
Setelah Ellios meninggalkan kamarnya dan selama beberapa saat uring-uringan sendiri, kini Oichi mulai menatap dirinya melalui pantulan cermin di hadapannya dengan tatapan tajam dan serius.
"Apakah aku harus memberikan sebuah pelajaran untuknya? Hhm ... benar juga!! Dia harus merasakan akibatnya karena sudah berani melakukan hal seperti itu kepada seorang dewi Oichi!! Lihat saja, Ellios!! Apa yang akan kamu lakukan kelak, Ellios? Kamu pasti akan memohon-mohon kepadaku suatu saat nanti!!"
Gumam Oichi mulai menarik sudut-sudut bibirnya hingga membentuk sebuah seringai manis sambil menatap dirinya sendiri melalui pantulan cermin rias di hadapannya.
Oichi keluar dari apartemennya masih dengan raut penuh dengan kekesalan. Namun rupanya dia malah melihat Ellios yang sedang bersama dengan seorang gadis yang memiliki paras sangat cantik seperti barbie di koridor apartemen.
Merena berdua terlihat sangat akrab. Tidak seperti saat Ellios sedang bersama dengan Oichi. Sangat kaku dan kikuk luar biasa
"Siapa gadis itu?! Seingatku aku belum pernah melihat dan mengenalnya sebelumnya. Dan mengapa gadis itu terlihat begitu akrab dengan Ellios? Apa mereka memiliki sebuah hubungan? Hhm ... pantas saja Ellios selalu berusaha untuk menghindariku. Rupanya ada seorang gadis yang begitu dekat dengannya saat ini. Namun, mengapa gadis itu ada disini? Aku juga tak pernah mengundangnya. Atau mungkinkah dia salah satu penghuni di apartemen ini?"
Gumam Oichi memicingkan sepasang matanya menatap Ellios dan gadis cantik dengan tatapan penuh kebencian.
...🍁🍁🍁...
DRRT ...
Di dalam kamar apartemen mewahnya, seorang gadis cantik meraih ponsel berlogo strawberry miliknya dan segera mengangkat panggilan dari seseorang.
"Hallo!" sapanya sambil menikmati minuman dinginnya dengan senyum merekah menghiasi bibir tipis dan semerah cery itu. "Bagaimana? Apa kalian sudah melakukannya dengan baik?" imbuhnya penuh rasa penasaran.
"Semua sudah kami lalukan sesuai dengan yang telah nona Oichi perintahkan kepada kami. Kedai ayam krispi itu kini telah menjadi milik nona Oichi sepenuhnya." sahut seorang pria dari seberang line.
"Kerja yang bagus! Untuk selanjutnya tinggal menunggu reaksinya saja!" Oichi menyauti dengan wajah penuh binar dan mengakhiri panggilan itu.
"Ellios, kita lihat saja! Kali ini kamu pasti akan datang dan memohon-mohon padaku!" gumam Oichi dengan senyum misteriusnya.
Tok ... tok ... tok ...
Sebuah ritme teratur terdengar dan membuyarkan angan Oichi, hingga senyumannya membeku dan mulai memudar.
"Masuk!" titahnya kembali menyisir rambut indahnya di depan cermin riasnya.
Derap langkah seseorang terdengar memasuki kamar Oichi. Oichi melihat seorang pemuda dengan gaya necisnya mendekatinya dengan membawa sebuah bingkisan berukuran sedang pada tangannya.
"Hakken, ada apa?" tanya Oichi menatap pemuda pecinta rugby itu melalui pantulan cermin rias di hadapannya.
"Kak Kei mengirimkan ini untukmu. Dia memberikan beberapa vitamin untukmu." ucap Hakken sembari meletakkan bingkisan tersebut di atas nakas.
"Vitamin? Mengapa kak Kei memberikan vitamin untukku?" celutuk Oichi bingung.
"Mungkin saja karena saat malam ulang tahunmu tiba-tiba saja kamu tidak enak badan. Jadi dia memberikannya untukmu deh."
"Oh kemarin ya. Hehe ... aku lupa." celutuk Oichi dengan tawa kecilnya.
"Ya sudah, aku akan mengantarkan kak Yue untuk mengambil beberapa gaun milkmu dulu di butik. Setelah itu kami juga akan mampir ke Yokohama Hakkeijima Sea Paradise. Apa kamu mau ikut, Oichi?" tanya Hakken merapikan pakaiannya yang bahkan sudah sangat rapi.
"Kamu sedang menunggu seseorang? Siapa?" tanya Hakken penasaran.
Oichi tersenyum simpul dan kali ini memoleskan sebuah liptint berwarna natural itu lagi untuk yang kesekian kalinya.
"Hanya seorang penggemar saja kok." sahut Oichi asal.
"Wow! Tumben sekali kamu mengundang penggemarmu ke apartemenmu? Tapi ini sangat berbahaya, Oichi! Bagaimana jika dia diam-diam mereka merekammu dan bagaimana jika dia diam-diam memasang kamera rahasia untuk selalu melihat apa yang sedang kamu lakukan? Aku sarankan padamu sebaiknya kamu jangan sembarangan mengundang orang asing deh!" celutuk Hakken waspada.
"Kamu tenang saja, Hakken. Aku tidak akan mengundang sembarangan orang kok. Kali ini tamuku tak akan berbahaya kok. Karena dia adalah teman Ken." celutuk Oichi tak bisa menutupi wajah berbinarnya.
"Teman Ken? Apakah pemuda biasa yang malam itu datang di pesta ulang tahunmu?" Hakken mencoba untuk menerka-nerka.
Karena tidak mau Hakken mengetahui lebih banyak lagi, akhirnya Oichi segera bangkit dari duduknya lalu mendorong tubuh Hakken agar segera meninggalkan apartemennya.
"Eh heii!! Apa yang sedang kamu lakukan padaku, Oichi?!" protes Hakken masih saja didorong oleh Oichi.
"Sebaiknya kamu segera pergi mengambil beberapa gaunku bersama kak Yue! Karena aku akan memakai gaun itu lusa!"
Ucap Oichi dengan asal, padahal sebenarnya Oichi hanya hanya tidak mau jika Hakken mengetahui lebih jauh tentang Ellios. Karena Ellios adalah seseorang yang berhubungan dengan misinya beberapa saat yang lalu.
"Tapi, Oichi ..."
"Tidak ada tapi-tapi! Sampai jumpa, Hakken! Selamat bersenang-senang di Yokohama Hakkeijima Sea Paradise!!" ucap Oichi sambil menutup pintu utama apartemennya lalu menguncinya.
BLAMM ...
...🍁🍁🍁...
Sementara itu, di sebuah kedai ayam krispi sederhana dengan bangunan lamanya di prefektur Yokohama, terlihat beberapa pria dewasa dengan setelan jas super rapi dan masing-masing mengenakan sebuah kacamata hitam yang sudah bertengger manis di atas tulang hidungnya.
Mereka saling berpencar dan memeriksa kedai ayam krispi yang tiba-tiba saja sudah menjadi cukup sepi ini. Pria-pria berjas itu terlihat seakan sudah menguasai kedai ayam krispi ini, layaknya tempat ini adalah milik mereka saja.
Sementara di dekat meja kasir terlihat seorang wanita paruh baya sedang bersama dengan seorang pemuda. Raut wajah mereka penuh dengan kekhawatiran.
"Apa yang sedang kalian lakukan disini?" tanya wanita paruh baya itu memberanikan diri berkata pada salah satu pria itu.
"Tempat ini sudah kami ambil alih sepenuhnya. Sebaiknya kalian segera meninggalkan kedai ini dan berjualan di tempat lainnya saja!" sahut salah satu pria itu dengan entengnya tanpa menatap.wanita paruh baya itu.
"Apa? Tapi aku sudah membayar uang sewa selama satu tahun. Bagaimana bisa kami meninggalkan kedai ini?" ujar wanita paruh baya itu dengan raut wajah tak berdaya.
"Ya! Karena bos kami telah membeli kedai tua ini, maka bos kami merubah beberapa kebijakannya. Bos kami meminta kalian meninggalkan kedai tua ini dan kami juga akan memberikan uang ganti ruginya, Bibi." sahut pria itu kembali sambil memberikan sebuah amplop coklat tebal untuk wanita paruh baya itu.
Wanita paruh baya itu terlihat sangat tidak berdaya. Kedai tua itu sudah cukup lama membersamainya selama lebih dari 10 tahun untuk berjualan ayam krspi. Namun tiba-tiba sang pemilik kedai baru memintanya untuk pindah.
Kenangannya bersama mendiang suaminya saat mereka bersama-sama berjuang berjualan untuk sang buah hati, masih begitu melekat pada ingatannya. Dan hal itulah yang membuatnya begitu merasa berat untuk meninggalkan tempat ini.