BLack Roses

BLack Roses
10. Lembaran baru



Aku berlari tertatih- tatih, kepalaku masih terasa sakit tapi aku harus menguatkan diri aku harus pergi.


Aku tak tahu harus pergi kemana? kuberlari dan terus berlari yang terpikirkan oleh ku aku hanya harus bisa sejauh mungkin dari rumah sakit itu, jauh dari devin.


Aku terengah- engah dan berhenti di sebuah taman, aku duduk sebentar sambil memegangi perutku yang mulai terasa nyeri. Ya tuhan sakit sekali! auwhhhh aku seperti sudah tak sanggup berlari lagi.


Orang berlalu lalang disekitarku tapi tak satu pun memperhatikan kehadiranku, mereka asyik dengan urusan mereka masing- masing.Otakku berputar aku harus kemana dan bagaimana karena aku pergi tak membawa apa pun, di tanganku tak ada uang atau pun ponsel.


Aku melanjutkan langkahku yang mulai gontai, ada segerombolan anak muda yang sedang asyik nongkrong aku mendekati mereka meminta bantuan "tolong, bisakah kakak pinjam ponsel kalian?"


salah seorang memperhatikan aku yang mulai nampak kacau, masih menggunakan baju rumah sakit kemudian dia memberikan ponselnya padaku.Orang pertama yang terpikirkan olehku adalah yulia, ya yulia!


aku tersambung dengan yulia, dia sangat kaget mendengar suaraku apalagi saat sejenak kuceritakan kisahku dan kenapa aku menghubunginya, yulia pun menyanggupi untuk menemuiku.


Baiklah, sebentar lagi yulia akan datang aku hanya perlu menunggunya. Aku berterima kasih dan mulai berjalan mencari tempat untuk menunggu yulia.


Cukup lama aku menunggu yulia, entah kenapa dia begitu lama. Aku mulai dilanda kecemasan bagaimana kalau devin bangun tidur dan mulai sadar kalau aku sudah kabur!hemmmmmzz jangan sampai itu terjadi.


Suara klakson mobil mengejutkanku.


"Kampretttttt!!! umpatku" yulia pun mengambil langkah seribu menghampiriku. Sambil tersenyum geli, ayo lets go!


Tanpa pikir panjang aku berhambur kedalam mobil, by the way bus way ini mobil siapa?(tanyaku) yulia tersenyum geli," punya cowok yang lagi maen ke kosan," seriusss! nih cowok tajir dan royal banget kalau aku mau dia bisa menyerahkan kepalanya padaku haaaaahhaaa yulia tertawa lepas.


Melihat kelakuannya aku hanya bisa tersenyum, yulia adalah anak didikkku dan aku adalah mahaguru.


Wkkkkkkwkkkkk !! untuk sejenak kami terhanyut dalam gelak tawa dan aku pun sedikit lupa tentang dukaku.


Sesampai di kosan yulia mengajakku masuk dan dia mulai bertanya tentang apa yang terjadi padaku dan aku pun menceritakan semuanya tanpa terkecuali. Aku lihat ekspresi wajah yulia mulai memerah, marah! "yul, tolong aku, kemana aku harus pergi? tolong beri aku pencerahan helpme, helpme pleaseee!( kupasang matan melazz kucing) melihatku begitu yulia hanya nyengir.


Yulia keluar kamar dan menemui temannya yang sedari tadi asyik main playstation, terlihat mereka bicara berdua.Aku tak bisa mendengarkan karena mereka berdua bicara seperti berbisik- bisik.


Yulia masuk lagi menemuiku," licy kalau kamu tak keberatan temanku soni mau membantumu dia punya rumah kost disurabaya, sementara kamu bisa tinggal di sana," (aku diam sejenak) maaf yul aku tidak punya uang untuk bayar sewa. Yulia tersenyum padaku dia menatapku tajam " lic dengarkan aku kamu tak perlu kuatir tentang hal itu, untuk 3 bulan kedepan kamu bisa gratis tinggal di situ, aku yang akan bayar". Aku memeluk yulia erat, aku tidak tahu lagi dengan cara apa aku membalas kebaikanmu yul" ( aku menangis sesenggukan).


Hapus airmatamu lic, sekarang kita berangkat! tegas soni.


Eittttss tunggu sebentar, yulia bergegas mengambilkanku beberapa potong baju dan dimasukkanya ke dalam tas dan satu lagi pakailah sandal! kamu tadi berlari sepanjang jalan tanpa alas kaki lic, mungkin kamu belum menyadarinya( yulia mulai terisak)airmata membasahi pipinya kemudian dia memelukku erat. "Ya yul aku tak menyadarinya!".


Sepanjang perjalanan aku lebih banyak diam, soni mungkin juga memahami situasiku sehingga dia pun tak banyak bicara, dia menyetel flasdisk lagu romantis,


" menghitung hari detik demi detik


masa ku nanti apa kan ada??


jalan cerita kisah yang panjang


menghitung hari.."


"Maaf lic, aku akan mematikan musiknya(kata soni), lagu jadul krisdayanti favoritku.Tanpa menunggu persetujuanku dia pun mematikan musiknya, mungkin terlihat aku mulai merasa tidak nyaman. Perjalanan berlanjut dalam keheningan.


Kami sampai ditempat tujuan tanpa halangan, soni pun mengajakku masuk kedalam areal rumahnya kami turun lalu dia memberikan kunci kamar padaku," oh ya alicyia besok ada pameran mobil terbaru, kalau kamu mau aku bisa mengajukanmu untuk jadi SPG, lumayan lho kalau kamu bisa sale kamu bisa dapat fee selain dari gajimu, gimana?


kalau minat besok pagi hubungi aku ya, aku tinggal di sebelah, sambil menunjuk sebuah rumah di belakang rumah kos)." baiklah akan ku pikirkan dulu aku tidak punya baju yang pantas"( seketika soni tertawa)."Ada uniform khusus beb, pokoknya kamu tenang aja, eh besok aku berangkat jam 9 kalau kamu minat hubungi aku sebelum jam itu ya", soni pun berlalu meninggalkan aku yang tengah berpikir keras.


Malam ini akan jadi malam yang panjang,


semoga keputusanku tidak salah.


Maaf devin aku melakukannya demi kebahagiaanmu .


hanya demi itu saja


Kulihat jam di dinding jam setengah 3, tak mungkin aku bisa tidur dalam perut kosong! mendingan aku wudhu dan sholat tahajud setidaknya aku bisa minum air, kulihat tadi di kosan ini ada mushola kecil, aku berharap ada mukenah di situ.


Aku duduk dalam sholat sampai tak terasa kudengar sayup- sayup adzan shubuh berkumandang.Hemmmmzzz baiklah aku akan sholat dan aku akan bersiap kerumah soni sepertinya aku harus menerima pekerjaan itu.


Sampai di tempat pameran aku sempat terkejut saat melihat tempatnya yang eksklusif mewah.


" Ya tuhan semoga di tempat ini aku mendapatkan jatah sarapan( doaku dalam hati)."


Soni bergegas,


Jam sudah menunjukkan jam 9 pagi dan acara akan di mulai satu jam lagi dia mulai mengumpulkan para SPG, kalau tidak salah ada hampir 12 orang termasuk aku.


Breakfing selesai, ada satu pegawai yang berkeliling menyerahkan uniform dan peralatan make up komplit.


Aku tidak tahu berapa gaji SPG di sini, aku berharap sih cukup untuk aku bertahan beberapa hari sampai aku bisa menemukan pekerjaan baru.


Diruang ganti aku sedikit mengalami rasa tidak percaya diri, SPG di sini semuanya cantik dan menarik sedangkan aku? masih ada beberapa bekas luka di tangan dan dahiku dan bibirku pun masih sedikit bengkak. Aku harus berjuang untuk menutupinya, ha ha ha( aku tertawa sendiri melihat penampakanku di kaca).


Baiklah kerja keras di mulai.


Semua selesai dan saatnya mulai bekerja, sebelum mulai sekali lagi soni mengumpulkan kami, dia memberikan arahan karena dia tidak ingin ada kesalahan bekerja sebab itu bisa menghancurkan reputasi dan kredibilitas perusahaannya.


Sebelum keluar kamar ganti, dari belakang soni menepuk bahuku dia tersenyum dan " wow alicya aku nyaris tak mengenalimu kamu pandai make up ya? cantik luar biasa," aku hanya tersenyum membalas pujianya.


Ditempat kerjaku dulu, aku salah satu pegawai favorit buat pemain golf mereka suka karena keramahan , kecerdasan , dan hemmms tentu saja karena penampilanku yang mereka bilang menarik( hahaha aku tertawa dalam hati)aku sangat bersemangat pagi ini.



Pekerjaan di mulai, tempat ini sudah ramai pengunjung sudah mulai berdatangan dan tentu saja mereka para orang kaya yang berburu mobil- mobil limited edition.


Ada salah satu pengunjung yang tertarik dengan mobil yang ku promosikan, aku pun mulai mengenalkan detail mobil yang catatannya sudah ku kantongi, dia orang yang sangat ramah.


"Hemm, mbak sepertinya saya tertarik dengan mobil ini bisa dijelaskan prosedurnya?"tanya pembelinya, tentu saja aku mengiyakan dan proses selanjutnya aku mengarahkanya kepada bagian yang lain karena tugasku hanya mempromosikan.


Tralala,tralallla( sorakku),


satu pelanggan dan itu artinya hari ini aku akan dapat fee yang terbayang oleh ku semangkok bakso pedas yang kuimpikan sejak semalam.


Pekerjaan selesai, malam menjelang dan tempat akan di tutup.Soni berlari menghampiriku yang bergegas akan pulang, " alicyaa,( panggilnya) eh tadi aku dapat informasi masalah fee yang kamu dapetin karena kamu nggak punya ponsel untuk di konfirmasi akhirnya mereka menghubungiku, mereka udah transfer ke rekeningku besok bisa kamu ambil."


Aku mengangguk lemah, soni pun bertanya kenapa aku tak senang mendengar kabar darinya, " aku kira fee bisa aku terima hari ini son, kubayangkan malam ini aku bisa makan semangkuk bakso pedas yang kuinginkan sejak kemarin mulutku masih terasa pahit, mungkin terlalu banyak mengkonsumsi obat saat sakit kapan hari.


Soni tertawa lebar, "Licya licya tak kusangka kamu senaif itu kalau cuma semangkok bakso yang kamu inginkan aku bisa mentraktirmu malam ini, jangankan semangkok satu gerobak pun it's ok,


aku sangat senang mendengarnya.


Love this day.


Besoknya keberuntungan masih berpihak padaku, aku kembali bisa mempromosikan sebuah mobil dan sekali lagi fee akan mengucur ke kantongku, aku senang sekali itu artinya aku bisa bertahan hidup sementara waktu.


Selesai bekerja soni menyerahkan sebuah amplop coklat padaku" itu gaji dan fee mu selama 2 hari, oh ya licy ada sebuah kartu nama di dalamnya aku yakin salah satu pembeli mobil- mobil itu yang memberikannya."


Aku berterima kasih pada soni atas semuanya, dan kembali pulang ke kosan.


Untuk apa orang itu memberikan kartu namanya? aku mulai penasaran.


Sampai dikosan aku terkejut dengan jumlah uang yang kuterima,wow dua hari bekerja aku dibayar seperti gaji 2 bulan pekerja kantoran emang rezeki tidak kemana ( aku tersenyum puas).