Become An Idol By System

Become An Idol By System
Sebuah Janji



Flash back on ...


14 tahun yang lalu ...


"Chichi sangat jelek dan bau!"


"Chichi bau! Chichi bau!! Chichi jelek!"


Segerombolan anak kecil berusia 5 tahun itu terlihat sedang mengejek dan membuli seorang gadis kecil dengan gayanya yang sedikit berantakan. Kulitnya kusam, ingusnya membasahi wajahnya karena sudah menangis cukup lama, dan rambutnya juga menjadi berantakan.


"Dasar bau dan jelek! Sana mandi saja sana!! Jangan dekat-dekat denganku! Dasar jelek dan bau!! Ihhhh ..."


Hinaan-hinaan itu sudah menjadi makanan gadia kecil itu di setiap harinya Mereka terus saja membuat olokan-olokan berlebihan dan membuat gadis kecil itu semakin menangis sesegukan. Dia tak berdaya dan tak bisa melawan mereka semua dan hanya bisa pasrah.


Namun tiba-tiba saja seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dengan dandanan dan pakaian yang cukup rapi datang menghampiri mereka semua.


"Kalian jangan ada yang berani menggangunya lagi! Atau aku akan melaporkan kalian semua pada bu guru!" ucap anak laki-laki itu memperingatkan.


Karena anak laki-laki itu memiliki perawakan yang lebih tinggi dari mereka semua, si pengganggu merasa ketakutan hingga akhirnya mereka mulai berlarian meninggalkan kedua anak itu.


"Apa kamu baik-baik saja?" anak laki-laki itu mengulurkan tangan kanannya dan membantu gadis kecil itu untuk berdiri kembali.


Gadis kecil itu hanya mendongak menatap anak laki-laki itu penuh ketakutan.


"Jangan khawatir, aku tidak akan berbuat jahat padamu. Ayo bangunlah!" ucap anak laki-laki itu ramah dan tersenyum manis.


Akhirnya sang gadis kecil menerima uluran tangan anak laki-laki itu.


"Namaku Jullian namun teman-teman lebih suka memanggilku Ju-an. Kamu bisa memanggilku seperti itu juga." ucap anak laki-laki itu mengeja namanya, karena teman-teman sebayanya saat itu juga memanggilnya dengan mengeja.


"Hhm. Baik, Kak Ju-an. Terima kasih ..." balas gadis kecil itu dengan senyuman penuh binar dan gaya bicaranya yang masih begitu lucu.


"Siapa namamu?"


"Mereka memanggilku Chichi." jawab gadis kecil itu masih dengan penuh binar.


"Baiklah, Chichi. Lain kali kalau mereka mengganggumu lagi, katakan saja pada kakak!" ucap sang anak laki-laki ramah.


"Hhm ..." gadis kecil itu mengangguk dan tersenyum penuh binar.


Dan sejak saat itulah mereka menjadi sering bertemu. Dan 0ada akhirnya mereka sangat akrab.


Flash back off ...


Selama ini aku selalu berharap untuk bisa dipertemukan lagi dengan Ju-an chan. Dan kini aku benar-benar diberikan sebuah kesempatan untuk menemukannya. Sosok yang selalu aku kagumi saat ini. Sosok yang selalu rindukan selama ini. Dia adalah pahlawanku dan orang yang sangat aku kagumi saat aku kecil. Aku senang sekali. Kini aku tak akan membiarkanmu pergi lagi, Yu-an chan. Tidak akan lagi ...


Batin Oichi terlihat semakin berbinar malam ini.


"Benar. Hehe ... bahkan Ellios selalu mengatakan jika aku terlalu berlebihan mengidolakanmu." Jullian meringis dan menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.


"Ahhh aku sangat terharu! Orang yang sangat aku kagumi sejak kecil, ternyata juga sangat mengagumiku! Ini luar biasa sekali. Takdir ini terkadang benar-benar unik!" ucap Oichi masih saja bersemangat.


Sedangkan Jullian malah semakin menjadi salah tingkah karena semua ini. Bagaimana tidak? Gadis yang selalu diidolakannya itu rupanya malah lebih dulu mengagumi dirinya. Bahkan itu terjadi sudah cukup lama sekali.


"Kalau begitu ... ayo kita bersama mulai sekarang, Ju-an chan! "


"Be-bersama? Apa maksudnya itu, Oichi?" ucap Jullian semakin membulatkan sepasang matanya dan jantungnya berdetak semakin lebih cepat.


"Hhm ..." Oichi memutar bola matanya dan terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Apakah kak Ju-an mau menungguku hingga sampai aku bebas? Dalam dunia per-idol-an aku tidak diijinkan untuk sembarangan untuk menjalin sebuah ikatan. Aku tidak diijinkan memiliki seorang kekasih. Hanya jika sampai di masa tertentu, maka aku akan diberikan ijin oleh production house dan penggemar." ucap Oichi menjelaskan.


PRANGG ...


Mendengar untaian kata dari Oichi, membuat Jullian terkejut bukan main. Dia semakin membulatkan sepasang matanya dan tubuhnya tiba-tiba menjadi beku. Bahkan gelas yang sebelumnya berada pada genggaman tangannya, kini terjatuh begitu saja.


"Me-menikah?" bibir Jullian bergerak pelan dan mengeluarkan satu kata lirih.


Oichi mengangguk yakin dengan ekspresi serius, "Hhm. Tentu saja suatu saat aku juga harus menikah bukan? Tidak mungkin aku akan hidup sendirian selamanya, Ju-an chan." balas Oichi tersenyum gemas.


"Atau ... jangan-jangan kak Ju-an sudah memiliki tunangan atau kekasih ya?" imbuh Oichi yang seketika raut wajahnya menjadi murung.


"Eh? Ti-tidak ada!" ucao Jullian cepat dan melambaikan kedua tangannya untuk memperkuat ucapannya. "Selama ini aku bahkan tidak pernah dekat atau memiliki kekasih."


"Yoshaa!!" ucap Oichi kembali berbinar. "Jadi ... apa kak Ju-an mau menungguku?" imbuh gadis itu tanpa ragu dan tanpa berpikir panjang.


Oichi sudah cukup banyak mendengar dari Ellios, bagaimana karakter dari Jullian. Dan ternyata masih saja sama seperti Jullian yang selama ini pernah dia temui saat masih kecil.


"Tentu saja! Mau menunggu sampai kapanpun itu, aku tidak peduli! Aku akan selalu menunggumu, Oichi!" ucap Jullian dengan penuh keyakinan.


Dan tentu saja Jullian merasa sangat bahagia saat ini. Begitu juga sengan Oichi.


Mereka mengikat janji bersama untuk bersama suatu hari kelak.


Setelah malam itu mereka berdua menjadi semakin dekat, meskipun hanya sekadar berbincang melalui beberapa chat atau sebuah panggilan. Karena tentunya Oichi tidak memiliki cukup banyak waktu. Jadi mereka sangat jarang bertemu.


Misi demi misi masih Cornor berikan, dan itu membuat skill Oichi semakin meningkat dan benar-benar menjadikannya sebagai seorang idol sejati. Seorang idol yang bersinar paling berkilauan dan sangat terang.


Hingga akhirnya saat Oichi mencapai semua kesempurnaan itu, sistem Cornor tak lagi memberikan misi untuknya. Mereka berpisah saat semua impian dan harapan Oichi telah terkabul. Dan saat itu usia Oichi adalah 26 tahun.


Cukup berat bagi Oichi harus berbisah dengan Cornor, sistem yang selalu menemaninya selama ini. Namun Cornor juga tak bisa tetap bertahan, karena dia harus menemukan tuan / nona barunya. Mencari dan menolong orang lain yang memiliki takdir hidup yang kurang beruntung, seperti Oichi saat itu.


THE END ...