BLack Roses

BLack Roses
34.Waktu tak berputar



Ada tangan hangat yang membangunkanku dari tidur lelapku, aku tertidur di lantai.


Entah kenapa aku tidak kedinginan di sini, tempat ini asing bagiku! Aku membuka mataku, meskipun enggan kulakukan, tubuhku terasa sangat berat, aku merasa sangat lelah!.


" Hey!!! al fatih anakku, kemarilah! kenapa kamu diam saja kemarilah sayang, ibu akan memelukmu."


Aku mencoba untuk bangun, tapi kepalaku sakit sekali! aku menepuk- nepuk keningku berkali- kali tapi sakitnya tidak mau hilang.


Baiklah, aku tidak peduli ! kemana perginya al fatih, tadi dia ada di sini?!!.


Aku bangun dan terhuyung- huyung, kenapa tembok di sini berbeda?! berada di sini aku seperti seekor ayam yang sedang ada di dalam kandang, atau seperti burung yang sedang ada di dalam sangkar.


Sangat aneh!!


Sepi sekali di sini, ada seorang lelaki yang tengah tertidur sambil duduk di luar jeruji besi ini.


Aku berteriak memanggil lelaki itu, tapi dia tetap mendengkur dengan sangat keras, aku terus memanggilnya dan berteriak sekeras- kerasnya, barulah dia membuka mata," ada apa jangan berisik, sekarang tengah malam kembalilah tidur!( perintahnya).


Aku melotot kepadanya " tadi anakku ada di sini, sekarang kemana dia? bukakan pintunya aku ingin keluar mencarinya! dia harus tidur!!.


Lelaki itu menatapku tajam! " tidak ada anakmu di sini, mungkin kamu hanya bermimpi!"


lelaki itu berlalu meninggalkanku, dia tidak kembali ketempat duduknya, tetapi keluar dari ruangan ini.


Aku tidak mengerti kenapa dia tidak membuka pintu, tapi aku harus keluar dari sini, al fatih berkeliaran di luar sana, sekarang tengah malam dia harus tidur di pangkuanku!


kenapa lelaki itu tidak mau mengerti?!.


Aku mulai berteriak lagi, tapi tak ada yang datang menemuiku di sini! kepalaku mulai terasa sakit lagi, seperti ada sesekor ular yang sedang berjalan - jalan di dalam tempurung kepalaku.


Tiba- tiba aku bergidik ngeri, ular itu bisa saja memakan otakku, apa yang harus kulakukan??


tiba- tiba terpikir olehku untuk mengeluarkan ular itu dari otakku.


Aku membenturkan kepalaku berkali- kali ke tembok, iya ini sudah betul! ular itu harus keluar dari dalam sini, sekali dua kali ular itu masih berjalan - jalan di dalam kepalaku, dia masih bertahan di sana.


Aku terus membentur - benturkan kepalaku, sampai darah bercucuran keluar, ini pasti darah ular itu!!.


Tangan lelaki tadi menghentikanku, "ular itu belum keluar! aku tidak bisa berhenti, dia akan memakan semua isi kepalaku sampai tak bersisa! lepaskan aku!!"


aku berteriak- teriak dan meronta, aku tidak punya banyak waktu kenapa dia menghalangiku.


Aku menggigit tangan lelaki itu, dan dia melepaskan cengkeraman tangannya.


Aku kembali membenturkan kepalaku ketembok! dan sekali lagi lelaki itu menghentikanku.


Sekarang dia memborgol tangan dan kakiku, aku tak bisa berdiri lagi, aku terpaksa harus duduk.


Tiba- tiba aku melihat seekor ular berjalan mendekatiku, dia akan melilit tubuhku aku sangat takut! aku menangis sekeras- kerasnya, aku sangat takut dengan ular!!.


Ada tangan yang menghapus airmataku, dan membenamkanku kedalam pelukannya, dadanya kekar dan aku tidak merasa asing dengannya, aku mendongakkan kepalaku, ada sebuah senyum yang tergambar pada gigi yang tertata rapi, dia alvin!.


Aku tahu dia akan datang, dia tidak akan membiarkan aku menangis ketakutan, " ular itu akan memakanku alvin, tolong aku!!" alvin semakin erat memelukku.


" Aku merindukanmu sayang, aku tahu kamu akan datang! semua orang menganggapmu sudah tiada, tapi aku memiliki keyakinan bahwa kamu tidak akan meninggalkanku" mendengar rengekkan manjaku alvin hanya tersenyum saja, dia tak melepaskan pelukannya.


Aku merasa begitu nyaman dalam pelukan alvin, terbayang lagi saat - saat kami berbulan madu, kami akan keliling dunia lagi, ada banyak negara yang belum kami kunjungi.


Aku berjanji akan memperbaiki bahasa inggrisku, supaya aku tidak tersesat lagi.


rasa kantuk membenamkan aku dalam keterlelapan, aku tidur sambul tersenyum.


Hal yang membahagiakan adalah saat kamu bisa memulai mimpi dalam pelukan hangat kekasihmu, seperti yang tengah kurasakan, begitu hangat.


" Terima kasih sayang!"( bisikku lirih)


ada rasa nyeri yang hebat di kepalaku, sontak membuatku terbangun, aku kembali duduk.


Kemana alvin pergi? kenapa dia meninggalkanku sendiri disini? apakah dia mencarikanku semangkok bakso?! aku merasa sangat lapar!.


Aku akan menunggunya, dia selalu memberiku kejutan manis. Setelah makan semangkok bakso aku ingin meminum segelas kopi, mungkin kopi itu bisa menghilangkan sakit kepalaku.


Mataku terasa berat, aku tak bisa membukanya kembali, aku tertidur, tenggelam seperti berada diatas awan yang lembut dan hangat, udaranya bersih dan segar, tak pernah aku merasakan tempat tidur senyaman ini!.


Sekali lagi aku terjaga, aku lupa belum menyiram bunga mawarku, bunga- bunga itu bisa layu dan mengering.


Dan ayah? pasti sekarang dia masih bekerja, dia tidak akan memiliki waktu untuk memperlakukan bunga- bunga itu dengan istimewa.


Aku harus pergi dan menyiramnya, dan kenapa tangan dan kakiku di borgol? dimanakah aku sekarang?! aku harus bergegas aku tak memiliki banyak waktu!.


Ah, kenapa disini sepi! tak ada seorang pun disini, bagaimana aku bisa keluar kalau tidak ada yang membantuku?!


Tubuhku menggigil kedinginan, aku tak bisa menenangkan diri aku duduk dan melipat kakiku, aku menggigit celana kain yang ku pakai.


Aku tidak mau ada di sini! aku harus pergi!!.


Mentari pagi yang menerobos dari sela- sela jendela kecil di ruangan ini, membuatku merasa tidak nyaman.


Aku sangat haus!.


Lelaki semalam berjalan menghampiriku, dia melepaskan borgol di tangan dan kakiku, dan ada seorang wanita dibelakangnya, yang meraih tanganku, dia mengajakku keluar dari ruangan berpintu jeruji besi ini, lalu dia mengajakku berjalan melewati lorong panjang.


Aku tiba- tiba merasa sangat mual dan ingin sekali muntah, di sini sangat bau! wanita itu memasukkanku kedalam sebuah kamar mandi, dan menyuruhku untuk mandi.


Sepertinya aku memang harus mandi, aku melepas bajuku dan aku mulai mengguyur kepalaku, yang semalam terasa sakit, merasakan sensasi dingin air ini membuatku segar dan bersemangat, seketika kantukku pun lenyap.


Selesai mandi, aku membuka pintu dan aku sangat terkejut karena wanita tadi menungguku di balik pintu.


Kenapa dia melakukan hal itu? apakah dia tidak punya pekerjaan lain?? aku sungguh tidak mengerti.


Dia menggandengku kembali, berjalan melewati lorong panjang yang sepi, tempat ini sangat menyeramkan, temboknya banyak yang mengelupas, aku yakin ini bangunan lama yang mungkin sudah di bangun puluhan bahkan ratusan tahun.


Tapi yang aku tidak mengerti kenapa aku ada di sini? aku mencoba mengingat kembali hal terakhir apakah yang kulakukan? dan kenapa aku sampai ketempat ini?? apakah aku tersesat saat bulan madu? ya Tuhan! bagaimana kalau alvin mencariku? aku harus pergi!.


Aku melepaskan tanganku dari tangan wanita yang menggandengku ini, tapi dia tak membiarkan aku melakukannya, siapa dia?.


Dia memegang tanganku dan berjalan cepat, aku meronta tapi dia tak melepaskan aku, aku diseret olehnya, " berhenti dan lepaskan tanganku!" tapi teriakanku tak di hiraukannya!.


Dan sampailah ketempat tadi, dia memasukkanku kembali di ruangan tadi, ruangan persegi empat bertembok jeruji besi, yang semalaman menemaniku, aku tidak suka di sini.


Aku duduk, kembali kulipat kakiku.


Dihadapanku telah ada sepiring makanan, dan segelas air, aku meminumnya dan membiarkan air segar ini melewati kerongkonganku yang kering.


Kulihat makanan ini, nasi dan sayur! melihatnya aku tidak berselera, aku sangat menginginkan semangkok bakso pedas yang mungkin bisa memuaskan rasa laparku, tapi tidak ada di sini! mungkin aku harus menunggu alvin yang membawakannya untukku! aku harus bersabar menunggunya.