
Seperti yang sudah di janjikan, hari ini jes pergi untuk menepati janji nya dengan sang kakak tercinta, Kak El yang sudah bersiap terlebih dahulu, kini dia hendak beranjak untuk menjemput sang adik di kediaman keluarga Clarence, dengan raut wajah yang gembira kak el sudah tak sabar untuk mengajak jalan sang adik seperti saat dia masih Remaja dulu, yaa... bila di hitung-hitung El sudah sangat lama tidak menghabiskan waktunya bersama dengan adik tercinta, setelah dia menyelesaikan pendidikannya El langsung mengambil alih perusahaan milik sang dady dan semenjak itu dia hanya terfokus dengan itu. Tidak hanya sampai disitu El juga sangat menyesal telah menuduh sang adik yang tidak-tidak dan semenjak hal itu El tidak lagi memikirkan seorang wanita lagi yang akan menjadi pendampingnya, dipikirannya saat ini adalah dia hanya ingin terlebih dahulu membahagiakan orang-orang terdekatnya terutama adiknya yang cantik itu
"Bagusss.... aku sekarang sudah terlihat sangat tampan, aku harap adikku itu menyukai penampilan baru ku ini" (Kak El)
El Yang sudah merasa dirinya perfect, dia langsung menancap gas pergi menjemput sang adik, tak butuh waktu Yang Lama akhirnya dia sampai, dia langsung menelpon sang adik, Dan jes langsung menerimanya, jes sudah berpamitan kepada orang-orang yang berada di kediaman itu bahwa dirinya dari pagi hingga siang nanti akan bersama dengan kakak tercintanya, Xander yang juga di pamitin oleh jes dia sudah berpesan bahwa jangan lama-lama karena dirinya akan sangat merindukan istrinya itu
"Kak El.... " (Jes)
"Jes.... " (Kak El)
"Ehh... tunggu sebentar, (Jes memutar-mutar tubuh El, dia sangat heran karena menurutnya ada hal yang sangat janggal) Aku rasa hari ini kakak ada yang berbeda" (Jes)
"Beda apanya? Apa Kakak terlihat tampan huh?" (El)
"Iyaaaa betul sekali, kakak kelihatan sedikit tampan dari biasanya... Ahhhh apa aku yang salah lihat..., Sssstt iya mungkin aku yang sudah terlalu lama tidak melihat kakak.... Tapi bener ini loh kak aku gak bohong" (Jes)
"Hahahahaa...... kamu ini lucu sekali sih (El mengacak-acak rambut jes dengan gemash) Ini lihat lah....aku hanya sedikit merubah gaya rambutku, biasanya kan rambutku ini sangat kaku kalau dilihat tapi ini tidak" (El menunjuk potongan rambutnya)
"Ihhhh rambutku jadi berantakan kak, tapi yang kakak katakan memang benar, Ohh iya Btw sekarang kakak sudah punya pacar atau belum?" (Jes)
"Hehehee....untuk soal itu...mmmm......" (Kak El)
"Hmmm....aku tau pasti jawabannya belum kan....Ck...kapan kakak akan mengenalkan calon kakak iparku huh?? Dan kapan kakak akan memberikanku ponakan yang lucu?"(Jes)
"Haaa....Ehhh.....kayaknya aku akan menunggu kakak dulu deh...hehehe...lagian kan aku menikah dengan dia juga masih baru, jadi soal itu akan kami bicarakan nanti saja" (Jes gugup)
"Jes sayang....adik cantiknya kakak....Dengerin kakak...Meskipun kamu masih ingin menundanya itu tidak masalah, tapi kalau tentang kewajiban mu itu...kamu memang wajib memberikannya kepada dia, mau tidak mau kamu harus melakukannya, dan satu lagi...sebelum kakak menikah nanti kakak ingin terlebih dahulu menyaksikan kebahagiaanmu, kakak ingin menebus segala kesalahan yang pernah kakak lakukan pada waktu yang lalu" (El)
"Kenapa kakak masih membicarakan hal itu sih??? Itu sudah berlalu, dan aku juga sudah memaafkan kakak, Sudahlah kak...Come on kita bicarakan situasi sekarang saja, dan tolong jangan melihat masa lalu yang menyedihkan itu" (Jes)
"Kakak pengennya gitu...tapi bayangan kejadian itu selalu saja menghantui kakak, dan tanpa kakak sadari kakak terkadang meneteskan air mata karena sudah sangat tega memperlakukan kamu dengan begitu kejinya" (El sendu)
"Hmmm....baiklah....mungkin waktu yang akan bisa menghapus semua kenangan itu, Huhhhh.....ya sudah kak, ayo kita berangkat saja....pokoknya hari ini jes akan bersenang-senang dengan kakak....dan kakak nanti yang akan mentraktir aku" (Jes)
"Baiklah...Ayoo" (El kembali ceria)
Jes yang melihat sang kakak sudah kembali ceria dia sangat senang, dan dia juga berharap agar kenangan waktu itu bisa cepat hilang dari pikiran sang kakak tercinta, dia juga ingin sang kakak terlepas dari belenggu penyesalan itu, tanpa babibu lagi mereka langsung melesat pergi dari kediaman Clarence itu dan sekarang mereka akan menuju tempat yang sudah mereka setujui sebelumnya
.
.
Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote ya..., biar author semakin semangat untuk menulis kisah selanjutnya
Salam Hangat dari Author π