
"Kau ceroboh apa bodoh?! Kamu pikir hal itu tidak berbahaya?! Kamu sekarang adalah seorang idol! Wajah, seluruh tubuh dan suaramu adalah asetmu yang paling berharga! Kamu seharusnya lebih berhati-hati! Apa kamu mau karirmu menjadi berantakan?!" cecar Hakken yang terlihat kesal dengan Oichi, karena dia selalu saja bertindak ceroboh dan membahayakan dirinya sendiri.
Namun di tengah-tengah kekesalan dan sikap galaknya, sebenarnya Hakken cukup manis dan peduli dengan Oichi. Kini dia menceramahi Oichi sambil memasangkan beberapa plaster lucu pada luka lecet di kedua siku dan punggung telapak tangan Oichi.
"Sory deh! Aku juga tak ada pilihan lain. Jika tidak menyelamatkan gadis kecil itu, maka aku juga kerepotan sendiri." sungut Oichi
"Tapi kalian sudah hampir tertabrak oleh mobil itu! Andai saja aku terlambat satu detik saja, aku tak akan bisa menyelamatkan kalian saat itu! Lain kali jangan ceroboh seperti ini, dan pikirkan semua dengan matang!"
"Misalnya?" tanya Oichi dengan memasang senyum tipis.
"Kamu bisa memberitahukan kepadaku dan memintaku untuk menyelamatkan gadis kecil itu!"
"Hhm. Oke deh. Tapi ngomong-ngomong terima kasih ya ..."
"Hhm? Tidak perlu berterima kasih padaku ... ya sudah, udara malam sudah semakin dingin! Ayo kita segera pulang! Besok kamu juga harus datang ke agensi bukan?"
"Hhm. Baiklah." jawab Oichi dengan santai.
Dia juga melirik menatap Hakken yang sudah berjalan beberapa langkah di depan Oichi untuk mendatangi mobil sport super mewahnya.
Aku menggunakan sihirku padanya juga, tapi sangat tidak disangka akan jadi seperti ini. Dia patuh dan tunduk padaku, namun sikap dingin dan galaknya masih saja sangat kentara. Hhm ... Hakken masih bisa menjaga image-nya dengan sangat baik. Rasakan kau, Sissy! Kekasih yang selalu kamu banggakan saat ini rela melakukan apapun untukku!! Bagaimana jika gadis sombong dan angkuh itu melihat semua kebersamaanku bersama dengan Hakken ya? Hhm ... sepertinya akan sangat menarik. Hehe ...
Batin Oichi tersenyum misterius, seolah sedang merencanakan sesuatu. Dia lalu berlari kecil untuk menyusul Hakken. Tiba-tiba saja Oichi mendekati Hakken dan mengajaknya untuk berfoto bersama. Mereka sangat dekat dan berdempetan. Dan hal ini cukup mambuat Hakken kebingungan dan keheranan.
"Hakken! Ayo kita foto bersama!" ajak Oichi tiba-tiba dan sedikit menarik lengan pakaian Hakken agar mereka berdua semakin dekat.
Namun belum sempat Hakken menjawab ajakan dari Oichi, Oichi sudah mengambil beberapa gambar mereka berdua menggunakan kamera ponselnya. Sedangkan Hakken malah terdiam mematung saat Oichi melakukan semua itu.
Hingga akhirnya Oichi mulai berhenti dan sangat antusias ketika melihat hasil foto-foto tersebut di dalam galeri ponselnya.
Hehe ... rasakan, Sissy. Bagaimana perasaanmu setelah melihat foto bersama kami? Aku akan mengunggah beberapa foto kami ke salah satu media sosialku deh!! Kamu pasti akan sangat kesal dan kepanasan.
Batin Oichi tersenyum licik dan dengan sengaja mempostingnya beberapa foto itu ke dalam salah satu sosial medianya.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Hakken ingin tau dan sedikit mengintip layar ponsel Oichi.
"Hanya memposting beberapa foto saja kok. Hehe ..." sahut Oichi dengan tawa kecilnya.
"Terserah kamu saja! Ayo cepat masuk! Dan aku akan segera mengantarmu pulang!" ucap Hakken sembari membukakan pintu samping kemudi untuk Oichi.
Dengan senyum lebar Oichi masuk ke dalam mobil mewah itu, begitu juga Hakken yang masuk melalui pintu kemudi. Lalu dia melajukannya dengan kecepatan yang cukup kencang dan hanya dalam waktu 20 menit, mereka sudah tiba di depan apartemen Azabu.
...🍁🍁🍁...
Oichi menimang-nimang sebuah kotak kayu dengan ukiran bunga dendelion yang terpahat manis dengan sangat jelas dan nyata. Senyuman manis dan penuh haru mulai mengiasi wajah ayunya.
Jemarinya sedikit bergetar ketika meraih penutup kotak kayu tersebut. Dengan sangat pelan dan hati-hati Oichi mulai membukanya.
KRATAKK ...
Beberapa foto, surat dan sapu tangan putih terlihat di dalam kotak kayu itu. Dan semua benda itu adalah peninggalan dari mendiang ibunya. Namun kini Oichi mulai menarik sebuah pengait rahasia, hingga akhirnya sebuah ruang tersembunyi mulai terbuka di dalam kotak kayu itu.
Sebuah bros dengan sebuah berlian berwarna merah menyala terlihat di balik ruang kecil yang tersembunyi itu. Benda ini adalah satu-satunya benda peninggalan dari mendiang ibunya.
Mirae dan suami barunya sama sekali tidak mengetahui, jika di dalam kotak lusuh dan sangat sederhana itu menyimpan sebuah barang yang cukup berharga. Mereka hanya mengira jika di dalam kotak itu hanya ada sapu tangan, surat dan foto usang saja.
Mungkin jika saja mereka mengetahui akan hal itu, pasti mereka akan mengambil bros berlian itu dari Oichi dan segera menjualnya. Seperti ketika Mirae yang menjual rumah yang merupakan satu-satunya peninggalan dari ayah Oichi.
"Huft, syukurlah semua benda-benda ini masih utuh. Aku sempat khawatir jika mereka sudah mengambil dan membuang beberapa isinya. Namun rupanya semua masih ada." gumam Oichi merasa sangat lega
[ Nona, apa nona tidak ingin memeriksa status terbaru dari nona? ] tanya Cornor tiba-tiba, dan sukses membuat angan Oichi menjadi buyar.
"Oh iya, benar juga! Tampilkan status terbaru milikku, Cornor!" titah Oichi mulai memasukkan benda-benda tersebut ke dalam kotak kayu itu lagi dengan posisi sama seperti semula
Setelah itu Oichi mulai menyimpan kotak kayu itu ke dalam sebuah laci di nakasnya.
[ Baik, Nona. Menampilkan status dimulai. ]
DING ...
Nama : Maeda Oichi
Usia : 16 Tahun
Ras : Human
Kecantikan : 73
Kepintaran : 35
Kelincahan menari : 64
Skill menyanyi : 69
Kharisma : 68
- Vocal :
☆ Rapper : Level 4 ( Max 10)
☆ Lagu mellow : Level 7 ( Max 10 )
☆ Rock : Level 2 ( Max 10 )
☆ J-Pop : Level 6 ( Max 10)
☆ Jenis lagu lainnya (menyesuaikan) : Level 3 ( Max 10 )
- Dance : Level 6 ( Max 10 )
Poin sistem : 75
Poin kemampuan : 76
Dana : 960.000 yen ( kira-kira 110.400.000 rupiah )
Misi : 15 ( belum dibuka )
Hadiah misteri misi 14: beberapa penambahan poin sistem dan satu set perhiasan keluaran terbaru dari Ruby Shine.
Kemampuan spesial :
☆ Memakai make up khas Oichi
☆ Meniru tarian hanya dalam sekali melihatnya
☆ Bermain dan menguasai segala jenis alat musik
☆ Menyihir / memikat siapapun hanya setelah mendengarkan suaramu ataupun menatap matamu sesuai dengan yang nona kehendaki
☆ Kemampuan berbicara, berinteraksi dan bernyayi dalam bahasa asing ( fasih dalam pronounciation )
☆ Memainkan segala jenis alat musik
Sistem pemandu : Cornor
《《《《《《《 Idol System 》》》》》》》
Segerumul cahaya putih yang cukup menyilaukan terlihat di hadapannya. Berputar-putar dan semakin membesar, hingga akhirnya sebuah kotak kemerahan lembut terlihat melayang di hadapannya.
"Wow! Aku mendapatkan satu set perhiasan keluaran terbaru dari Ruby Shine yang cukup terkenal itu? Perusahaan perhiasan terbesar? Wah ... rasanya seperti mimpi saja! Pasti semua perhiasan ini sangat mahal!" ucap Oichi penuh binar dan memeriksa isi di dalam kotak kemerahan lembut itu yang baru saja sistem berikan untuknya.
"Cantik sekali ..." gumamnya berbinar sambil menempelkan sebuah kalung indah pada leher jenjangnya.
Cukup lama Oichi membongkar dan melihat-lihat semua perhiasan itu, hingga akhirnya dia mulai menyimpan semuanya dan bersiap untuk tidur setelah dia menerima sebuah pesan dari sang body guard.
Cepat tidur dan beristirahat! Hakken.