BLack Roses

BLack Roses
15. Awal perjalanan



Hari yang melelahkan telah usai ada yang sedang mendengkur disampingku, kutatap wajahnya yang tampak lugu mulutnya sedikit terbuka, hemmmm semua tampak berbeda saat dia tertidur tak terlihat sama sekali wajah sangar yang tiap hari dia pasang di depan semua orang.


Terkadang aku berpikir apa kekurangan alexandra istrinya, sehingga tak mampu melulukan hati alvin yang hatinya lembut dan penuh dengan kasih sayang. Selama aku menjalin kasih dengannya lebih dari 4 tahun tak sekali pun dia membentakku atau sekedar berekspresi saat marah, saat dia marah dia hanya diam.


Kenapa alvin justru melabuhkan hatinya padaku, gadis biasa dari kalangan bawah? meskipun awalnya memang aku tidak tahu kalau dia adalah orang kaya, sungguh dari sikap dan gayanya yang sederhana sama sekali tak menunjukkan jati dirinya.


Terkadang aku merasa bersalah kepada istrinya, sungguh tak bisa dibenarkan apa yang telah kulakukan.Orang mungkin sekarang menganggap aku adalah pelakor( perebut suami orang) tapi kupikir aku pun berhak bahagia,


aku juga tak pernah bertanya pada alvin kenapa dia masih mempertahankan pernikahan yang tak bahagia itu? kenapa mereka berdua senang menyiksa diri mereka dengan bertahan?.


(Aku menghela nafas panjang),


sungguh aku menari di atas penderitaan wanita lain meskipun alvin selalu membenarkan apa yang dia lakukan karena alasan perjodohan, tapi bagaimana juga dia adalah istrinya yang sah.


Kenyataan itu selalu berputar- putar di benakku, terkadang aku ingin mengalah dan pergi tapi cinta yang menarik aku kembali.


Aku mencoba merebahkan badan ku, mencoba menghilangkan kepenatan. Kamar ini sangat dingin, angin laut lembut berhembus, aku sengaja membiarkan jendela kamar terbuka, aku suka mendengarkan deburan ombak dari kejauhan, udara khas bali yang sangat kurindukan.


Sesekali ku tatap wajah alvin, tak kusangka sekarang kami sah jadi suami istri, kebahagian yang dulu ku pikir hanya mimpi sekarang menjadi kenyataan.Hhemmm sejenak aku teringat nenek, seandainya dia masih ada pastinya dia adalah orang pertama yang bahagia atau justru orang yang pertama mengatakan kalau semua ini salah, tapi sekali lagi cinta mengalahkan nurani ku.


Pagi menjelang, wajahku terasa hangat oleh sinar mentari pagi yang menerobos masuk kedalam kamarku, rasanya enggan kubuka mata, aku masih merasa begitu lelah.


Kuraba kasur disebelahku sudah kosong, dia sudah bangun!


kubuka mataku mencoba mencarinya tapi dia tak kutemukan, entah pergi kemana dia sepagi ini, dia memang super duper busy man.


Aku malas sekali tapi mau tidak mau aku harus bangun dan mandi, bekas riasan semalam masih menempel lekat di wajahku, aku tak mau alvin melihat aku berantakan seperti ini, akan sangat memalukan.


Air hangat mengguyur tubuh lelahku, hari ini awal kehidupanku aku ingin pagi ini hadir dengan semangat dan senyuman, sementara akan kusimpan duka dan kegalauan, aku ingin sejenak merasakan kebahagiaan.


Selesai mandi aku sudah melihat alvin di balkon kamar sedang asyik menikmati secangkir kopi dan sarapan sudah tersedia lengkap di meja.


Aku merasa seperti tuan puteri yang selalu mendapatkan perlakuan istimewa, " jangan terlalu memanjakanku sayang, menyiapkan ini seharusnya jadi tugasku,"


namun alvin hanya tersenyum, "licy duduklah aku mau menunjukkan sesuatu padamu."


alvin menyodorkan map putih, aku membukanya dan isinya banyak sekali surat- surat dan beberapa tiket.


"Itu semua baru saja sampai tadi pagi, karenanya aku pergi pagi- pagi sengaja buat surprise saat kamu membuka mata, eh ternyata kamu sudah bangun, gagal dech!


coba kamu cek itu ada paspor, visa dan beberapa tiket, persiapan bulan madu kita dan satu lagi itu ada buku rekening bank, kartu kredit dan lain- lain yang memang kupersiapkan untukmu, aku sudah mengalihkan semua isi rekeningku ke rekeningmu, kamu tinggal tanda tangan saja. Aku juga sudah membuka akses bank untukmu, menurutmu ada yang kurang?


Itu bentuk sesungguhanku, maaf kalau kamu merasa tidak nyaman dengan apa yang kulakukan itu, tapi itu perlu apalagi kamu istri kedua ku, aku perlu memberimu jaminan rasa aman."


Aku mengamati semuanya dengan seksama, hanya seorang alvin yang bisa melakukan ini semua dalam sekejap mata, luar biasa pengaruh dari uang dan kekuasaan.


"Sebenarnya ini semua tak perlu terburu- buru kamu lakukan, aku masih di sini tidak kemana- mana."


Aku mencoba melihat sekali lagi surat- surat itu, yang sebagian besar tak kupahami isinya dan aku hanya perlu membubuhkan tanda tangan di setiap lembar yang di butuhkan.


"Ayo sarapan, sore nanti kita terbang ya! negara pertama kita akan ke jepang di sana aku akan mengajakmu ke tempat- tempat romantis kamu pasti suka.


Kita akan keliling dunia kurang lebih 2 bulan, aku sudah mempersiapkan semuanya sebelum pergi. Oh ya kamu tidak usah kuatir tentang pekerjaanku semua bisa ku haddle dari jarak jauh aku punya tim yang solid.


Licy kamu mendengarkan aku kan?" selidik alvin yang mulai menyadari kalau sedari tadi aku hanya diam tak banyak berkomentar, sibuk dengan isi dari map yang tadi dia sodorkan.


"Baiklah( jawabku singkat),"


kami menikmati sarapan berdua sambil bercanda mengenang saat indah berpacaran dulu, masa- masa itu akan menjadi kenangan manis kami berdua, indah dan penuh dengan keromantisan. Hanya alvin yang menerimaku apa adanya tanpa banyak bertanya tentang kehidupan masa laluku, yang dia perdulikan hanya aku yang dia kenal sekarang. Sungguh saat itu aku merasa orang yang paling beruntung, sampai kini pun aku merasa orang yang paling beruntung berada di sampingnya meskipun ada saja kerikil tajam yang mengiringi langkah kami.


Sore ini kami akan terbang ke jepang, aku sudah tidak sabar melihat keindahan negara itu, maklum saja seumur hidup aku tak mungkin bisa pergi kesana kalau seandainya tidak ada yang mengajakku.


Haaahaaa,aku tertawa geli


Melihat dari brosur yang di berikan alvin, sepertinya jepang memiliki destinasi wisata yang cukup menarik apalagi kata alvin sekarang disana sedang musim semi, aku semakin tidak sabar menginjakkan kaki disana.


Penerbangan kami lancar tanpa halangan, pertama kami akan ke tokyo menemui teman bisnis alvin, tuan adachi dia nantinya yang akan menemani liburan kami, termasuk untuk beristirahat malam ini alvin lebih suka tinggal di paviliun rumah temannya itu daripada tinggal di hotel, katanya istri temannya itu bisa meracik teh khas jepang yang istimewa, okey aku pun penasaran ingin mencobanya.


Besok pagi kami akan pergi ke kepulauan honshu


yang cuma butuh waktu 1 jam perjalanan dari tokyo, menuju ke karuizama sebuah resort romantis yang melegenda di masyarakat jepang, aku sudah tidak sabar menunggu hari esok datang.


Karuizama di kepulauan honsu yang menyimpan kisah cinta romantis kaisar akihito dan


permaisurinya michico pada tahun 1957.


Sampai disana aku berdecak kagum memang sangat indah, aku merasa seperti berada di negeri dongeng.


Aku memeluk alvin sebagai ungkapan terima kasih karena sudah mengajakku ke sini, aku sangat terkesan.


" Sayang aku punya permintaan, aku ingin sekali melihatmu menggunakan kimono baju khas jepang, nanti ya!"


aku hanya mengangguk tanda setuju.


Apa susahnya memenuhi permintaan alvin, cuma memakai baju khas jepang yang di sebut kimono itu?.


Aku selalu mengumbar senyumku dan alvin sangat menyukainya, sesekali kami tertawa lepas tanpa beban.


Aku selalu memegang tangan alvin seakan aku tak ingin berpisah darinya.


Sampai di paviliun tuan adachi , kami di suguhi dengan makanan khas jepang yang luar biasa lezat, kebetulan tadi siang kami hanya makan camilan karena saking asyiknya jalan- jalan.


Selesai makan istri tuan adachi menyodorkan padaku sesuatu."Kain?" hemmmmz aku menoleh pada alvin, dia hanya senyum- senyum pasti ini yang di maksud alvin kain kimono.


Istri tuan adachi berbicara bahasa jepang, sayangnya aku tidak mengerti artinya kemudian alvin menerjemahkannya, "licy kata istri tuan adachi kalau kamu mau dia bisa bantu kamu memakai kimono itu."


Aku menggelengkan kepala karena ku pikir aku bisa melakukannya sendiri.


Alvin langsung menggelengkan kepala kepada istri temannya itu, nyonya itu membalasnya dengan senyuman.


Aku pun penasaran ingin segera mencoba baju kimono ini, kenapa alvin sangat menginginkan aku memakainya dan ternyata butuh waktu lama untuk memakainya.


Selesai berhias aku keluar menemui alvin yang sudah berada diantara beberapa orang di jamuan minum teh,


saat menatapku alvin tak berkedip pipinya memerah, seketika dia berdiri menjemputku untuk diajak duduk disebelahnya, "sayang kamu cantik sekali, saat ini aku ingin menjadi kaisar akihito haaaahaaa( bisiknya di telingaku)."


Alvin mulai mengenalkan aku kepada teman - temannya, mereka mulai mengobrol memakai bahasa jepang sedangkan aku menjadi pendengar setia sambil sesekali melemparkan senyuman kepada semua orang.


Lama- lama aku seperti orang gila atau seperti orang yang terdampar di planet lain , haaaaahhh.


Setelah selesai perjamuannya, alvin mengajakku kembali ke pavilliun. Aku ingin membuka baju kimono yang membuatku sesak dan susah berjalan, memakai ini aku harus sedikit berjinjit saat berjalan.


Tapi alvin menghentikan tanganku," jangan di buka dulu sayang, aku ingin mengajakmu berdansa sebentar!"


aku pun tak menolaknya.


Kami terhanyut suasana yang romantis diiringi lagu bahasa jepang yang mendayu- dayu dari ponsel alvin dan tangan alvin mulai bekerja, tanganya itu mulai gencar membelaiku dan konyolnya aku begitu menikmatinya.


Satu persatu bagian kimono dilepaskannya sampai tak sehelai benang pun menempel di badanku, gairah kami pun memuncak.


Alvin berbisik di telingaku "sayang jadikan malam ini aku kaisarmu yang gagah perkasa!"


aku mengangguk mesra.