BLack Roses

BLack Roses
2.1 Terpaksa menikah



 


Brakkkkkk,.


Ya tuhan!!! alicyaaaaaaaa kamu masih di sini? seluruh dunia sedang mencarimu?!


terdengar suara pintu dibuka, Yulia! seperti bom meledak.


Dari kemarin semua orang mencarimu dan kamu masih tiduran di sini ? (pekiknya)


kamu tahu aku habis keliling ke semua tempat kost, rumah teman kita dan mulai kemarin kamu kemana saja?keluargamu mulai panik.


 


Dan devin juga mulai kalap mencarimu, mana handphone ?handphone aku bilang?!


" aku aku di sini enggak kemana- mana( jawabku lirih),


di sini gimana aku udah bolak - balik ke sini lebih 10 x, kamu jangan bohong!


terlihat yulia mulai tidak sabar menanti jawaban dari mulutku, aku hanya diam dan duduk termenung.


Melihatku tak bersuara yulia menghampiriku, aku lihat dia mulai bisa menenangkan diri.


" Aku pergi menemui alvin yul, "( jawabku singkat)


yulia mulai diam sama sepertiku,


kami mulai kehilangan kata- kata sementara diam menyelimuti kami berdua, airmata tak mampu kubendung lagi.


Yulia tahu seluk beluk permasalahanku, hanya dia teman yang mau mengerti kegalauanku, aku tak menyembunyikan apapun darinya.


 


Aku pegang tangan yulia" tenanglah yul, aku tidak akan kemana-mana aku janji, sungguh!


aku akan menikah dan memulai kehidupan baru, meskipun alvin datang aku tidak akan mengubah keputusanku, aku bukan wanita yang tidak punya perasaan, tidak mungkin aku merebut suami orang.


Wanita itu!


aku kembali sesenggukan(airmata tak mampu lagi ku bendung) aku hampir tak mampu meneruskan kata- kataku,


wanita itu pasti selalu menunggu suaminya pulang dari bekerja, tiap harinya! dan aku? bersenang- senang dengan suaminya.


Ya tuhan yul bagaimana aku bisa melakukan itu?


4 tahun yul itu bukan waktu yang sebentar, coba saja kau hitung berapa besar dosaku itu!


tak mampu ku lanjutkan kata- kataku, hanya penyesalan yang melanda hatiku kini.


 


Terkadang kita harus mengambil keputusan yang benar meskipun itu menyakitkan.


Yulia menatapku dalam - dalam " aku salut padamu lyci aku tahu ini tidak mudah bagimu, semoga keputusan ini akan membawa kebaikan dalam kehidupanmu selanjutnya.


 


Baiklah, ayo bergegas aku di sini untuk menjemputmu pulang aku sudah janji pada ibumu aku akan mencarimu sampai dapat.


Ayooo lets go! jangan buang waktu.


Dirumah sudah begitu ramai, pernikahan akan tejadi dan aku akan melakukannya.


Meskipun aku tidak tahu apakah ini yang terbaik yang harus aku putuskan atau aku terlalu terburu- buru mencari pelampiasan?


 


Aku lihat wajah marah dari kejauhan, ibuku ! aku tahu kenapa dia marah, wajar .


Hemmmz harusnya aku ada dirumah sejak seminggu yang lalu tapi aku baru pulang sekarang, tidak ada yang tahu situasiku .


Ibu menghampiriku dia mulai sadar ada yang berbeda dariku" apa ini?"


sambil memeriksa kakiku yang masih terpasang perban, dia juga melihat dahiku yang masih terbalut perban, aku hanya diam saja, melihat itu dia berbalik arah matanya nanar mencari - cari seseorang itu pasti yulia.


Dari kejauhan aku tahu ibu sedang mengintogerasi yulia,


itu pasti karena ibu tidak mendapat jawaban dariku,


ibu juga belum tahu kalau aku pun merahasiakan tentang kecelakaan yang ku alami, tapi kalau di ceritakan akan semakin kacau.


Aku tidak ingin keluargaku tahu tentang alvin, biarlah kisahku ini berakhir dan ku kubur sendiri aku sangat mengenal ibuku yang super heboh.


Aku baru bertemu ibuku hari ini sejak 10 tahun yang lalu, baru seminggu yang lalu aku meneleponnya untuk pulang, karena aku akan menikah.


Aku tahu dia kaget mengetahui keputusanku tapi dia tahu tidak mungkin baginya melarangku dengan keputusan itu, sejak dia pergi dan menikah lagi aku memutuskan untuk hidup sendiri, di sini di rumah warisan nenekku.


Sampai aku mendapat pekerjaan setahun yang lalu, baru hari ini aku menginjakkan kakiku di rumah ini aku lebih memilih tinggal di rumah kost dekat dengan tempat kerjaku daripada tinggal sendiri di rumah ini.


Aku tahu ibuku menyimpan kemarahan yang luar biasa aku tidak melibatkan dia sama sekali dalam keputusan ini, bahkan dia sama sekali tidak mengenal keluarga atmaja calon besannya.


Maaf ibu semuanya aku putuskan sendiri, devin adalah temanku sejak bayi jadi mungkin dia memahami situasiku dan keluarganya juga, buktinya keluarga devin menyetujui begitu saja tanpa persyaratan apapun tanpa tradisi yang ribet seperti kebanyakan orang yang akan menikahkan anak mereka.


Erat ibuku memegang tanganku, kamu yakin dengan keputusan ini?(aku hanya menganggukkan kepala).


Terdengar riuh dari kejauhan aku tahu itu keluarga mempelai pria telah datang, baiklah aku siap.


IJAB QABUL!


Devin melemparkan senyuman mesra terhadapku, aku berusaha membalasnya semaksimal mungkin, dan


"saya terima nikahnya Alycia binti suherman dengan mas kawin ...bla..bla...bla.. dan semua lancar terkendali, barokallah.


Devin deniatmaja detik ini resmi menjadi suamiku, riuh kebahagiaan terdengar dari kedua keluarga.


Ya sepatutnya hari ini aku bahagia mungkin moment seperti inilah yang dinantikan setiap wanita, moment pernikahannya.


 


Aku hanya tersenyum kecut diantara riuh gempita di sini aku hanya terdiam, kehampaan mulai menggerogoti jiwaku.


Tamu datang dan pergi, aku seakan tenggelam dalam pikiranku sendiri.


Alvin aku sangat merindukanmu


(tak terasa air mataku menetes)tak ada seorangpun yang menyadari aku sedang bergelut dengan perasaanku yang terluka semua larut dalam kebahagiaan , kecuali aku.


Waktu berlalu dan pesta pun usai malam ini, malam pertama bagiku malam yang paling di nantikan semua pasangan pengantin.


Devin memelukku erat, "mulai hari ini kita resmi menikah licy, aku janji akan berusaha membahagiakanmu aku tahu saat ini kamu masih belum mencintaiku, tapi aku akan selalu menunggu dan memupuk cinta untukmu dan tentu saja aku akan sabar menunggumu sampai di saat kamu pun bisa membalas cintaku( devin mencium keningku)."


Aku hanya mampu menatapnya tanpa bicara , tapi harus bicara aku mengumpulkan segenap kekuatan sampai akhirnya aku pun harus bicara.


"Devin aku ingin mengatakan sesuatu, aku tidak ingin ada rahasia yang aku sembunyikan darimu."


Devin mulai melihat dengan seksama ke mataku, menunggu hal apakah yang ingin aku sampaikan padanya .


"Devin maafkan aku, kamu bukan orang pertama!


aku tak mampu melanjutkan kata- kataku, tapi devin mulai sedikit mundur seakan dia tahu apa yang ingin aku katakan.


Dia diam,


"aku tahu ini pasti tidak mudah bagimu aku sudah tidak suci! apakah kamu bisa menerima hal itu( tanyaku)?"


sejenak devin menatapku kemudian dia


memelukku. Haaaahhhhh , ada kelegaan yang kurasakan.


 


Kemesraan pun berlanjut aku pasrahkan diriku pada suamiku malam ini, devin pun mulai meluncurkan aksinya sentuhan demi sentuhan dia layangkan aku berusaha mengimbanginya, malam ini aku akan memberikan kebahagiaan kepadamu! akan sebaik mungkin.


"Siapakah yang lebih baik di ranjang aku atau mantan kekasih yang merenggut kesucianmu itu?!.


Deg, ucapannya langsung menghujam jantungku !


harga diriku seketika sirna, aku merasa seperti sampah.


 


Dalam buaiannya masih terngiang- ngiang kata- kata itu ,apa maksud ucapan devin itu? tak tahukah kalau ucapanya itu menyakitiku!


apakah ada kemarahan atau kekecewaan?


aku masih menerka- nerka keadaan .


Semakin lama semakin gencar aksinya dan semakin kurasakan kebutralan sekarang dia mulai menggigit bibirku, aowhhhhh sakit( bisikku), dia juga melakukan gigitan di sekujur tubuhku dia menghujam dengan brutal kemaluanku


"apa ini?"


tanpa memperdulikan pertanyaanku dia terus melancarkan aksinya ini.


Tuhan ! aku merasakan sakit lebih daripada sebuah kenikmatan.


Dan crooottt,,, selesai, selesai, selesai !


sambil beranjak akan berlalu ke kamar mandi, dia berbalik menatapku " lebih baik janda tapi punya harga diri daripada gadis yang tidak suci lagi(katanya tajam)."


Aku terperangah mendengar kata - katanya. Haaaaaahh tak kusangka temanku yang kukenal baik selama ini mengatakan hal-hal yang menyakitkan, itu pun tepat di malam pertama pernikahan kami.


Malam berlalu dalam keheningan, dia tidur membelakangiku," devin maafkan aku" (bisikku)


tapi dia sama sekali tidak merespon ucapanku.


Aku hanya mampu menghela nafas panjang, kupaksakan mataku untuk terpejam, malam ini akan terasa panjang!.


Aku menyesal mengambil keputusan menikah dengannya tapi semua sudah terjadi, aku harus menjalaninya meskipun dari awal sudah menyakitkan seperti itu sekarang dia membuatku takut, benar- benar takut!.


Membayangkan esok hari aku mulai hidup dengannya? itu cukup membuatku sakit kepala.


Ya tuhan!!