BLack Roses

BLack Roses
42.Say good bye



Selamat tinggal dunia, selamat tinggal kebisingan! selamat tinggal cinta, selamat tinggal harapan dan selamat tinggal mimpi, aku akan mulai menjelajahi kesunyian sendirian, aku tidak akan bunuh diri karena aku ingin menghukum diriku membusuk dalam penderitaan di dalam jeruji besi.


Aku akan menghukum nasib burukku ini! bersama kenangan bahagia dan sekaligus menyakitkan yang telah ku alami.


Sebuah ruangan berjeruji besi telah menungguku, aku memasukinya dengan senyuman lebar, inilah tempat yang pantas untukku!.


Di dalam sini aku tidak sendiri, ada setidaknya 4 orang wanita disini, mungkin mereka senasib denganku! orang dalam penantian.


Meskipun palu pengadilan belum di ketuk sebagai tanda final, tapi disini kami harus mencicipi dingin dan suramnya jeruji besi.


Mata mereka memandang sinis kepadaku, tapi alicyaa sekarang telah kehilangan airmata dan rasa takut! mungkin dulu aku akan gemetar menghadapi sorot mata itu! tapi tidak sekarang.


Aku sekarang tidak peduli aku hidup atau mati! kalau pun aku hidup tak ada yang menungguku pulang, dan kalau pun aku mati tak ada yang akan peduli dan menangisi kepergianku! lalu apa bedanya bagiku?! dan akan kubantai mereka kalau seandainya mengganggu ketenanganku!.


Aku melangkah kepojok ruangan, tidak kuperdulikan mereka yang memperhatikan gerak gerikku sedari masuk tadi.


Aku duduk menyepi, aku menelungkupkan kepalaku diantara lipatan kakiku, kelelahan yang menggerogoti tubuhku searah dengan jiwaku, setiap jengkal kejadian yang sudah ku alami, membuatku semakin membenci hidupku.


Seperti baru kemarin aku merasa menjadi orang yang paling bahagia, hidup tenang dan damai bersama ayah dan anakku! tapi dengan sekejap mata aku kehilangan semuanya.


Entahlah, skenario takdir seperti apa yang engkau siapkan untukku ya Allah? kenapa engkau memberi dan mengambil semuanya dariku? kenapa selalu ada yang datang kemudian pergi dariku???!!katakan padaku untuk apa engkau menciptakan aku dalam kehidupan yang tidak biasa ini?? apa maksud yang terselebung untukku? sungguh aku tidak bisa memahaminya!.


Hikkkkkss, hikkkkkkk! aku mulai menangis pedih.


Aku mendengar sebuah langkah mendekatiku, tapi aku tidak ingin melihat siapa yang mendekatiku, aku masih asyik dengan pikiran kalutku sendiri!.


Sebuah tangan menjambak rambutku dan memaksaku untuk melihat wajahnya, seorang wanita berbadan tambun memperlihatkan wajah sangarnya," kamu harus menjadi budakku di sini!!"


Aku menatapnya tajam, aku melepaskan tangannya yang masih memegangi rambutku kuat - kuat, aku berdiri dan mulai mendekatinya, dia melepaskan rambutku dan aku mulai gantian memegang wajah bulatnya itu dan kubenturkan ketembok dengan membabi buta, dia jatuh ke lantai bersimbah darah.


Dia meringis kesakitan sambil memegangi kepala yang tidak mau berhenti mengucurkan darah, setelah puas dengannya aku menatap penghuni yang lainya, tak ada satu pun yang berani berkutik.


" Kalian jangan ada yang berani menggangguku! kalau kalian tidak ingin berakhir seperti dia!."


Tak ada sahutan sedikit pun, melihatnya begitu aku kembali ke tempat dudukku, kusandarkan kepalaku di tembok dan aku memejamkan mataku, suasana kembali sunyi! bahkan aku nyaris tidak mendengar bunyi napas mereka.


Suara pintu besi di buka memaksaku untuk membuka mataku! sipir itu masuk dan mulai melihat wanita yang mukanya penuh darah, " siapa yang melakukannya?" tanpa bicara wanita tambun tadi menunjuk kearahku!.


Sipir itu mendekati dan dengan kasar dia menarikku keluar dari ruangan ini, dia menyeretku ke suatu tempat.


Dengan kasar dia mengguyur tubuhku dengan air, terus - menerus sampai aku kesulitan bernapas.


" Kamu jangan berpikir jadi jagoan di sini! tempat ini punya aturan dan kamu tidak bisa main hakim sendiri!".


Setelah puas mengguyurku dia meninggalkan aku sendiri di dalam kamar mandi, dia mengunci pintunya dari luar.


Entah berapa lama aku di dalam sini, baju yang basah kini mulai kering sendiri, di sini manusia sudah bukan manusia lagi, di sini orang sudah tidak memiliki arti lagi.


Dia mengajakku kesebuah ruangan, di sini sepi hanya ada sebuah meja dan dua buah kursi, sipir itu pergi dan meninggalkan aku sendiri.


Tak lama dia datang bersama seorang lelaki, dan aku sedikit tersenyum saat kutahu yang datang adalah devin.


Aku berhambur memeluknya, devin pun membalas pelukanku, cukup lama kami melakukannya sampai devin menyadari kalau bajuku sedikit basah, dia pun melepaskan pelukannya.


" Kenapa kamu basah licy?" aku hanya menggelengkan kepala, tanpa mau memberikan penjelasan apapun padanya, kulihat sipir tadi berdiri tegap di ujung ruangan, mengawasi kami dengan sorot matanya yang tajam.


" Aku datang membawakan barang - barang yang mungkin kamu butuhkan, dan aku ingin bicara penting denganmu!".


Mendengar kata - kata devin aku mulai duduk di kursi, "baiklah devin aku siap mendengarkan," devin pun mengikutiku duduk di kursi, kami bicara berhadapan.


" Aku akan mencarikanmu pengacara terbaik untuk membelamu di pengadilan nanti, supaya kamu bisa mendapatkan pembelaan yang maksimal, karena kamu di tuntut dengan banyak tuduhan pembunuhan, dan parahnya salah satu korbanmu adalah anak orang yang memiliki kedudukan di kota surabaya, mereka pasti akan melakukan apapun untuk bisa melihatmu kalah di persidangan,


untuk itu kamu juga harus bekerjasama licy, please!."


Aku tersenyum kecut mendengar semua perkataan devin, "aku tidak ingin pembelaan apapun vin! aku ingin di sini, membusuk di tempat ini!!"


mendengar perkataanku muka devin berubah merah padam, melihatnya aku tahu devin mulai tersulut emosinya.


"Dengar licy, mending kalau kamu bisa di tempatkan di sini! kalau mereka membuangmu di sebuah pulau tempat narapidana kelas berat bagaimana?pikirkan itu!!! kejahatan yang dituduhkan padamu bukan kejahatan biasa!."


Aku diam sejenak dan mulai sesenggukan, kugigit bibirku kuat - kuat untuk bisa menahan agar tidak pecah tangisku.


" Biarkan saja vin, kemanapun mereka akan membuangku aku tidak peduli, tapi aku ingin meminta satu pertolongan darimu, ini sangat penting."


Mendengar ucapanku, devin mulai terlihat serius " apa itu licy? katakan padaku!"


aku menghela napas panjang dan mulai bicara pelan setengah berbisik, " di bawah kolong tempat tidurku di rumah ayah ada sebuah kotak kayu berisi perhiasan emas, kamu perlu menggalinya karena ayah menanam dalam tanah kotak itu! dan cari tas ranselku di dalamnya ada sebuah buku rekening! aku ingin kamu menyerahkan semuanya kepada bude halimah, aku ingin menebus kesalahanku padanya! aku sudah melenyapkan tulang punggung mereka, aku berharap semua yang kuberikan itu bisa membuat mereka bertahan hidup."


Devin mengangguk pelan, dia mendekati sipir yang masih tegap berdiri itu untuk meminta secarik kertas dan bolpoint, sipir pun berlalu pergi untuk mencarikan apa yang di minta devin, devin mendekati wajahku dan dia mendaratkan ciuman mesra di bibirku, aku tidak menolaknya! kehangatan merayap di bibirku yang beku.


Sipir datang dan membuat kami menghentikan aksi tadi, dia menherahkan kertas dan bolpoint yang di minta devin tadi,


" Kalau kamu ingin aku melakukannya, aku butuh surat kuasa dengan tanda tanganmu licy,"


aku mengangguk setuju.


" Kamu tahu vin, ini bisa sedikit memberiku kelegaan! semoga mereka mau memaafkan kesalahanku, dan tolong jangan katakan semua itu dariku bilang saja kamu yang memberikannya, hanya sampaikan saja permintaan maaf dariku."


Kami kemudian terdiam bersama, dan berusaha untuk bisa mulai menerima kenyataan pahit yang pasti sudah menunggu kami kedepannya, tapi aku sekarang sudah tidak peduli dengan hidupku.


Devin pergi dengan langkah gontai, dia yang datang dengan bersemangat tiba - tiba kembali dengan kelesuan karena penolakan dariku.


Aku telah kehilangan hidupku dan aku tidak ingin menemukan apa yang sudah hilang itu, aku hidup untuk menunggu mati, tiap hari kulihat ayah, alvin, al fatih melambaikan tangan mereka dari surga, aku ingin bersama mereka tapi tidak dengan bunuh diri, aku hanya perlu menunggu ajalku datang dengan semestinya, karena kalau aku mengakhiri hidupku sendiri aku tahu pasti aku akan terjebak di neraka dan aku akan kehilangan kesempatan bertemu orang - orang yang kucintai itu, Allah akan melaknatku lebih dari dosa - dosa yang pernah kulakukan di sepanjang hidupku, sekarang waktunya penebusan dosa.