
Sang mentari mulai menyapa dunia dengan sinarnya yang hangat. Cuaca hari ini sangat cerah dan membuat siapapun akan menjadi bersemangat untuk melakukan kesibukannya di luar saat akhir pekan seperti ini.
Oichi terbangun saat mendengar suara alarm dari ponselnya. Setelah mematikan alarm tersebut, dia berniat untuk melanjutkan tidurnya kembali dan memeluk erat gulingnya. Namun tiba-tiba saja suara Cornor mulai terdengar olehnya, sangat jelas dan dekat.
[ Misi akan segera dilakukan kembali, Nona. Misi kali ini adalah menjadikan Hakken sebagai body guard nona. Ajak bertemu dia dan jadikan dia sebagai body guard nona. ]
Ucap Cornor datar dan tak memiliki emosi apapun seperti biasanya.
Mendengar ucapan dari Cornor, membuat Oichi membuka sepasang matanya lebar-lebar, karena dia sangat terkejut.
"Apa? Misi membuat senior Hakken untuk menjadikannya sebagai body-guard ku?.." ucap Oichi terkejut bukan main.
[ Benar sekali, Nona. Saat ini nona sangat membutuhkan seorang penjaga yang akan selalu melindungin anda, sebelum nona menemukan seorang manager yang tepat. ]
Sahut Cornor lagi.
"Tapi bukankah aku tidak membutuhkan seorang penjaga, Cornor? Aku bisa menyihir siapapun yang aku mau. Aku bisa menundukkan siapapun bukan? Bukankah itu artinya tidak membutuhkan seorang body guard?"
[ Apa yang nona Oichi katakan adalah benar. Namun semua itu akan sangat terlihat aneh jika nona Oichi tidak memiliki seorang body guard. Dan mungkin hal itu akan membuat semua akan menjadi sangat aneh jika nona Oichi tidak memiliki seorang body guard. ]
"Huft ... baiklah-baiklah! Aku akan mengajak senior Hakken untuk bertemu sebelum aku menemui mama deh!" sahut Oichi meraih kembali ponselnya untuk menghubungi Hakken.
Terdengar beberapa kali bunyi tut, hingga akhirnya panggilan itu mulai diangkat oleh seseorang dari seberang.
"Ada apa menghubungiku sepagi ini?! Bukankah aku sudah mengatakan padamu, jika hubungan kita sudah berakhir?! Jadi aku tegaskan sekali lagi padamu, agar kamu tidak menghubungiku lagi! Apa kamu paham, Sissy?!!"
Tandas seorang pemuda dari seberang line dengan suara malas dan cuek, dan masih terdengar sedikit mengatuk atau dalam posisi terbaring di atas pembaringannya.
"Uhm, Senior Hakken. Maaf menelpon sepagi ini. Tapi ... aku bukan Sissy. Aku adalah Oichi ..." ucap Oichi menjelaskan.
"Eh?? Benarkah itu?! Aahh ... sorry-sorry!! Aku kira Sissy yang menghubungiku, karena dia masih selalu saja menggangguku." ucap Hakken dengan cepat dan suaranya seketika berubah menjadi lebih jernih dan mungkin saat ini dia sudah duduk dengan sepasang mata yang terbuka lebar.
"Oh tidak masalah kok, Senior Hakken."
"Ngomong-ngomong ada apa menghubungiku sepagi ini, Oichi?"
"Aku ingin bertemu dengan senior Hakken. Apakah senior punya waktu?"
"Tentu saja aku punya! Katakan saja padaku dimana kita bertemu, aku akan segera datang dalam dua jam! Karena saat ini aku masih berada di rumah Ken." ucap Hakken antusias.
"Baiklah. Aku akan mengirimkan alamat tempat pertemuan untuk senior. Sampai jumpa, Senior Hakken!"
"Sampai jumpa!"
Oichi mengakhiri penggilan itu dan segera mengirimkan sebuah alamat kafe. Lalu dia melompat dari tempat tidurnya. Dia segera melakukan ritual mandinya dan bersiap untuk pergi ke suatu tempat setelah berdandan cantik dan manis.
...🍁🍁🍁...
Seperti namanya, kafe ini menawarkan beberapa menu yang sengaja disajikan dengan cantik, manis, unik, dan penuh dengan warna. Cafe ini hanya memiliki berbagai jenis kue manis, berbagai jenis kopi, minuman yougurt, serta berbagai varian smoothie yang tentunya sangat memanjakan lidah bagi pecinta makanan manis.
Seorang pemuda tampan bertubuh atletis dengan setelan kemeja lengan panjang berwarna hitam yang dipadankan dengan celana jeans warna gelap, terlihat sudah duduk di sebuah bangku. Dia terlihat sedang menantikan seseorang.
Dan benar saja, setelah beberapa saat, akhirnya terlihat seorang gadis cantik dengan penampilan kasual dan mengenakan topi serta masker menghampirinya dan duduk di seberang pemuda itu.
"Senior Hakken, maaf aku terlambat. Karena jalanan sedikit macet." ucap gadis remaja itu mulai melepaskan masker serta topi putihnya.
Terlihat wajah oriental yang sangat cantik dan bersinar, membuat Hakeen terkesima selama beberapa saat.
"Tidak masalah. Aku bahkan baru saja sampai. Ngomong-ngomong aku belum memesan makanan ataupun minuman apapun. Karena aku tidak tau makanan dan minuman kesukaanmu. Pesanlah dulu baru kita berbincang." ucap Hakken datar seperti biasanya.
"Oh, oke!" Oichi mulai memesan beberapa kue dan minuman, begitu juga dengan Hakken.
"Jadi ada apa? Mengapa tiba-tiba saja kamu mengajakku untuk bertemu?" tanya Hakken sambil menunggu pelayan menyiapkan makanan dan minuman yang sudah mereka pesan.
"Begini, Senior. Sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu. Uhm ... aku sedang membutuhkan seorang body guard. Karena aku juga sering melihat senior Hakken yang cukup kuat dalam setiap bermain rugby, aku mulai memikirkan semua ini ... uhmm ... jadi aku kira ..."
"Aku akan menjadi body guard-mu!" potong Hakken tiba-tiba yang sukses membuat Oichi terdiam dengan sepasang mata yang membulat sempurna, dan mulutnya yang sedikit terbuka.
Apa? Semudah itu dia menerima tawaran dariku? Bahkan dia yang lebih dulu menawarkan dirinya untuk menjadi body guard-ku? Wow!! Keren sekali!! Apakah ini karena pengaruh dari kekuatan sistem yang aku miliki? Hehe ... baguslah jika memang seperti itu. Baguslah semua menjadi semakin lebih mudah!
Batin Oichi tersenyum tipis menatap Hakken.
"Baiklah! Tapi mungkin untuk saat ini, aku akan membayar senior Hakken seadanya dan belum bisa terlalu banyak. Tapi jika aku sudah semakin terkenal dan bisa menghasilkan banyak uang nanti, pasti aku juga akan menaikkan bayaran senior kok! Tenang saja!"
"Jangan terlalu memikirkan soal itu! Aku tidak perlu bekerja seumur hidup pun, aku masih tetap bisa makan dan membeli apapun yang aku mau!" jawab Hakken yang seketika membuat Oichi membeku dan meringis, karena Oichi melupakan sesuatu.
Jika Hakken adalah putra sekaligus seorang pewaris tunggal di dalam keluarga besarnya. Ayahnya adalah seorang bebisnis besar kelas Internasional. Bahkan perusahaan sang ayah masuk ke dalam 10 besar perusahaan besar tingkat dunia.
...🍁🍁🍁...
Hari ini bonus visual Hakken ya. Ketua dari klub American football di SMU Gakuen. Olahraga American footbal atau dikenal dengn rugby adalah sebuah olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik dan kecepatan.
Selain sebagai otak dalam timnya, biasanya Hakken adalah berada di posisi Centers. Yaitu sebagai pemain kunci, baik itu saat dalam menyerang ataupun bertahan. Dalam bertahan Hakken harus melakukan tekel terbaiknya kepada penyerang lawan. Dan saat menyerang Hakken akan menggunakan kecepatan, kekuatan dan ketajaman serta kreativitas luar biasanya untuk menembus pertahanan lawan.
Jadi sangat tak diragukan lagi jika Hakken sangat kuat, cepat dan cerdik, karena dialah otak sekaligus kekuatan inti dari tim Rugby-nya.