Become An Idol By System

Become An Idol By System
Menyelamatkan Seorang Gadis Kecil



Oichi berlarian dan menebarkan pandangannya di sekitar untuk mencari sosok anak kecil itu. Namun Oichi belum juga menemukan sosok anak gadis itu.


"Dimana anak itu? Mengapa aku tidak bisa menemukannya??! Ughhh ..." Oichi berkacak pinggang dan masih berdiri di tepi jalan, sementara pandangannya masih dia tebarkan berharap akan segera menemukan gadis kecil itu.


Namun rupanya Oichi melupakan sesuatu, dia tidak mengenakan kembali masker serta topinya kali ini. Sehingga masih ada beberapa orang asing yang bisa mengenalinya.


Meskipun masih cukup baru di dalam dunia hiburan, namun untuk bisa debut di bawah naungan Diamond Entertaiment itu sudah sangat luar biasa. Dan tentu saja wajah-wajah baru dalam agensi besar tersebut dalam hitungan detik saja pastinya akan segera dikenali cukup banyak orang.


"Dia ... bukankah Oichi? Yang baru saja debut bersama dengan Rainy?" celutuk seorang gadis menuding ke arah Oichi.


"Aahh benar itu dia! Ayo kita minta berfoto bersama!!" celutuk salah satu temannya dam segera berlari ke arah Oichi. Lalu menyusul beberapa remaja lainnya mengerumuni Oichi.


Aduh bagaimana ini? Aku tidak punya banyak waktu dan harus segera menemukan anak kecil itu.


Batin Oichi kebingungan karena saat sudah ada yang datang mengerumuni Oichi untuk meminta foto bersama.


[ Waktu yang tersisa adalah 3 menit 27 detik lagi, Nona. ]


Ucap Cornor tiba-tiba, dan sukses membuat Oichi semakin panik saja.


Hingga akhirnya Oichi memutuskan untuk menggunakan kekuatan sihirnya untuk merela semua.


"Kalian semua dengarkan dam ikuti ucapanku baik-baik! Menyebarlah, cari dan selamatkan seorang gadis kecil yang hampir tertabrak oleh sebuah mobil!" ucap Oichi dengan sihirnya, dia juga menggunakan orang-orang itu untuk menemukan dan menyelamatkan gadis kecil itu.


Semua orang yang pada awalnya mengerumuni Oichi, kini mengangguk dan segera bubar. Mereka berpencar dan segera melakukan apa yang telah diperintahkan oleh Oichi.


Aku harap hal ini bukanlah sebuah pelanggaran. Benar begitu, Cornor?


Batin Oichi bertanya kepada Cornor.


[ Tentu saja tidak, Nona. Namun satu hal yang harus nona Oichi ketahui, yang menyelamatkan gadis kecil itu harus nona. Dengan begitu, misi barulah dikatakan sukses. ]


Jelas Cornor kembali.


"Apa?!! Kalau begitu sih sama saja dong!" Oichi mendengus kesal.


Namun dia segera mencari kembali sosok gadis kecil itu, karena waktu yang tersisa hanyalah tinggal sebentar saja.


Oichi semakin panik, namun akhirnya dia baru saja melihat seorang gadis kecil yang kira-kira berusia 5 tahun sedang keluar dari sebuah kafe bersama dengan seorang wanita dewasa.


Pada awalnya Oichi tak sedikitpun menaruh rasa curiga untuk gadis kecil itu, karena dia sedang bersama dengan mamanya.


"Huft, yang pasti bukan dia bukan? Karena dia sedang bersama dengan mamanya. Dan tentunya dia akan baik-baik saja saat menyebrang jalan bukan? Baiklah! Ayo lebih semangat, Oichi!! Cepat temukan gadis kecil itu!" gumam Oichi berniat untuk kembali mencarinya di tempat lain.


Namun pada saat itu, tiba-tiba saja bola mainan sang gadis kecil itu terjatuh dan menggelinding ke tengah jalan. Sang gadis kecil berniat untuk memungut kembali bola kecil miliknya tersebut. Dia berlari kecil ke tengah jalan, tanpa sepengetahuan dari mamanya. Karena saat ini mamanya sedang menerima telpon dari seseorang.


Oichi yang melihat semua itu dari kejauhan seketika membulatkan sepasang matanya sempurna.


Rupanya dia gadis kecil itu. Oh astaga! Bagaimama ini? Aku harua segera menyelamarkannya! Jika tidak, dia akan berada dalam bahaya.


Gumam Oichi bersiap untuk berlari menyusul gadis kecil itu. Sementara dari arah kejauhan ada sebuah mobil BMW hitam metalik sedang melaju dengan kencang ke arah gadis kecil itu.


Namun belum sempat Oichi berlari untuk meningggalkan tempat itu, ada sebuah cahaya menyilaukan yang berasal dari arah mobil yang sedang melaju dengan kencang itu. Hingga akhirnya ...


TINNN ...


CKKITT ...


BRAKK ...


BRUUGGHH ...


Orang-orang berlarian mengerumuni sesuatu di pinggiran jalan raya itu. Termasuk dengan mama sang gadis kecil yang juga berteriak histeris saking khawatirnya.


Perlahan Oichi mulai membuka sepasang matanya. Dia masih terjatuh dengan memeluk gadis kecil itu dan melindunginya ke dalam pelukannya.


Sementara dia merasakan sesuatu yang berat dan hangat menimpa tubuhnya saat ini. Bahkan rasanya seperti sebuah pelukan.


[ Mission comoleted. Selamat untuk nona Oichi, karena sudah berhasil menyelesaikan misi kali ini. ]


Ucapan dari Cornor cukup membuat Oichi merasa lega.


"Apa kamu baik-baik saja?" ucapan jernih dan terdengar begitu maskulin terdengar menggelitik telinganya, karena seorang pemuda tepat mengucapkannya di dekat telinga Oichi.


Setelah beberapa saat, akhirnya Oichi baru saja menyadari sesuatu. Jika ternyata Hakken sudah menyelamatkan mereka berdua. Hakken yang sudah terbiasa bermain American Football, dengan cepat berlari dan membawa mereka berdua berlari ke pinggiran jalan. Pergerakannya saat cepat, bahkan seperti sebuah kecepatan cahaya saja.


Hakken segera bangkit dan berdiri lalu membantu Oichi untuk berdiri.


"Sayaka sayang, apa kamu baik-baik saja, Sayang?" seorang wanita dewasa datang dan langsung memeluk gadis kecil itu penuh dengan rasa khawatir.


"Mama, aku takut sekali ... hiks ..." sang gadis kecil itu menangis dan memeluk sang mama.


"Maaf, Sayang. Mama sangat teledor. Mama minta maaf ..." ucap wanita itu merasa sangat bersalah. "Nak, terima kasih karena sudah menyelamatkan putriku. Jika tidak ada kalian, aku tidak tau apa yang akan terjadi terhadap putriku. Terima kasih." ucap wanita dewasa ituberalih menatap Oichi dan Hakken bergantian.


"Sama-sama, Tante." sahut Oichi seadanya.


Setelah mengucapkan beberapa kali ucapan terima kasih, akhirnya mereka segera pergi meninggalka Oichi dan Hakken.


"Oichi, apa kamu baik-baik saja?" Hakken kembali bertanya, karena sebelumnya Oichi belum menjawab pertanyaannya.


"Ahh ... aku baik-baik saja kok. Hehe ..."


Namun sepertinya ucapan Oichi tidak sinkron dengan apa yang telah terjadi, dan Hakken menyadari semua itu. Sepasang mata Hakken memicing dengan kedua alis tegasnya yang berkerut saling berdekatan.


"Ad-ada apa? Mengapa menatapku seperti itu?" tanya Oichi keheranan.


Hakken tak menjawabnya, dia malah meraih kedua tangan Oichi dan memeriksanya. Kedua siku dan pungung telapak tangan Oichi terluka lecet dan berdarah. Dan mungkin luka itu dia dapatkan saat terjatuh ketika dia melindungi gadis kecil itu.


"Kamu terluka! Tunggulah disini dulu dan jangan pergi kemana-mana! Aku akan segera kembali!" tandasnya penuh penekanan.


Tanpa mendengarkan persetujuan dari Oichi, Hakken meninggalkannya begitu saja, dan mengunjungi sebuah mini market. Sementara Oichi lebih memilih untuk duduk di sebuah bangku panjang yang berada tak jauh di tempatnya.