BLack Roses

BLack Roses
1.6 Masa lalu



 


Dikamar aku duduk terdiam lalu devin mulai mendekati dan duduk di sebelahku.


Kau mau mendengar tentang kisah hidupku? devin menoleh dan menganggukan kepala.


Semua berawal di waktu aku kecil, terjadi hal menyakitkan


( aku menghela napas panjang)


waktu kecil aku di perkosa, oleh pamanku!


seketika devin kaget dan mulai akan bicara, tapi aku menghentikanya.


Dengarkan dulu sampai selesai nanti kamu bisa berkomentar sepuasmu, aku mohon.


Aku mulai melanjutkan kisahku, dan devin mulai terlihat tidak sabar.


Kisahku di mulai sejak kejadian pemerkosaan itu, aku menjadi seorang penyendiri dan aku mulai membenci semua orang terutama laki - laki, kamu tahu kenapa? karena setiap melihat mereka aku merasa jijik, apalagi yang memiliki tangan kekar, hikkkkkkss hiiiiikk.


Tangan yang kekar itu pasti mengingatkanku pada sosok yang membuatku membenci hidupku, aku sangat senang membuat kehidupan para lelaki itu menderita, sejak SMP aku senang gonta ganti pacar dan aku membuat mereka jatuh cinta memanfaatkan mereka kemudian aku campakkan begitu saja setelah aku merasa bosan.


Beranjak dewasa aku kabur dari rumah ayahku, aku bakar rumahnya!


kamu tahu kenapa?! karena aku tanpa sengaja melihat ayah berselingkuh, aku memang tidak menyukai ibu tiriku tapi aku tidak bisa membenarkan apa yang di lakukan ayahku, menjijikkan.


Aku tidak bisa membiarkan ayahku menyakiti istrinya itu,


aku senang bisa membuat ayah murka melihat rumahnya musnah.


( aku menghela napas panjang dan mulai melanjutkan ceritaku).


Sejak SMA aku hidup sendiri, aku kembali ke rumah nenekku yang lama kutinggalkan, aku tidak mau mencari ibu, kamu tahu sejak kecil aku dan ibu bagaikan langit dan bumi, tak mungkin kami bisa bertahan hidup dalam satu atap.


Hidup sendiri, aku harus membiayai hidupku sendiri.


Aku mulai bekerja serabutan sepulang sekolah, mulai kerja di pabrik roti, sampai jadi asisten di sebuah salon kecantikan itu semua kulakukan demi bertahan.


Tapi semua itu tidak cukup, akhirnya aku suka cari pacar yang tajir demi numpang biaya hidup, menyedihkan !


dan tentu saja tak ada yang gratis di dunia ini.


Mereka suka gaya pacaran kelas atas yang kebarat- baratan freesex sudah hal biasa buat mereka.


Dan berpacaran dengan cowok tipe- tipe seperti mereka, aku pun harus siap ikut terlarut dengan pergaulan mereka


sekali lagi menyedihkan!.


Freesex kemudian menjadi hal yang tak lagi tabu buatku, saat aku bosan dan tak mendapat yang aku inginkan, aku akan mencari pacar yang baru lagi begitu seterusnya.


Aku tak pernah tahu apa itu cinta, yang aku tahu hanya azas simbiosis mutualisme hubungan saling menguntungkan hanya itu. aku berpikir nanti kalau aku sudah lelah aku akan bunuh diri!.


Tak terasa air mataku menetes, kamu tahu devin aku tidak menyukai hidupku bahkan aku membenci hidupku, satu hal lagi yang membuat aku membenci diriku karena aku menganggap akulah penyebab kematian nenekku!


hikkkss hikkk ( tak mampu lagi kubendung air mataku), hanya nenekku lah yang mencintaiku.


Tidak dengan kedua orang tuaku, kau tahu betapa hancurnya aku saat itu.


Aku membenci cinta sampai aku bertemu dengan alvin,


4 tahun kami menjalin kasih, ketulusannya mengajariku tentang arti cinta yg sebenarnya, sejak menjadi kekasihnya aku menghentikan petualanganku cintanya telah membutakan aku dia membuatku merasa berarti, aku mulai memiliki semangat hidup aku membayangkan kebahagian yang sebenarnya kalau aku menikah denganya oleh karenanya aku mulai rajin bekerja dan menabung untuk biaya pernikahan kami nantinya, mimpi itu kupupuk dengan suburnya.


Air mataku mulai membasahi pipiku kurasakan lagi keperihan dan hanya aku yang tahu rasanya, sakit !.


Kamu tahu aku mendapat informasi dari temenku yang mengatakan kalau alvin sudah menikah, dan memiliki seorang anak .


Sangat sulit meyakinkanku, tak mungkin bisa seperti itu kekasihku yang berhati malaikat itu hingga sampai saat aku mengetahui dengan mata kepalaku sendiri.


Aku tahu aku jahat kamu bisa menghujat aku sepuasmu! aku akan menerimanya.Sungguh maafkan aku!.


Aku mulai memegang tangan devin, "maafkan aku sekali lagi maafkan aku.


Sekarang kamu sudah tahu kisahku, awalnya aku ingin bercerai darimu tapi mendengar kisah ibumu aku tidak tega melakukannya.


Devin, kalau memang kita tidak bisa saling mencintai aku mau jadi temanmu, aku akan tetap di sini sampai ibumu merasa terpuaskan dengan hutang budinya, meskipun sebenarnya budi itu tak perlu di balas.


Tapi aku memahami perasaan ibumu,


devin, aku mohon menikahlah lagi carilah pendamping yang sempurna yang seperti kau idamkan, aku janji aku akan mengijinkannya dan aku tidak akan mengganggu urusanmu supaya bisa berkurang beban dosaku padamu.


Yang perlu kamu ingat aku masih disini hanya demi ibumu


percayalah."


Hening menyelimuti kami berdua, dalam beberapa saat kami terhanyut dalam pemikiran kami masing- masing.


 Devin berdiri dan membuyarkan lamunanku " aku akan memikirkan semua terlebih dahulu, apakah yang akan aku lakukan nanti (tegasnya).


Aku sudah menyewa guru privat ngaji untukmu, aku harap kamu tidak keberatan"


(aku mengangguk pelan).


Ya aku tidak mau melakukan perlawanan lagi, mulai detik ini akan kulakukan saja yang di inginkanya


devin, yang masih menjadi suamiku.


Kejadian tadi benar- benar membuatku shock, aku hampir saja membuat kesalahan fatal, dan menyakiti hati seorang ibu yang kini menjadi ibuku.


Aku hampir saja menghancurkan nama baik almarhumah nenekku.


Akan kutunggu di sini, di balik tembok ini sampai semuanya akan selesai yang dinamakan balas budi ini, aku akan menjadi anak yang manis buat ibu dan anak ini, aku janji pada diriku sendiri, dan aku akan menepatinya.


Kembali teringat pada Sosok alvin, aku sangat merindukannya sejak terakhir bertemu entah seperti apa kabarnya.


Aku tak bisa lagi melihat fotonya dari ponselku yang telah hilang itu, hingga detik ini apakah dia akan mencariku? atau sekarang dia tenggelam dalam pelarian seperti yang kulakukan? entahlah, apakah cinta kami itu memiliki arti baginya atau hanya lelucon saja? tapi aku benar- benar mencintainya.Semakin aku memikirkanya aku semakin merasa menjadi manusia bodoh.


Manusia bodoh seperti inikah diriku ini?


apakah cinta itu hanya halusinasiku saja? untuk pertama kalinya aku menjalin kisah yang panjang, bukan cinta kilat semalam saja.


ha ha ha !.


Tapi aku harus tetap waras untuk tetap disini, aku terikat janji, akan kubuat bahagia ibu itu, mertuaku.


Dalam tubuhnya tertanam ginjal nenekku, untuk pertama kalinya aku bisa merasakan denyut kehidupan nenekku, tak mungkin aku berani menolak permintaan ibu mertuaku itu, kalau ku lakukan sama artinya aku menolak permintaan nenekku.


Dilema!.


Oh, kekasihku seandainya kamu ada disini, aku yakin kamu bisa memberiku solusi, apakah yang terbaik untukku.


Aku terbiasa seperti itu, terbuai dalam perhatianmu begitu tergantung padamu.


Dan sekarang aku ibarat orang buta yang kehilngan tongkatnya, aku kehilangan arah hidup tanpamu.


Kenapa kamu sudah menikah?


kenapa aku begitu mencintaimu?


kenapa kamu membohongiku?


kenapa kamu mengkhianatiku?


Hikkkkksss hikkkkss.