CEO Is My Mom

CEO Is My Mom
106



Hari yang di tunggu akhirnya tiba, Lebih tepatnya pada hari ini, Xander dan Jes akan bertolak ke negara H demi mengunjungi sang anak tercinta. Disinilah mereka, saat ini mereka sedang berjalan di bandara untuk menuju jet pribadi dimana sebelumnya jet tersebut sudah disiapkan oleh sekretaris setia xander yaitu zen


"Sayang, akhirnya kita pulang ke negara kita.....Uuhhh aku sudah tidak sabar untuk berduaan denganmu" (Goda Xander)


"Ihhhh apaan sih om, sudah lah jangan bahas itu" (Jes malu)


Xander yang melihat pipi jes yang sudah memerah dia merasa senang, xander sangat bersyukur kepada tuhan karena apa yang dia ingin kan selama ini akhirnya bisa terwujud, Yapss keinginan itu adalah menjadikan jes miliknya seorang


Flashback On


Setelah menjenguk Axel, Xander sekarang tengah membawa jes ke suatu tempat yang sebelumnya sudah dia siapkan dengan sangat matang, dia sangat berharap pada malam hari ini apa yang telah dia niatkan akan benar2 terwujud


"Om, sekarang kita mau kemana? kayanya ini bukan jalan untuk ke apartemen" (Jes mendengus kesal)


"Iya sayang, ini memang bukan jalan untuk menuju ke apartemen kita, Kamu tenang saja, kita akan ke tempat yang akan membuatmu senang dan mungkin saja kamu tidak akan pernah melupakannya" (Xander)


"Hah....maksudnya apa?" (Jes bingung)


Xander tidak menjawab pertanyaan jes, dia hanya membalas dengan senyumannya yang sangat menawan, sedangkan jes yang melihat itu dia hanya geleng2 kepala, karena dia sama sekali tidak tau apa yang akan xander lakukan kepadanya. Jes tidak takut karena dia tahu xander bukanlah orang yang akan melakukan sesuatu yang akan menyakitinya


Akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit lamanya, Akhirnya mereka berdua sampai di tempat tujuan. Xander yang telah memakirkan mobilnya, dia langsung turun dan membukakan pintu mobil, Jes akhirnya keluar, dan dengan segera xander mengenggam tangan jes


"Iihhhh, om mengapa menggandeng tanganku sih?" (Jes)


"Aku gak mau kamu nyasar sayang, dan aku juga gak mau melihat dirimu di pandang oleh laki2 lain selain aku" (Jelas xander)


"Memangnya aku ini siapanya om sih? setau aku...aku ini bukan apa2nya om deh dan untuk perjodohan itu kan belum dipastikan akan tetap berjalan atau tidak" (Jes)


"Hohoooo....Kamu sekarang boleh bilang begitu sayang, tapi aku jamin setelah ini kamu tidak akan berucap seperti itu lagi, Ayoo sayang, Sebentar lagi kita akan sampai" (Xander


Jes menatap Xander dengan wajah heran, dia sama sekali tidak mengetahui hal gila apa yang akan di lakukan oleh pria itu. Dengan wajah yang masih dipenuhi tanda tanya besar, Jes terpaksa mempercepat langkahnya untuk menyeimbangkan langkahnya dengan langkah xander



"Selamat datang sayang, semoga kamu suka dengan semua ini, dan aku melakukan ini semua hanya untukmu" (Xander)


"I...ini ma...maksudnya apa?" (Jes bingung)


Dengan cepat, xander mengubah posisinya kini dia sedang berlutut di hadapan jes, sembari mengatakan untaian kata2 yang sangat romantis dan bila cewek lain mendengarnya sudah pasti langsung teriak histeris


(Salah satunya Author eaakkk)


"Baiklah sayang, sepertinya ini sudah tidak bisa ditunda lagi, Sayang ku Jesley Eloise Mackenzie, aku sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama. Untuk mengatakan ini aku butuh banyak waktu. Mempertimbangkan segala hal yang mungkin terjadi. Aku sudah sangat sering bermunajat kepada Tuhan untuk menentukan pilihan yang paling tepat. Dan sudah berkali- kali aku tanyakan kepada hati ku sendiri...Sudah tepatkah pilihanku


Dan berkali - kali pula jawabanku tetap sama....dan pilihan aku itu adalah kamu....Jesley Eloise Mackenzie Will you marry me?" (Xander langsung membuka sebuah kotak yang berisi perhiasan)


Jes yang mendengar pernyataan yang sangat romantis itu, dia seketika kaget dan tidak bisa berucap sama sekali, lidahnya seakan mati rasa, perasaannya kali ini sangat berbeda saat mereka melakukan dinner untuk terakhir kalinya


(Masih ingat dong ya....mereka pernah dinner tapi ya begitu....Kalau lupa silahkan baca lagi)


Didalam hatinya saat ini seperti ada bunga2 yang sedang bermekaran, dan seketika jantungnya berdetak sangat kencang, dan ingin rasanya saat ini dia langsung mengucapkan sesuatu namun semuanya terhenti karena Hati dan pikirian nya sedang tidak sejalan


.


.


Jangan lupa like, comment, dan vote ya


Salam hangat dari author❤