Become An Idol By System

Become An Idol By System
Alecio Curiga



Salah satu preman itu masih berusaha untuk mempreteli satu persatu barang dan aksesoris mewah milik Alecio. Sementara preman lainnya masih menodongkan senjata laras pendek itu ke arah Alecio, dan sesekali mengarahkannya ke arah Oichi. Dan preman lainnya masih berjaga di dekat pintu masuk mini market, untuk memastikan keadaan sekitar masih aman.


"Kamu!! Segera keluarkan semua uang di dalam mesin kasir itu sekarang juga!!" tandas si preman yang menodongkan senjata laras pendek itu menatap Oichi tajam.


Inilah saatnya!! Ayo lakukan dengan baik, Oichi! Takhlukkan mereka semua dengam kekuatanmu! Kamu pasti bisa melakukannya dengan baik!! Ya!! Kamu bisa melakukannya!!


Batin Oichi menatap lurus-lurus preman bersenjata api itu dan mengumpulkan keberaniannya.


"Cepat keluarkan semua uang itu!!" tandasnya lagi dengan suara menggelegar dan penuh dengan ancaman.


Oichi mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan. Namun tatapannya menatap ketiga preman itu secara bergantian dengan tajam dan serius.


"Kalian bertiga!! Dengarkan aku baik-baik dan lakukan apa yang aku perintahkan kepada kalian!! Lepaskan temanku Alecio sekarang juga! Lalu serahkan diri kalian di kantor kepolisian terdekat!" titah Oichi dengan nada bicara tegas dan penuh dengan penekanan.


Preman yang sedang berada di dekat Alecio segera melepaskan Alecio. Sementara kedua preman lainnya hanya berdiri dengan tegap lalu mulai meninggalkan mini market itu untuk menuju ke kantor kepolosian terdekat.


[ Mission completed. Selamat, Nona Oichi. Nona telah berhasil menyesaikan misi kali ini dan berhak mendapatkan beberapa hadiah. ]


Ucapan Cornor tiba-tiba mulai terdengar dengan sangat jelas oleh Oichu, dan sukses membuat Oichi merasa lega.


"Huft ... syukurlah!!" Oichi mulai bernafas dengan lega dengan nafas yang naik turun, karena beberapa saat yang lalu dia merasa begitu ketakutan dan gugup luar biasa.


Sedangkan Alecio malah terlihat kebingungan menyaksikan semua ini. Dan dia juga menatap Oichi dengan tatapan aneh.


Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Bagaimana mungkin tiba-tiba saja para berandalan itu menghentikan aksinya dan langsung pergi begitu saja meninggalkan kami? Padahal sasarannya kali inj hanya aku dan Oichi yang sangat tak berdaya. Rasanya mustahil sekali jika mereka pergi karena perintah dari Oichi bukan? Lalu apa?


Batin Alecio kebingungan sendiri dan segera membuka sebotol minuman dinginnya lalu meneguknya dengan cepat karena merasa sangat dehidrasi.


BRAKK ...


Alecio kembali meletakkan sebotol minuman itu di atas meja kasir dan kembali mengatur nafasnya.


"Oichi!!" tandasnya tegas.


"Ya? Ada apa?" tanya gadis remaja itu dengan wajah polosnya.


"Kamu memiliki kekuatan apa? Mengapa mereka bertiga langsung mendengarkan dan menuruti perkataanmu begitu saja?!" selidik Alecio memicingkan sepasang matanya menatap Oichi penuh curiga.


"Ahh ... it-itu ..." seketika Oichi merasa gugup dan kebingungan untuk menjawab.


"Apa jangan-jangan kamu ..." ucap Alecio mencurigai sesuatu.


"Tid-tidak! Aku tidak ..." ucap Oichi terbata dan melambaikan kedua tangannya.


Jujur saja Oichi sudah sangat khawatir saat ini, jika Alecio akan mengetahui rahasia besarnya mengenai sistem yang dia miliki saat ini.


Karena sebelumnya Oichi sudah merasa was-was dan khawatir jika Alecio akan mencurigai dirinya, jika Oichi memiliki sebuah kemampuan sistem yang sangat luar biasa. Namun Oichi merasa lega, saat mengetahui jika Alecio tak menyadarinya. Tapi Oichi juga merasa kesal karena kecemasannya ternyata sia-sia saja.


"Mengapa kamu diam saja? Apa itu semua adalah benar, Oichi? Kamu adalah bos dari para preman itu? Dan kamu meminta mereka untuk merampok di tempat kerjamu sendiri?" selidik Alecio lagi.


"Ten-tentu saja tidak, Alecio! Aku hanyalah gadis biasa saja! Untuk menatap mata mereka saja aku sangat takut dan gemetaran. Mana mungkin aku adalah bos dari mereka." ucap Oichi dengan jujur.


"Hhm. Benar juga ya. Kamu saja jika berjalan di sekolahan selalu menunduk dan tidak percaya diri. Bagaimana mungkin kamu adalah seorang bos dari para preman itu? Itu sungguh sangat tidak masuk akal! Sepertinya aku sangat berlebihan." gumam Alecio mendaratkan dagu indahnya di atas kepalan jemarinya.


"Huhh!! Itu kan dulu!! Aku yang sekarang tidak seperti itu!" tampik Oichi memberanikan diri karena merasa kesal saat Alecio masih meremehkannya.


"Ya! Akhir-akhir ini kamu berubah. Dan itu setelah penampilamu sangat berubah. Ya sudah aku akan pulang! Kamu berhati-hatilah, mereka bisa saja datang kembali." ucap Alecio meninggalkan mini market ini.


Oichi juga segera melepaskan kembali seragam rompi lengan pendeknya sebagai seorang karyawan kerja paruh waktu dari mini market ini, karena saat ini jam kerjanya sudah berakhir.


Dan bersamaan dengan waktu itu, sang pemilik mini market datang untuk menggantikan Oichi menjaga mini market ini. Oichi segera berpamitan dengan sopan untuk pulang.


...🍁🍁🍁...


Sementara itu, di sebuah mansion mewah di prefektur Yokohama. Terlihat dua orang pemuda sedang duduk bersama di ruang tengah keluarga menikmati beberapa cemilan malam sambil menikmati sebuah acara televisi.


Meskipun sebenarnya salah satu dari mereka tidak benar-benar sedang menonton, melainkan malah menyibukkan dirinya dengan berselancar di sosial medianya.


Namun tiba-tiba saja ada sebuah acara selingan televisi yang cukup membuat salah satu dari mereka membeku seketika. Di dalam berita itu, diberitakan ada 3 orang berandalan yang berniat untuk merampok di salah satu mini market yang berada di prefektur Yokohama.


Namun tiba-tiba saja mereka malah menggagalkan rencananya untuk merampok, dan malah mendatangi sebuah kantor kepolisian untuk menyerahkan diri.


Pemuda tampan itu melongo saat menyaksikan berita itu. Dia kembali teringat dengan apa yang baru saja dialaminya beberapa saat yang lalu.


Jadi mereka bertiga benar-benar menyerahkan diri mereka ke kantor polisi terdekat saat itu? Itu artinya dia benar-benar melakukan dan mengikuti apa yang telah Oichi perintahkan? Ini ... sungguh sangat aneh. Tapi ... bagaimana Oichi melakukan semua ini? Mencurigakan ...


Batin pemuda yang tak lain adalah Alecio yang mulai kepikiran lagi akan hal itu.


"Kau kenapa? Mengapa ekspresimu seperti itu saat melihat berita itu? Apa kamu mengenal mereka bertiga?" tanya pemuda lainnya yang tak lain adalah Sky, sang kakak.


"Ya. Aku bertemu dengan mereka bertiga sore tadi. Dan mereka ingin merampokku dan juga merampok mini market dimana Oichi bekerja." jawab Alecio datar, sementara pandangannya masih menatap lekat layar TV besar di hadapannya.


"Apa? Mereka mau merampok kamu dan Oichi? Tunggu! Maksudmu Oichi bekerja di mini market?" tanya Sky cukup terkejut, karena selama ini Sky tak mengetahui jika salah satu gadis incarannya memiliki sebuah pekerjaan paruh waktu.


"Ya. Aku tak sengaja mampir ke mini market di dekat komplek perumahan Eden. Dan rupanya aku malah bertemu disana dengan Oichi yang sedang bekerja paruh waktu di akhir pekan."


"Hhm. Begitu ya ... baiklah ..." Sky menyauti dengan penuh binar namun penuh misteri, seakan sedang merencanakan sesuatu.


...🍁🍁🍁...