CEO Is My Mom

CEO Is My Mom
Meyakinkan (2)



“ iya saya sangat setuju dengan perkataan dari suami saya, saya tidak ingin melihat anak saya itu menangis akibat perbuatan yang kamu lakukan” (aillen)


“Saya Xander Harold Clarence mulai detik ini hingga nanti tidak akan pernah mengecewakan anak kalian, dan kalian tidak perlu cemas karena saya ini adalah tipe orang yang sangat setia kepada pasangan” (ucap yakin xander)


“oke baiklah kami setuju, dan mulai saat ini nak xander dapat memanggil kami dengan sebutan dady dan momy seperti jes memanggil kami, dan mulai sekarang kamu juga anak kami, kamu tidak perlu canggung terhadap kami” (ucap abercio sambil tersenyum)


“baik dady mommy, anakmu ini berjanji tidak akan pernah membuat jes menangis” (ucap yakin xander)


Segera setelah itu aillen menyerahkan semua berkas mengenai jes kepada xander, xander yang mendapatkan itu sangat senang karena sebentar lagi keinginannya akan segera terwujud, xander yang telah selesai berurusan dengan keluarga mackenzie, segera dia keluar dan dia langsung menuju kantor pencatatan sipil


Skip


Ditempat lain


Ketiga orang itu telah sampai ke kediaman Nicho, dan mereka langsung beristirahat


“uhhh....senengnyaa....yang habis bertemu dengan tuan putrinya yang cantik” (goda xavier kepada axel)


“iya dong seneng, guyss akhirnya setelah sekian lama ku menunggu ternyata hari ini tiba juga, dan gue gak nyangka tuan putri gue itu langsung mengingat tentang kejadian yang pernah gue alami dengan dia, dan asal kalian tau benda pusaka yang gue jaga dengan sepenuh hati gue akhirnya dapat kembali ke pemiliknya, dan gue harap setelah hari ini, keinginan yang selama ini gue impikan akan segera terwujud” (axel)


“wow luar biasa, temen gue yang kutub ini akhirnya setelah sekian lama mengeluarkan kalimat yang sangat panjang, wow!!! Tolong pertahankan teman aku sangat suka dengan suaramu itu, suaramu itu bagaikan berlian yang sangat mahal” (ucap nicho dengan mata yang berbinar)


“hahahaa....suara si axel diibaratkan berlian hahaha...nicho kalau lu nilai suara gue seperti apa kan kalo dia seperti berlian kalo gue seperti apa???” (tanya xavier dengan nada yang sangat penasaran)


“kalo suara lo itu kaya burung gagak” (nicho)


“Lohh nic, kenapa lo samain suara gue sama gagak, kan gagak itu pertanda akan ada kematian???”(ucap xavier denga heran)


“hahahaa....itu lo nyadar, gue samain suara lo kaya gagak karena setiap kali lo mengeluarkan suara gue sampe sampe mau mati rasanya, dan gua harap setelah gue ceramahin gini, toa lo itu bisa lo kurangin biar gue gak selalu kaget saat lo akan ngomng, contohnya tadi gue lagi bengong malah lo kagetin dengan suara lo yang sangat mengelengar kaya petir yang sedang menyambar” (ucap panjang nicho)


“Yaakkk!!! Punya teman kampret amat, ihh asal lo tau kalau gua gak ada pasti kalian juga kan sangat kesepian gak ada teman yang receh seperti gue, dan gue yakin bila cuma kalian berdua hidup kalian itu tidak akan pernah ada warna, nih si axel udah kaya kutub utara dan lo itu kaya kayu, kalian berdua sama sama kaku”(ucap kesal xavier)


“ehh semprul ngapain gue diikut sertakan jadi bahan ejekan lo sih??? Kan gue dari tadi diam aja, gue kaya gini karena memang sifat bawaan gue dari lahir kaya gini, jadi kalau mau dirubah juga susah, jadi lo gak bisa protes ke gue kao lo mau lo bisa komplen ke bokap sama nyokap gue kan yang bikin gue mereka” (cerocos axel)


“ihhh...gue gak mau komplen ke bonyok lo, kalo gue ngadu kaya gitu yang ada gue nanti akan jadi adonan tepung yang sangat enak untuk diuleni, gue gak mau mati berdiri akibat hawa mencekan yang kedua orang tua lo keluarin...hiii ngeri bro ngebayanginnya” (xavier)


“iya gue gak bakal mancing dia lagi, ihh ngeri broo, eh iya kita balik kapan???” (xavier)


“sepertinya untuk sekarang kita akan tinggal disini dulu sampai gue bener bener bisa meluluhkan hati tuan putri gue, dan untuk kalian beruda gak usah susah, kan kalian berdua juga boss, jadi bebas mau ngapain aja, asakan pekerjaan kalian bisa kalian tangani melalui jarak jauh, dan kalian gak usah strress nanti bila kalian tidak paham dengan berkas yang kalian tangani gue akan sangat senang hati membantu kalian” (axel)


“huh..iya deh yang boss besar mah beda, kita mah bisa apa atuh ya gak nic, huhh...gue bakal kangen dengan kekasih kesayangan gue itu” (xavier)


“iya lah lo harus bantuin kita, kan gara gara lo pekerjaan penting kita tertunda dan pulus pulus juga pasti akan menipis kalau kita gak bekerja, dan lo xav gue gak yakin pacar lo akan kangen sama lo, pas lo ada di situ aja juga jarang banget ketemuan dan sekalinya ketemu lo belanjain banyak banget barang yang dia suka, gue curiga kalo cewek lo itu matre” (nicho)


“gak mungkin cewek gue kaya gitu, gue udah kenal dia itu udah sangat lama, jadi gak mungkin dia kaya gitu, kan lagian yang nawarin belanja kan gue dia gak pernah minta” (ucap xavier dengan yakin)


“gue mah Cuma ngingetin aja xav, takutnya kekasih lo itu kalo dapet pengusaha yang lebih kaya dari pada lo, dia bakal sangat senang untuk meninggalkan lo” (nicho)


“perlu lo selidiki itu xav, gue gak mau liat sahabat gue nangis Cuma karena cewek yang gak mutu itu”(axel)


“hmmm iya juga sih, yaudah deh nanti kalau misalkan ada waktu senggang gue bakal nyelidiki gadi gue itu, dan kalo misalkan tebakan kalian salah kalian berdua wajib dan harus mau menuruti semua keinginan gue” (xavier)


“okee bro gue setuju, gue sangat yakin, pasti cewek lo itu pasti ada niat terselubung untuk mendekti lo” (nicho)


“iya gue juga setuju, kalau misalkan dia cewek yang baik dia gak bakal memanfaatkan keadaan, gue kalo liat cewek yang kaya gitu gue udah sangat jijik, yaudah yukk kita istirahat besok kita akan keliling negara ini, gue mau refreshing, kapan lagi coba kita bertiga punya quality time kaya gini” (axel)


“huhu...siiiaaappp Bosss, gue juga semakin gak sabar untuk menunggu besok” (teriak Xavier)


“asek..asek....kita jelong jelong....kuuuyyy lah, yaudah gue ke kamar duluan ya, gue mau nyiapin baju buat besok kita jalan jalan..bye bye kalian” (ucap nicho yang langsung meninggalkan kedua sahabatnya)


Tak lama mereka berdua pun menyusul nicho pergi ke kamar masing masing


.


.


.


Happy Reading guys😄