf sebelumnya, jes ingin meluruskan mengenai hal yang baru saja kalian perbincangkan, Mmm...jes saat ini masih single, dan belum berniat untuk memulai suatu hubungan dengan seseorang, dan bila suatu saat nanti ada lelaki yang benar2 serius dan mau membuktikan cintanya kepada jes, maka jes akan dengan senang hati untuk menerimanya" (Jes)
Xander yang mendengar itu, seketika raut wajahnya berubah menjadi sangat senang, karena dia tidak menyangka bahwa, sekarang dia sudah memiliki akses untuk merebut cinta dari wanita yang dia sayangi, dia tidak akan membuang dengan percuma untuk kesempatan kali ini
"Aaaaaaaaa.....demi apa ini, uuuhhh senengnya, akhirnya wanita yang selama ini aku cintai mau membuka hatinya, ya meskipun tidak sevcara langsung, Sayang...tunggu aku, akan aku pastikan kamu hanya akan menjadi milikku seorang" (Batin Xander)
Momy Axel yang sedari tadi menatap Xander, dia sangat curiga dengan tingkah laku xander, semula raut wajah yang ditunjukkan sangat dingin dan kaku, saat ini 180 derajat berbeda, raut wajahnya berubah menjadi persis seperti anak kecil yangg baru dibelikan mainan oleh orang tuanya
"Tuan Xander ada apa? Kenapa anda tersenyum seperti itu? Apakah ada hal yang membuat anda senang?" (Mami Axel)
"Haa...ehhh tidak, saya hanya sedang memikirkan tentang anak saya, saya sudah tidak sabar untuk pulang" (Xander)
"Ohhh, jadi begitu rupanya, Ohhh iya apakah saya boleh tanya sesuatu?" (Mami axel)
"Silahkan" (Xander)
"Kenapa tuan sangat baik kepada anak saya? Padahal kan setau saya anak saya itu belum terlalu mengenal anda?" (Mami axel)
"Ohhh, saya baik kepada anak anda karena ada 1 hal dan yang pasti itu masih yang baik2, dan saya tidak akan mengungkapkannya, biarlah itu jadi rahasia saya dan tuhan, dan anggap saja saya baik kepada anak anda karena saya sudah menganggap dia sebagai adik saya sendiri" (Xander)
"Sudah lah mom, hal seperti tiu tidak usah ditanyakan lagi, Maaf ya tuan, karena semenjak kejadian itu istri saya tidak lagi mudah percaya dengan omongan orang" (Papi Axel)
"Tidak masalah tuan, Ohh iya kami kemari karena kami ingin menyampaikan bahwa besok kami akan pulang ke negara H, Saya meminta ijin untuk membawa jes karena anak saya membutuhkan dirinya" (Jelas Xander)
Papi dan Mami axel sangat terkejut dengan berita yang begitu mendadak ini, mereka langsung membayangkan bagaiman sedihnya perasaan anak mereka jika di tinggal oleh jes, Papi Axel langsung menatap Jes dan dia sangat ingin mendengar penjelasan langsung dari jes
"Sayang apak-" (Papi Axel)
"Hmm...iya pi, iti semua benar, papi dan mami jangan bersedih karena jes akan sebentar saja pulangnya, dan jes akan kembali lagi kesini" (Jes)
"Kenapa??? Apakah kamu tidak betah disini sayang?" (Momy Axel)
"Tidak mi, jes sangat betah disini, dan alasan sebenarnya jes ingin pulang karena jes sudah kangen dengan orang tua jes, jes juga harus memeriksa pekerjaan jes, dan satu hal lagi jes juga harus menenangkan soe agar dia kembali mau makan" (lirih jes)
Papi axel yang melihat raut wajah jes yang berubah, dia sangat tidak tega dan dia langsung angkat biacra
"Hmmm, baiklah kalau seperti itu, jika kamu punya waktu luang lagi kamu harus kesini, Oohh iya apa kamu sudah memberitahu axel tentang hal ini?" (Papi Axel)
"Belum pi, ini rencananya jes mau langsung menemui kak axel, dan jes harap kak axel mengeti" (Jes)
Kedua orang tua Axel hanya bisa menghela nafanya dengan panjang, karena mereka sudah bisa menebak bagaiamana keadaan yang akan terjadi ketika jes bilang seperti itu di depan axel. Papi dan mami axel segera memberi wejangan untuk jes agar dia bisa menjelaskan semua itu dengan baik di depan axel, dan mereka berharap jes berhasil membujuk axel agar dia mau menerima semua keputusan jes yang sudah pasti itu
Disinilah jes, jes sekarang sudah berada di dalam ruangan axel, Axel yang mendengar suara pintu terbuka dia langsung membuka matanya, dan dia penasaran siapa yang sedang masuk ke ruangan inapnya
Mata axel yang sedari tadi sudah stand by, seketika melotot dan hatinya senang karena orang yang masuk ke dalam ruangannya adalah seorang gadis yang sangat dia cintai dan juga yang dia sayangi
"Zizieeeee" (Axel)
.
.
Jangan lupa Like, Comment, dan Vote ya😉
Apakah jes berhasil untuk membujuk axel? Penasaran??? Keep stay toon ya guys😄
Salam Hangat dari Author💞