BLack Roses

BLack Roses
17.Kembali pulang



Alvin memeluku erat, aku merasakan bahuku basah.


Alvin menangis!


"mulai sekarang jangan pergi sendiri lagi licy"


aku tak punya kekuatan untuk bisa menahan penderitaan bila seandainya kita terpisahkan lagi!.


Semakin kueratkan pelukanku.


Aku pun sama alvin aku tak akan sanggup hidup tanpa dirimu,aku semakin tergantung padamu !


bahkan aku seperti tak bisa bernapas saat kamu tak ada di sampingku, hikkkkks hikkkk.


"Itulah kenapa aku selalu mengatakan kepadamu betapa pentingnya pendidikan meskipun secantik apapun dirimu tanpa pendidikan itu akan terasa ada kekosongan, kamu harus janji sepulang kita berbulan madu kamu harus mendaftar ke perguruan tinggi, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, kalau seandainya kamu malas dengan materi yang berat- berat kamu bisa ambil bahasa atau sastra.Okey?" aku hanya bisa menganggukan kepala, alvin benar kalau seandainya bahasa inggrisku baik, tentunya sekarang aku tidak akan tersasar.


" Usap airmatamu, kita kembali ke hotel! aku akan mencari restoran asia disini supaya kamu bisa makan.


Alvin tahu aku tidak terlalu suka makanan western yang minim bumbu tapi masakan india yang bumbunya terlalu kuat aku juga tidak suka dan alvin tahu hal itu.


" Aku tidak mau ke hotel dulu, aku mau menemanimu mencari makanan", tanpa banyak bicara alvin berjalan menggandengku menyusuri jalanan di sekitar kastil.


Tak terlalu lama kami menemukan sebuah restoran cina, aku bersorak kegirangan, kalau masakan cina sudah berteman baik dengan lidahku karena menjamur di Indonesia.


Siang ini sungguh aku mendapat kejutan di resto ini, aku menemukan bakwan saudara kandungnya bakso.


Alvin hanya bisa tertawa melihatku menyantap bakwan seperti orang yang sebulan tak makan,


" pelan- pelan licy, tak ada yang ingin meminta makananmu!"


bodoh amat dengan celotehmu vin, aku sedang menikmati sensasi kenyalnya di mulutku.


Selesai makan alvin membawa 2 porsi bakwan ke hotel, aku bertanya untuk apa? dia mengatakan kalau malam ini kita di kamar saja tidak keluar lagi, untuk beristirahat dan merilekskan pikiran akibat insiden tadi siang.


Akupun juga merasa lelah kejadian tadi siang juga menguras energi dan emosiku.


Pagi- pagi alvin sudah siap dengan mobil kapp terbuka, aku mengernyitkan dahi penasaran?!


dia tersenyum dan menarikku menunjukkan mobil itu padaku, " baguskan licy? ini yang akan menemani kita berkeliling PRAGUE hari ini."


Oh, ternyata ada persewaan mobil di dekat sini, bagus kami


bisa puas jalan - jalan hari ini, istimewa.


Menyusuri jalanan di praha sangat indah aku serasa hidup di abad pertengahan, di sini minim polusi, udaranya bersih.


Ada sebuah gereja besar dengan arsitektur klasik , ke eksotisannya menarik alvin untuk berhenti.


Kami masuk ke dalam dan benar saja di dalam sangat indah dan megah, aku merasa sangat kecil saat masuk kedalamnya.


Alvin berdiri sambil menutup mata di depan patung yesus kristus yang berukuran sangat besar dia terlihat sangat khusuk, diam tak bersuara!


aku menunggu di belakang alvin berdiri.


Tak berapa lama, dia selesai berdoa dan mengajakku pergi dari situ, " alvin apa yang kamu minta dari Tuhanmu?


alvin tersenyum " aku meminta semoga tidak ada yang bisa memisahkan kita, kecuali maut"


aku tersenyum bahagia.


Aku akan meminta hal yang sama kepada Tuhanku juga, semoga kita hanya bisa di pisahkan oleh maut. Hemmmmz, kulihat binar - binar kebahagiaan di mata alvin, aku tidak akan mengecewakanmu sayang, aku janji (bisikku di telinganya) semakin ku eratkan pegangan tanganku.


Perjalanan kami lanjutkan, matahari sudah tinggi "sayang ayo kita mencari tempat makan" (bisikku manja).


Alvin mengangguk matanya mulai mencari- cari resto yang mungkin bisa kami temukan di pinggir jalan.


"Alicyaa sepertinya, tidak ada tempat makan yang seperti seleramu di daerah sini"


aku pun juga mulai mencari- cari " iya kamu benar, hari ini aku makan apa saja tanpa mengeluh, " promise!


alvin mengacungkan jempolnya padaku.


"Eh gimana kalau kita nanti makannya di sekitar danau Vitava yang terkenal indah itu, makan apa pun pasti terasa istimewa di sana? gimana?"


" setuju!" jawab alvin keras.


Perjalanan pun kami lanjutkan, alvin mulai membuka aplikasi map untuk menemukan lokasi yang ku maksud.


tempatnya teduh meskipun di tengah hari, matahari tepat di atas kepala.


Tapi tak terasa panasnya, disini ada ribuan burung angsa yang beraktivitas dengan bebasnya tanpa memperdulikan orang yang wira- wiri di sekitar mereka. Ahaaahaa luar biasa.


Danau Vitava yang cantik mata kami sangat menikmati keindahannya.


Aku sangat betah di sini sampai tak terasa hari pun menjelang sore, aku masih menyempatkan diri sedikit bermain air di antara unggas - unggas ini yang seakan tak terganggu dengan kehadiranku, tak lupa aku begitu banyak berfoto, aku tidak ingin kenangan ini terlewatkan begitu saja.


Kami asyik makan sampai ada panggilan masuk di ponsel alvin, alvin berdiri mencari sinyal, mukanya tegang.


Dia menutup teleponnya dan kembali duduk, mukanya terlihat muram.


" Ada apa sayang? apa ada masalah di kantor?"


aku pun mulai merasa penasaran, sejak menerima telepon tadi alvin hanya mengaduk- aduk makanannya.


" Ibuku sakit! jawabnya singkat.


Aku bisa melihat raut kesedihan di matanya,


" kalau memang begitu kita pulang saja"


alvin menoleh padaku" tidak licy, sekarang kita sedang berbulan madu aku ingin memenuhi janjiku padamu untuk keliling dunia, aku tudak bisa mengingkarinya.


Aku menatap wajahnya, " dengar alvin, kita bisa pergi lain waktu, sekarang yang terpenting kesehatan ibumu, kamu anak tunggal, tidak ada lagi yang bisa menjaga ibumu selain kamu!"


alvin pun memelukku dan mulai sesenggukan,


dari sikapnya aku bisa mengerti kegalauannya, "terima kasih licy, atas pengertianmu!


baiklah sekarang kita pulang."


Kami sampai di tanah air , alvin pulang kerumah ibunya dan aku kembali ke apartemen.


Alvin masih belum bisa mengajakku pulang ke rumahnya, karena alvin menunggu waktu yang tepat untuk membicarakan kehadiranku dengan keluarganya, itu semua tidak mudah di lakukan pasti akan ada penolakan- penolakan, mengingat alvin statusnya adalah suami alexandra.


Meskipun sebenarnya aku pun ingin tahu kondisi kesehatan ibunya tapi aku harus bersabar, semoga doaku bisa membantu kesembuhan ibunya alvin meskipun aku tak mengenalnya tapi dia adalah ibu dari suamiku.


Hampir dua minggu alvin tak datang ke apartemen menengokku, tapi aku yakin dia sedang fokus mengurus ibunya.


Aku sengaja tak menghubunginya, takut kalau mengganggu sehingga aku hanya menunggu alvin yang menghubungiku terlebih dahulu.


Untuk mengalihkan perhatianku, aku coba mencari- cari informasi universitas dikota ini mengingat kejadian di Praha, aku semakin semangat untuk ke bangku sekolah lagi.


Alvin orang terpelajar gelarnya panjang di belakang namanya, sekarang dia sudah S2 tapi dia masih ingin meneruskan sekolahnya ke jenjang lebih tinggi dan aku ingin mengimbanginya.


Dulu aku tidak menginjakkan kaki di bangku kuliah karena kendala biaya tapi sekarang aku bisa kuliah dengan uang alvin yang setiap detik mengucur ke dalam rekeningku, sebenarnya aku tak pernah tahu jumlahnya tapi ku pikir pasti cukup untuk biaya kuliah.


Aku sudah menemukan beberapa rekomendasi universitas yang bagus dikota ini, aku hanya perlu menunjukkan pilihanku pada alvin, dia pasti akan membantuku mengurusnya.


Terhitung sekarang hampir 1 bulan alvin tidak datang kesini, aku mulai bertanya- tanya.


apakah sangat serius penyakit ibunya?


karena tidak biasanya alvin menghilang tanpa kabar, biasanya sehari dia bisa 3 kali telepon, hanya untuk sekedar menanyakan kabar saja.


Untuk menghilangkan kegelisahan, aku mencoba menghubungi ponselnya, tapi tidak aktif.


Alvin, alvin kamu di mana??


Ya tuhan, apakah yang tengah terjadi? apakah alvin baik- baik saja? bimbang gelisah mulai berkecamuk, rasanya kepalaku mau pecah, kalau semakin ku pikirkan sekarang aku tak tahu harus apa?


Tiba- tiba aku teringat Mr.james , iya dia!


Aku akan tanya kepadanya apakah satu bulan ini alvin pergi ke kantor untuk bekerja.


Aku harus mencari kartu namanya!.


Setelah beberapa saat mencari akhirnya ketemu kartu namanya itu!


informasi yang ku dapat mengungkapkan kalau satu bulan ini alvin tidak ke kantor, malahan Mr. james mengira kalau kami belum pulang dari bulan madu!


Aku mulaik panik.