
Ayoo klik like sebelum baca, tolong tinggalkan jejak di lapak author ya..
😊
Happy reading
😉
.
.
.
🐤🐤🐤🐤
POV Jes
“Semoga apa yang sudah kuputuskan itu benar, Hmmm lebih baik aku menanyakan kabar perusahaan ke Ken” (batin jes)
Segera jes menghubungi sang bawahan
Tut...Tutt...Tuuutttt
“Halo, selamat pagi ken” (Jes)
“Halo selamat pagi juga Boss...Bagaimana boss kabarnya??? Apakah liburan boss kali ini sesuai dengan harapan??” (Ken)
“Hmmm..yaa gitu deh pokoknya” (Jawab jes dengan nada malas)
“Ehhh kok kayanya ada yang gak beres ya sama boss ku yang satu ini” (Batin ken)
“Gitu gimana bos??? Ohh iya boss jangan lupa bawain oleh2 buat ken ya..” (Ken)
“Semoga ada waktu ken, aku tidak bisa menjanjikan itu padamu.. kamu lebih baik doakan agar aku kembali dengan selamat dan tidak kurang satu apapun” (jes)
“Yaakkk boss, itu mah sudah pasti..kan aku hanya mengingatkan, boss maaf sebelumnya ken mau nanya, apa boss punya masalah di negara itu??? Soalnya ken merasa ada sesuatu yang boss sembunyikan dariku” (Ken)
“Hmmm memang ya kamu itu paling mengerti tentang kodisiku, hufft...” (Jes)
“Ya iyalah boss, kan aku ini telah menemani boss sudah sangat lama...jadi ken juga bisa menebak kondisi boss yang kurang baik ini..” (Ken)
“Hmmm”(Jes)
“Ayoo bos...ceritalah kepada temanmu ini, anggap aku sebagai sandaranmu untuk sementara waktu...Jadi ken harap boss gak sungkan dengan diriku yang ganteng ini” (Ken)
“Ihhh..PD gilaa punya bawahan kaya kamu, sepertinya kamu harus beli kaca yang banyak deh...kalau misalkan kamu ganteng pasti sekarang kamu sudah punya tambatan hati..” (ejek jes)
“Duhhh pedes amat ya omongannya, boss habis makan cabe berapa banyak??? Ucapan bos itu langsung menusuk ke relung hati ini tau..” (Ken)
“Kalau aku liat semakin hari kamu ini semakin pintar berbicara ya ken..dan satu lagi tolong kamu jangan banyak ngomong deh..boss mu ini pusing mendengarnya” (kesal Jes)
“Harus itu boss...kan saya ini adalah sekretaris idaman, dimana sekretaris yang seperti aku ini sangat langka..Udahlah ganteng, perhatian, dan pintar untuk menghendle semua pekerjaan milik bossnya, dan boss gak usah memikirkan urusan di perusahaan semua sudah ku hendle dengan baik, dan nanti ketika boss sudah balik ke negara ini boss hanya perlu menandatangani beberapa berkas saja” (Jelas Ken)
Jes yang mendengar itu tersenyum, karena sebelum dia menanyakan mengenai kabar kantornya ken telah menjelaskan, kini dia sangat beruntung mempunyai orang2 yang sangat perhatian pada dirinya, meskipun untuk sesaat dia beruntung namun di sisi lain hatinya dia juga sangat takut orang2 yang sudah sangat peduli dengannya akan terluka karena dirinya
“Hmm baik kalau begitu aku harap kamu bisa stabil dalam menjalankan itu semua, dan aku juga tidak ingin mendengar ada komplenan dari klient yang perusahaan sedang tangani” (Jes)
“Sebenarnya saat ini aku lagi di rumah sakit, (Jes pun langsung menjelaskan apa yangsudah terjadi) dan ya...sekarang perasaanku lagi tidak stabil” (Jelas Jes)
“Kalau seperti itu aku akan bantu boss agar boss bisa keluar dari permasalahan itu, ken akan membantu boss sampai masalah itu selesai, dan satu lagi boss gak usah khawatir, banyak orang yang bersedia untuk selalu berada di sampin boss. Boss jangan pernah menganggap bahwa boss di dunia ini sendiri, boss ini masih punya orang tua, kakak, dan sahabat yang akan selalu mendukung boss, dan tidak akan pernah meninggalkan boss di saat susah. Oke boss sekarang aku akan menghubungi anak buah ken dulu agar membantu boss” (Jelas ken dengan nada yang tegas)
“Tidak usah ken, aku juga sudah menyuruh bawahanku yang lain untuk menyelidiki kasus ini, dan terima kasih atas perhatianmu terhadap boss mu yang satu ini, aku sangat bersyukur mempunyai teman sepertimu, dan aku harap kita akan bisa selalu bersama seperti ini” (Ucap jes dengan mata yang berkaca-kaca)
Ken yang mendengar itu sangat terharu, karena selama ini hanya bossnya saja yang selalu berada di sisinya yaa..meskipun sifat bossnya itu sedikit kaku, dan lebih cenderung dingin bila sedang berbicara, tapi ken selalu bersyukur karena dia telah sempat mengenal boss nya itu, kini dia bertekad untuk dapat membahagiakan boss kecilnya itu dan untuk urusan hati itu bisa menyusul fikirnya
“Boss gak perlu berbicara seperti itu, yang seharusnya bilang seperti itu adalah aku, berkat boss kehidupanku kini menjadi membaik, terima kasih atas uluran tangan boss untukku, dan terima kasih telah membuat mentalku kembali menjadi orang pada umumnya, dan terima kasih pula telah mengajariku banyak hal, dan setelah aku membatu masalah boss, aku akan kembali untuk melakukan tujuan awalku bila aku sudah bangkit dari masa kelamku itu, dah sekarang boss hanya perlu duduk cantik saja, dan serahkan masalah itu pada ken, ken jamin masalah boss itu akan hilang dalam 2 hari ke depan” (Ucap Ken dengan yakin)
“Huftt..terserah kamu saja, Ya sudah aku tutup dulu telponnya ya...boss mu ini mau istirahat dulu” (Jes)
“Baik boss..Boss Jangan terlalu memikirkan masalah ini, istirahat yang cukup, aku tidak mau melihat boss sakit, Fighting boss!!” (Ken)
Segera sambungan telpon itu terputus, dan disaat yang bersamaan Xander telah kembali dengan membawa banyak sekali makanan, Xander yang melihat wajah murung jes dia sangat khawatir, ingin rasanya dia mendekap wanita itu ke dalam pelukannya, tapi dia masih waras, dia gak mau melihat jes semakin marah dengannya, biarlah waktu yang akan menjawab semua pertanyaan yang ada di dirinya, untuk kini dia akan bersabar dan dia juga sudah bertekad untuk mendekati Jes secara perlahan, sambil dia mencari tau mengenai masa lalu tentang wanitanya itu
“Sayang..ayo kita makan dulu, ini aku sudah membawakan makanan kesukaanmu” (Ucap Xander sambil memberikan kotak makananan ke jes)
“Om kenapa repot2, aku belum lapar, punyaku ini om saja yang habiskan” (Jes)
“Ehmm no..no..saya paling benci dengan penolakan, kamu pilih kamu makan sendiri atau aku yang menyuapi kamu??? Kalau kamu tidak pilih di antara itu aku akan tetap memaksamu untuk makan meskipun dengan sedikit paksaan” (Ucap xander sambil tersenyum licik)
“Huhhh gak ada yang bener pernyataannya, ya sudah aku piiih makan sendiri” (ucap jes dengan wajah yang jutek)
Jes langsung menerima dan langsung membuka kotak makanan itu
“Nahh gitu dong, ini baru kesayangan om yang imut” (ucap xander sambil mengelus kepala jes)
Mereka akhirnya makan bersama, sesekali xander mencuri pandangannya ke jes, dia tersenyum dan dia juga berpikir bahwa hanya dengan jes dia bisa merasakan hal2 yang biasa dilalui oleh para remaja pada umumnya, yaitu menyukai lawan jenis atau bahas kekiniannya dia sedang menjadi BUCIN hahaha
(Babang Xander ku hahaha)
.
.
.
🐤🐤🐤🐤
Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote ya..., biar author semakin semangat untuk menulis kisah selanjutnya
😄
Ayoo..ayooo vote author yang banyak dan juga jangan lupa like ya, kalau like dan vote sudah banyak, nanti author akan crazy up lagi
😉
Happy Reading ya guyss
😊
Salam Hangat dari Author
❤