Become An Idol By System

Become An Idol By System
Pesta Ulang Tahun Yang Menakjubkan



Ellios dan Jullian disambut oleh beberapa pengawal saat memasuki aula utama dari apartemen Azabu.


"Silakan masuk dan bergabung dengan para tamu yang lain, Tuan. Nona Oichi saat ini sedang mempersiapkan diri dan akan segera turun." ucap sang pengawal mempersilakan Ellios dan Jullian untuk memasuki aula utama dari apartemen Azabu yang megah itu dengan mengulurkan tangannya ke arah pintu masuk.


"Terima kasih, Tuan." sahut Ellios dengan ramah lalu segera memasuki aula utama itu bersama dengan Jullian.


"Whoa ... ini sungguh mewah sekali!!" celutuk Jullian menatap takjub seisi aula utama dari apartemen bergengsi yang besar nan mewah itu.


Begitu banyak dekorasi indah yang menghiasi aula utama ini, seperti lampu hias gantung, lampu raksasa di langit-lagit yang memancarkan kilauan warna-warni, balon-balon, serta dekorasi lainnya lagi.


Dan seluruh penataan dan dekorasi di dalam ruangan ini didominasi dengan nuansa merah muda lembut. Dan mungkin saja karena warna tersebut adalah warna kesukaan dari Oichi.


Di tengah-tengah ruangan aula utama itu ada sebuah meja berukuran cukup besar dengan sebuah taplak meja berwana dusty pink lembut berenda dan sedikit mengkilap menjuntai hingga sampai ke lantai.


Di atas meja itu ada sebuah kue ulang tahun lucu dengan hiasan girly berukuran raksasa berwana putih perpaduan merah muda lembut. Sementara di atas di antara lampu hias itu, ada sebuah spanduk dengan desain manis dengan bertuliskan "Happy Birthday Princess Oichi".


Ellios tak banyak berkata-kata dan dia sama sekali tak menjawab ucapan Jullian. Namun Ellios malah melihat sekelilingnya karena merasa keheranan akan semua fasilitas super mewah ini.


Dia bukan takjub karena kemegahan dan segala kemewahan fantastis dalam perayaan pesta ulang tahun kali ini, melainkan Ellios begitu menyayangkan akan semua yang dia anggap terlalu berlebihan.


Tentu saja uang yang mereka habiskan untuk menggelar sebuah perayaan pesta ulang tahun ini bukanlah sedikit. Namun tentunya sangat banyak! Ellios berpikir, seharusnya uang itu bisa digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat daripada harus menghambur-hamburkannya seperti ini.


Selama ini Ellios selalu hidup dengan sangat sederhana dan jauh dari kata mewah. Lagipula dia tak begitu memuja dan memimpikan semua kemewahan seperti yang kebanyakan orang-orang mimpikan.


Keinginannya hanyalah sederhana, dia ingin memiliki usia yang panjang dan bisa membahagiakan sang ibu. Satu-satunya keluarganya yang dia miliki.


Ellios dan Jullian mulai menikmati minuman dan beberapa hidangan ringan yang telah disajikan saat pesta malam ini. Mereka lebih memilih untuk menyendiri, karena tak ada satupun tamu undangan lain yang mereka kenali saat ini.


"Aku tidak sabar ingin segera melihat dewi Oichi-ku. Pasti dia akan sangat bersinar dan cantik sekali malam ini." gumam Jullian sangat bersemangat dengan wajah penuh angan dan harapan.


Ellios hanya melirik Jullian dengan senyuman mengejek. Karena sebenarnya Ellios sangat merasa bosan mendengar sanjungan Jullian untuk Oichi yang dianggapnya berlebihan.


Tak lama kemudian mulai terlihat seorang gadis cantik dengan balutan gaun berwana putih kombinasi merah muda lembut mulai turun menapaki tanggan demi tangga yang sudah digelari dengan karpet roll witton panjang berwarna merah maroon lembut dengan motif klasik.


Seketika semua mata terpana saat melihat gadis cantik yang tak lain adalah Oichi itu. Seakan seluruh tamu undangan sudah tersihir akan kecantikannya yamg sungguh berbeda.


Yeap, semua orang tersihir. Namun tidak untuk Ellios. Pemuda yang cukup unik ini kini malah sibuk untuk menghabiskan jusnya yang baru saja diberikan oleh salah satu pelayan dalam acara malam ini.


"Whoa!! Benar-benar cantik sekali dewi Oichi-ku! Persis dengan apa yang sudah aku bayangkan sebelumnya! Malah semakin cantik saja. Ugghh ..." gumam Jullian terpana dan masih menatap Oichi dari kejauhan.


"Hhm? Dewi Oichi canti?" tanya Ellios kembali mengulang ucapan Jullian.


"Tentu saja! Dia wanita paling cantik yang pernah aku lihat. Sangat-sangat sempurna seperti bidadari tak bersayap." sahut Jullian masih sangat antusias dan tak pernah satu detikpun untuk memalinkan wajahnya untuk menatap Oichi dari kejauhan.


"Ckk ... di dunia ini yang paling cantik menurutku hanyalah ibuku seorang!" jawab Ellios dengan asal karena malas mendengarkan kekamuman Jullian terhadap Oichi yang sangat berlebihan itu.


PLAKK ...


"Sudah gila kamu ya, Ellios?! Masa kamu membandingkan dan menyamakan dewi Oichi pujaanku dengan bibi Suzuna?!" protes Jullian sangat tidak terima.


Sementara Ellios malah tertawa renyah saat melihat Jullian yang sedang kesal kembali seperti ini. Menandakan jika Jullian sudah baik-baik saja setelah beberapa saat yang lalu sempat bersedih berlebihan karena sesuatu yang terjadi di antara kedua pemuda ini sebelum mereka berangkat dari rumah.


Di tengah-tengah tawa Ellios dan kekesalan Jullian, tiba-tiba saja ada seseorang yang mulai menghampiri mereka berdua dan menyapa mereka berdua.


"Hei, Ellios!! Hei, Jullio ... rupanya kalian datang ke acara ini juga ya?"


Ucap seorang pemuda tampan dengan gaya dari ujung rambut hingga ujung kaki yang sangat stylish dan fashionable.


Ucapannya sukses membuat Jullian merasa semakin kesal karena pemuda itu salah memanggil namanya menjadi Jullio. Pemuda itu adalah Ken. Teman satu kampus Ellios dan Jullian, namun mereka berbeda jurusan.


Rupanya Ken berhasil memasuki kampus impiannya, dan tentu saja pastinya Ken juga masih berteman baik dengan Oichi hingga sampai saat ini!


Malam ini Ken terlihat begitu bersinar dengan sebuah setelan jasnya yang begitu mewah dan necis berwarna hitam. Membuatnya terlihat semakin tampan dan mempesona.


"Tapi namaku adalah Jullian. Jadi tolong jangan mengganti namaku sesuka hatimu ya ..." sungut Jullian masih terlihat sangat kesal menatap Ken. Karena Ken memang sudah terlalu sering memanggil Jullian dengan Jullio.


"Ahaha ... iya. Itu maksudku, Jullian!! Lidahku sepertinya kepleset saat menyebut namamu tadi." jawab Ken dengan candaanya yang bersahabat seperti biasanya.


"Apa kalian hanya datang berdua saja? Dimana Kakei? Apa dia tidak ikut?" imbuh Ken celingukan mencari pemuda bernama Kakei. Pemuda dingin dan pendiam yang merulakan kapten dari tim basket di kampus Todai yang akhir-akhir ini tiba-tiba berteman dekat dengan Ellios.


"Tidak, Ken. Lagipula aku hanya datang untuk menemani Jullian saja kok." jawab Ellios seadanya. "Apa kamu juga akan melakukan performance disini, Ken?" imbuh Ellios karena mengira Oichi mengundang Ken untuk mengisi acara dan bernyanyi pada pesta ulang tahunnya.


Satu lagi, saat ini Ken sudah cukup sukses dengan band yang dibentuknya 3 tahun yang lalu. Blue Gazzete sudah semakin dikenal banyak orang. Bahkan Ken sangat populer di kampusnya dan juga cukup populer di luar. Karena mereka juga sering melakukan performance di beberapa kafe besar.


"Tidak kok. Tapi jika mood-ku sedang baik, maka aku akan menyanyi deh nanti. Atau jika kamu mau menemaniku, maka aku akan melakukannya lagi deh." sahut Ken mulai mengambil segelas jus jeruk yang baru saja di antarkan oleh salah satu pelayan dan dia segera meneguknya beberapa tegukan.


"Memang kamu bisa bermain musik, Ell? Bukankah kamu tidak bisa memainkan alat musik apapun?" tanya Jullian sedikit bingung.


Belum sempat Ellios menjawab pertanyaan dari Jullian, rupanya Ken lebih dulu menjawabnya.


"Benar sekali, Jullio ... eh ... itu ... maksudku Jullian! Ellios memang tidak bisa bermain musik, namun dia sangat pandai bernyanyi! Suaranya sangat bagus dan keren sekali!! Sudah seperti seorang pro saja!" ucap Ken membanggakan Ellios.


Sebenarnya hal itu semakin membuat Jullian kebingungan. Karena selama ini Jullian tak pernah melihat Ellios menyanyi. Karena selama ini Ellios hanya berteman dengan buku dan komputer saja.


"Oh ya? Benarkah itu, Ellios? Kalau memang seperti itu maka menyanyilah bersama Ken! Aku ingin sekali melihatnya!!" ucap Jullian malah bersemangat dan sedikit mendorong tubuh Ellios.


"Tidak! Aku tidak mau, Jullian! Tamu yang hadir dalam pesta ini bukanlah tamu biasa. Jadi jangan bersikap aneh-aneh deh! Atau acara dewi Oichi pujaanmu akan menjadi berantakan karena aku." ucap Ellios menandaskan.


Seketika Jullian berhenti dan membenarkan ucapan Ellios dengan menganggukkan kepalanya dua kali pelan.


Belum sempat terjadi perbincangan diantara ketiga pemuda itu lagi, tiba-tiba saja seorang gadis cantik sudah menghampiri mereka bertiga.