CEO Is My Mom

CEO Is My Mom
102



Momy Xander (Vechia) yang mendengar penolakan dari sang cucu dia hanya bisa meringis, karena anak sekecil dia sudah bisa berpikiran sangat dewasa, dan dengan terpaksa, dirinya membujuk sang cucu dengan lembut


“Sayang, ayo nak kita makan dulu, Mmm... bagaimana bila setelah makan kita telpon Daddy dan Momy mu, oohh iya kamu juga bisa meminta mereka agar cepat pulang” (Vechia)


Soe yang mendengar ucapan sang oma, akhirnya dia luluh dan tak lama dia membuka pintu kamarnya dan dia keluar dengan mata yang berbinar


“Oma, Ale you sule?” (Soe)


“Iya..sayang, oma serius..ya sudah ayo kita makan dulu, dan satu hal yang oma mau minta, kamu nanti makan yang banyak ya..biar dady dan momny mu itu tidak memarahi oma dan opa” (Vechia)


“Why oma?” (Soe)


“Mmm..karena oma dan opa tidak mau mendengar ocehan dari mereka, kan kamu tau sendiri bagaimana mereka sangat menyayangi kamu...ya sudah ayo sayang, tidak usah terlalu dipikirkan, nanti bila soe bisa menghabiskan makanan...oma akan memberikan kamu reward yaitu es krim” (Vechia)


“Wahh..es klimmmm...soe mau omaaaa” (girang soe)


Vechia sangat gemas dengan cucu gantengnya yang satu ini, ternyata sifatnya sangat mirip dengan Xander saat masih kecil meskipun dia keras kepala tapi bila ada tawaran yang menurutnya menarik maka dia akan sangat mudah untuk diluluhkan


Tak lama mereka menuju meja makan dimana disana sang opa Galen sudah menunggu mereka untuk makan bersama


“Hey cucu opa yang ganteng” (Galen)


“Hay opa...opa2 ....opa halus tau nanti setelah ini soe akan menghubungi dady dan momy, soe sudah lindu sama meleka” (Soe)


Galen menatap sang istri dan vechia langsung menganggukinya, galen hanya bisa menghebuskan nafasnya dengan kasar, karena kemarin saat xander mengirim soe kembali ke negara H, Xander telah berpesan kepadanya agar tidak menganggunya selama seminggu, dan dia juga akan segera kembali ke negara H apabila dia sudah berhasil meluluhkan sang pujaan hati yaitu jes


“Haduh...aku harus bilang apa ke anak itu, ya tuhan...tolong bantu saya, saya sudah berjanji kepadanya agar sementara tidak mengganggunya, kalau misalkan saya menganggunya maka anak itu akan berhenti mengurusi perusahaan milikku yang satu itu” (batin galen yang sediit resah)


Vechia yang melihat ekspresi sang suami dia langsung tau apa yang sedang dikhawatirkan oleh suaminya yang ganteng itu. Vechia langsung menepuk pundak sang suami dan dia langsung berbicara untuk menenangkannya


“Sayang...kamu jangan berpikir seperti itu, aku tahu meskipun anak kita itu sangat keras kepala tapi apabila kita berbicara yang lembut dan masuk akal maka dia tidak akan marah kepada kita” (ucap Vechia lembut)


“Tapi ma....kan tetap saja...kamu tahu kan meskipun dia ujung2nya akan luluh, ta-“ (Galen)


“Sudahlah pa...nanti mom yang akan bantu untuk ngomong..masa iya sih dia sama sekali tidak kangen dengan anaknya itu” (Vechia)


Akhirnya galen mengikuti saran sang istri dan ya..memang sangat masuk akal, mau bagaimana juga soe itu anaknya...masa xander sebagai orang tua tidak rindu dengan anaknya ini. 15 menit berlalu, akhirnya kini waktunya mereka menuju ke ruang keluarga dan vechia segera menghubungi sang anak melalui sambungan telpon Skype


Tut..tut...tut...


Xander yang masih betah untuk memejamkan matanya, dia sama sekali tidak mendengar panggilan telpon, tapi untungnya disaat yang bersamaan jes masih setia menunggu xander di ruangan perawan itu. Jes yang mendengar sambungan telpon dia langsung mengangkatnya, dan seketika senyum yang sangat indah kini menghiasi bibirnya


“Hai sayang....kamu sedang bersama dengan anak mom, bagaimana keadaan kalian???” (Ucap vechia dengan mata yang berbinar)


Jes yang mendengar pertanyaan itu hanya bisa meringis, karena saat ini dia sangat bingung untuk menjawab apa, karena apabila dia menjawab dengan jujur pasti kedua orang tua xander akan sangat khawatir, tapi saat ini dia tidak memiliki alasan yang tepat karena cepat atau lambat kebohongannya saat ini akan terungkap


“Sayang kenapa ekpresi mukamu seperti itu, apakah ada hal yang tidak beres disana?” (Vechia)


“Mom..momy tenang saja...kami baik2 saja, ya...meskipun kesehatan om sedikit kurang baik” (jes jujur)


“Maksud kamu apa sayang??? Apa jangan2 xander masuk rumah sakit??” (Vechia panik)


Galen yang mendengar hal itu langsung menghampiri sang istri dan mulai ikut bicara


“Halo sayang, apakah kamu bisa menjelaskan maksud yang kamu ucapkan tadi??” (Galen)


“Iya dad, emmm....gini om sekarang sedang di rawat di rumah sakit, ya...kata dokter dia hanya sedikit kelelahan dan juga telat makan” (Jes)


“Owhhh...jadi begitu, dasar anak nakal...jaga kesehatan diri sendiri aja tidak bisa palagi dia mau menjaga anak orang, sayang...kemana anak tengik itu, kenapa dia tidak menjawab panggilan ini sendiri” (Kesal galen)


“Ehhh itu dad, om baru saja tertidur, jes tidak enak untuk membangunkannya” (Jes)


“Oma...itu sepelti suala momy, soe mau bicala..Opaa...” (Soe menarik tangan galen yang tengah memegang Hp)


“Momyyyy!!!!! Soe kangen sama mom....huaaaa....hiks...hikss” (Soe)


Jes yang melihat soe seperti itu dia hanya bisa tersenyum, jes tidak kaget melihat soe berada disitu, karena sebelum xander tertidur, dia sudah menceritakan semua mengenai soe, yaa...tujuannya agar jes tidak lagi mengkhawatirkan anak kecil yang lucu dan menggemaskan itu


“Iya sayang...mom juga kangen sama kamu” (Jes)


“Mom, kapan pulangnya??? Ohh iya mom dady kemana??? Dady jahat” (Soe)


“Sayang kenapa kamu bilang seperti itu, dady mu tidak jahat sayang” (Jes)


“Dady jahat mom, kalena kemalen dady bilang ke soe gini.........................” (Soe)


.


.


Penasaran dengan kelanjutannya??? Keep stay toon guys!!!


😉


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote ya..., biar author semakin semangat untuk menulis kisah selanjutnya😊


Salam Hangat dari Author