
Kukuruyukkkkkkkkkk!!!!!
Mentari datang dengan cahaya berkilauan,
pagi hari aku menunggu soni di pekarangan depan, berharap dia akan segera keluar dari rumahnya. Mau datang kesitu sungkan masih terlalu pagi.
Tak seberapa lama kulihat dia keluar dengan pakaian joggingnya, sontak aku berlari dan menghampirinya, "son, soni? aku mau tanya sesuatu sebelum kamu pergi" melihatku soni mengangguk tanda setuju." Eemmmm, ada kartu nama dalam amplop gajiku kemarin kalau menurutmu aku harus apa? maksudku kenapa pembeli itu meninggalkan kartu nama, apa ada complain atau tidak dengan barang yang sudah dia beli?"
sejenak soni diam dan kelihatan dia sedang berfikir, aku mulai dag dig dug takut kalau kemarin aku melakukan kesalahan.
" Mungkin dia ada keperluan denganmu lic, coba kamu telepon saja( jawab soni singkat)."
Kamprett,
aku nggak punya ponsel bagaimana bisa menghubungi orang yang punya kartu nama itu?
Hadewwhh ada- ada saja
kupikir soni akan memberiku solusi atau sekedar meminjamiku ponselnya
dan aku bisa berhemat dengan gajiku kemarin .
Ternyata enggak !
mau nggak mau aku harus beli ponsel, okey moga uangku cukup.
Aku berharap bisa menemukan harga termurah,
mencari dan mencari akhirnya (ahaaaa sorakku girang)
sesuai harapan aku mendapatkan barang yang ku inginkan, murah dan masih berfungsi.
Tak menunggu lama, aku bergegas mencari kartu nama di sakuku, aku berharap tidak ada complain barang yang sudah kujual kemarin, hemmm kalau seandainya ada aku pasti harus kerja dobel.
Telepon tersambung,
aku bicara layaknya pegawai berkelas," selamat pagi pak? maaf saya SPG dari pameran mobil kemarin, saya menemukan kartu nama bapak jadi satu di dalam amplop fee saya, mungkin ada complain atau mungkin ada yang bisa saya bantu?"
dari seberang terdengar orang itu tertawa, " tidak nona, no complain."
Aku menghela napas lega, kukira aku akan menhadapi masalah dari pekerjaanku kemarin.
"Oh ya aku ada keperluan dengan anda, kalau anda bersedia tolong datang ke alamat kantor yang ada di kartu nama itu, saya tunggu."
Sejenak aku berpikir , apa keperluan orang kaya itu denganku?
Aku menghela napas lega tapi sekaligus aku di gelayuti perasaan was- was dan penasaran, kalau aku datang kesana tak mungkin aku memakai jeans dan kaos oblong ini, itu kantor sebuah perusahaan. Mau tidak mau aku harus mengeluarkan biaya lagi untuk sekedar membeli baju, semoga kedatanganku kesana tidak sia- sia, seandainya orang itu menyuruhku datang ke kantornya untuk memberiku pekerjaan atau semacamnya karena melihat keramahanku kemarin? semoga saja.
Ayolah alicyaa jadilah dirimu yang biasanya.
Lets go belanja! sorakku kegirangan.
Sejak dulu aku adalah seorang yang perfeksionis kalau masalah penampilan, bahkan aku rela merogoh kocek dalam- dalam demi tampil memukau dan aku senang jadi pusat perhatian tak mungkin aku salah kostum.
Imajinasiku berputar- putar, hahahhaah aku harus berpikir, kostum pekerja kantoran! konsentrasi alicyaaaa.
Okey, semua siap aku tak suka menunda- nunda pekerjaan, hari ini aku harus segera datang ke sana, aku pun penasaran apa yang diinginkan orang itu. Aku intip isi dompet, oh my god tinggal 300 ribu.
Aku kehilangan kendali saat belanja mencari satu baju dapatnya tiga!.
Haaaahaaaa penyakit shopping holic ternyata sulit di sembuhkan , meskipun kondisiku sedang kacau dan uang yang tak seberapa.
Sampai di kantor itu, aku terpukau dengan bangunan megah yang menjulang tinggi, bagaimana caranya aku mencari satu orang di gedung sebesar ini. Sebelum masuk sekali lagi kuperiksa kartu nama itu takut hilang dan akan sia- sia kedatanganku kesini.
Yes, ada!.
Aku masuk langsung ke resepsionis, bertanya tentang pak James yang tertera di kartu nama, sejenak resepsionis itu melihatku kemudian dia mengangkat gaganng telepon dan menelepon seseorang yaitu pak James.
" Mbaknya bisa naik ke lantai 22, pintu utama itu ruangan pak James, beliau udah menunggu.
Sampai di situ pak james menyambutku dengan ramah, dia mempersilahkanku masuk.
Hampir sepuluh menit aku sendirian dalam ruangan pak james, aku mulai merasa gelisah,
ini orang maksudnya apa sih?
" selamat siang, seseorang menyalamiku. Pak james dan lelaki itu duduk menghadapiku.
Aku sangat terkejut dan panik tapi kakiku terpaku.
" Ini orang yang ingin ketemu sama nona, dia atasanku pemilik perusahaan ini, dia yang kemarin minta tolong sama saya buat mencarikan mobil keluaran terbaru yang nona promosikan.
Waktu saya kirim foto mobilnya yang kebetulan ada foto nona, kata bigboss nona teman akrab beliau."
Aku hanya diam saja mendengar penjelasan pak james, aku ke sini berharap mendapatkan pekerjaan tapi aku mendapatkan ini?
Pak james berdiri dan bergegas keluar, menyisakan aku dan pria ini yang tak lain adalah alvin ardiarta, mantan kekasihku.
Lama kami terhanyut dalam keheningan, aku pun terasa tersihir tak mampu bergerak atau sekedar bicara sepatah kata, sungguh tak kuduga aku akan bertemu dia lagi, disini!
wowww bahkan baru hari ini aku tahu kalau dia adalah bigboss disini.
Dulu dia hanya bercerita kalau dia hanya pekerja kantoran biasa di surabaya sedangkan aku tinggal di malang.
Tapi meskipun beda kota tak pernah sekali pun terlewat malam minggu tanpa kehadirannya dia sangat rajin mengunjungiku.
" Sayang, aku senang bisa bertemu denganmu hari ini lama aku berusaha mencarimu, tapi seperti ditelan bumi kamu menghilang."
Aku menatapnya sejenak, kulihat matanya mulai berkaca- kaca entah perasaan apa yang sedang melandanya, aku berdiri dan akan beranjak pergi.
Seketika alvin pun berdiri menarikku kedalam pelukannya, aku diam tak bergerak aku sangat shock saat ini, aku ingin bereaksi tapi mulutku seakan terkunci, aku hanya diam dalam pelukanya. Dia mulai terisak dadanya berdetak kencang, pelan - pelan aku melepaskan pelukannya menatapnya sejenak dan berlari pergi.
Sampai di kosan, aku berteriak dan menangis sendiri tak kusangka aku bertemu lagi denganya, tak mudah bagiku melupakanya dan sekarang dia muncul lagi dalam hidupku!sungguh tak kusangka.
Tanganku masih gemetar, sampai suara ketukan pintu bisa mengagetkan dan membuatku seketika terhenyak.
"Iya sebentar!" siapa yang bertamu kalau bukan soni, disini aku belum mengenal siapa pun.
Kubuka pintu dan alvin sudah berdiri di depan pintu menatapku tajam.
Woww luar biasa bahkan sekarang dia sudah sampai kekosanku, sungguh tak kuduga dengan mudah dia menemukan alamatku.
" Pergilah dari sini (bentakku) aku tidak ingin bertemu denganmu lagi!"
tanpa persetujuanku alvin masuk kedalam kosan, aku menyusulnya dan berusaha mengusirnya.
Tapi dia alvin cowok keras kepala, dia tak mau pergi karena aku bersikeras, akhirnya dia mengalah dan pergi keluar.
Lega rasanya melihatnya pergi aku pun membanting pintu.
Dalam kamar aku mencoba menenangkan diri dengan minum segelas air, kulihat dari celah jendela alvin berdiri diseberang jalan menatap tajam kesini.Ya tuhan dia itu keras kepala banget dan dia belum juga pergi!.
Hemmm tapi aku tak perduli,
kosan ini tak punya pintu belakang seandainya ada aku pasti sudah kabur dan pergi dari pandangannya.
Aku benci pengkhianat, benci benci!
aku membanting tubuhku kekasur, kuratapi nasibku ini kenapa aku harus selalu lari dari takdirku? aku pun lari dari devin.
Hikkss hikkkss aku mulai menumpahkan airmataku di bantal.
Mungkin ini karma akibat dosa- dosaku di masa lalu yang mempermainkan perasaan lelaki yang dekat denganku demi keuntunganku sendiri, mengingatnya aku pun merasa jijik dengan diriku sendiri. Aku lebih buruk dari seorang pengkhianat cinta! aku sangat buruk.
Sekarang masa lalu yang ingin ku kubur dalam- dalam berusaha hadir kembali, aku harus apa?
ya tuhan, aku bingung sekali.