Become An Idol By System

Become An Idol By System
Panggilan Dari Ken



Di dalam kamar kontrakannya, Oichi terlihat sedang membaca status terbarunya dengan seksama, padahal sebenarnya dia tidak pernah teliti saat membaca semua itu. Hanya poin-poin besar serta hadiah misterius saja yang selalu paling awal dilihatnya.


《《《《《《《《 Idol System 》》》》》》》》


Nama : Maeda Oichi


Usia : 16 Tahun


Ras : Human


Kecantikan : 58


Kepintaran : 25


Kelincahan menari : 38


Skill menyanyi : 46


Kharisma : 48


- Vocal :


☆ Rapper : Level 3 ( Max 10)


☆ Lagu mellow : Level 5 ( Max 10 )


☆ Rock : Level - ( Max 10 )


☆ J-Pop : Level 3 ( Max 10)


☆ Jenis lagu lainnya (menyesuaikan) : Level 1 ( Max 10 )


- Dance : Level 5 ( Max 10 )


Poin sistem : 56


Poin kemampuan : 56


Dana : 120.000 yen ( kira-kira 13.800.000 rupiah )


Misi : 11 ( belum dibuka )


Hadiah misteri misi 10 : beberapa penambahan poin sistem dan dana


Kemampuan spesial :


☆ Memakai make up khas Oichi


☆ Meniru tarian hanya dalam sekali melihatnya


☆ Bermain dan menguasai segala jenis alat musik


☆ Menyihir / memikat siapapun hanya setelah mendengarkan suaramu ataupun menatap matamu sesuai dengan yang nona kehendaki


☆ Kemampuan berbicara, berinteraksi dan bernyayi dalam bahasa asing ( fasih dalam pronounciation )


Sistem pemandu : Cornor


《《《《《《《 Idol System 》》》》》》》


"Uhm ... kapan aku mendapatkan hadiah misteri dan hadiah spesial lagi, Cornor? Hadiah-hadiah itu sungguh luar biasa! Membuatku selalu ketagihan dan semangat untuk melakukan misi! Haha ..." Oichi tertawa renyah dan merebahkan dirinya di atas pembaringan.


[ Suatu saat nona pasti akan mendapatkannya lagi. Namun tidak di dalam semua misi nona akan mendapatkannya. ]


Sahut Cornor dengan datar seperti biasanya.


"Huft. Benar juga sih. Ya sudah deh. Semua yang aku miliki saat ini saja sudah sangat fantastis! Hehe ..." gumamnya dengan senyum lebar.


[ Aku akan memberikan misi jangka menengah untuk nona Oichi. Dua pekan lagi akan ada salah satu trainee berbakat di dalam Diamond Entertaiment untuk debut. Misi kali ini adalah, nona harus bisa terpilih untuk melakukan debut. Jika sampai nona berhasil, nona akan mendapatkan hadiah sistem yang sangat fantastis. Namun jika gagal, nona akan mendapatkan pinalti yang cukup berat. ]


Ucap Cornor yang membuat sepasang mata Oichi membulat sempurna. Antara terkejut, senang dan juga khawatir, bercampur menjadi satu. Oichi akan sangat beruntung jika terpilih untuk debut. Karena selain namanya akan mulai dikenali oleh semua orang, dia juga akan meendapatkan hadiah sistem yang sangat fantastis.


Namun sebaliknya, jika sampai Oichi gagal dalam misi kali ini dia akan sangat dirugikan. Selain kesempatannya untuk menjadi idol nomor 1 tertunda, dia juga akan mendapatkan pinalti yang tidak main-main.


"Aku pasti bisa!!" teriaknya kembali duduk dan mengepalkan kedua tangannya ke atas. "Aku harus rajin berlatih!! Aku pasti bisa!! YA!!!!" Oichi berteriak sangat keras, hingga membuat tetangga kontrakannya merasa sangat kesal dan mendatangi kontrakannya.


Tok ... tok ... tok ...


Ritme teratur itu mulai terdengar dari pintu utama kontrakan Oichi. Gadis remaja itu segera bergegas untuk membukakan pintu untuk sang tamu.


CEKLEK ...


Seorang pemuda sudah berdiri di balik pintu memasang wajah garang dan sepertinya merasa terganggu karena mendengar teriakan Oichi.


"A-ada apa ya?" tanya Oichi ramah dan sedikit terbata.


Seketika pemuda itu menatap Oichi terlihat begitu cantik dan bersinar menyilaukan dengan bunga-bunga indah bertaburan di belakangnya. Dan dalam sekejap saja ekspresi garang pemuda itu berubah menjadi terpana saat melihat Oichi.


"Ti-tidak ada apa-apa, Bidadari ..." ucap pemuda itu ngelantur.


"Bidadari?" gumam Oichi dengan kening berkerut.


"Ya! Kamu sangat cantik seperti bidadari ..."


"Sayang! Mengapa lama sekali? Apakah sudah selesai menegur dan mengingatkan tetanggaku yang berisik?" tiba-tiba saja seorang gadis berpenampilan modis dan nyentrik menyusul pemuda itu.


"Su-sudah kok. Hehe ... ayo kita pergi!" ucap pemuda itu menggandeng tangan kekasihnya namun masih tersenyum lebar menatap Oichi. "Kami permisi, Nona. Nona bidadari lanjutkan saja kegiatan nona." imbuhnya menggiring kekasihnya untuk segera kembali ke kamanya.


"Nona bidadari? Yang benar saja itu namanya?! Jangan-jangan kamu bermain di belakangku ya?!! Awas saja jika kamu berani bermain-main di belakangku!!" samar-samar Oichi masih mendengar sang gadis mengomel-omel hingga akhirnya terdengar suara hantaman pintu yang sangat keras dari kamar sebelah.


BLAAMM ...


Oichi tersentak kaget, namun dia tertawa kecil dan menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali.


"Kekuatan ini sungguh sangat luar biasa!" gumam Oichi masuk kembali ke kontrakannya dan menutup pintu utama. "Jika aku berhasil debut, maka akan semakin banyak orang yang akan mengenaliku. Dan itu artinya kesempatanku untuk mendapatkan cinta dari semua orang akan semakin besar! Jadi aku harus berusaha sebaik mungkin! Aku harus lebih rajin menari dan bernyanyi! Aku harus terpilih dan harus segera debut!! Harus!!"


Imbuhnya menyeringai misterius.


DRRTTT ...


Ponsel Oichi mulai melantukan sebuah melodi indah dan terdengar ceria. Oichi segera meraih benda pipih itu untuk melihat nama si pemanggil. Tertulis nama Ken pada layar ponsel itu. Dan Oichi segera mengangkat panggilan itu.


"Hallo, Ken ..." sapa Oichi penuh binar, karena bagaimanapun Ken adalah salah satu orang yang berjasa untuknya.


Karena saat audisi Oichi merasa begitu gugup, dan dia berhasil menghadapi kegugupannya karena sebuah nasehat dari Ken.


"Hallo, Oichi-Chan!! Ogenki desu ka? ( Hallo, Oichi! Apa kabar?)" sapa Ken dengan nada ceria seperti biasanya.


"Kabarku baik. Bagaimana denganmu?" balas Oichi kembali merebahkan tubuhnya di atas pembaringan empuknya.


"Kabarku juga baik! Aku menelponmu karena ingin menagih janjimu padaku!" ucap Ken sedikit menekankan, namun sebenarnya Ken hanya sedang bercanda.


Karena Ken adalah tipikal pemuda ramah, humoris, mudah bergaul, dan penolong.


"Hhm? Baiklah. Bagaimana jika besok malam? Setelah pulang berlatih dari Agensi, aku akan mentraktirmu deh!" ucap Oichi menawarkan.


"Malam ya? Hhm ... aku sih selalu ada waktu. Baiklah! Jam berapa kamu selesai berlatih? Aku akan datang untuk menjemputmu, agar kita tidak terlalu malam."


"Aku biasanya selesai latihan jam 7 PM. Tapi kamu tidak perlu menjemputku, Ken! Kita bertemu di tempat makan saja. Bagaimana?" ucap Oichi menyarankan, karena Oichi tak ingin merepotkan Ken.


Meskipun Oichi berniat ingin membuat semua orang mencintainya dan tunduk padanya, namun tidak untuk Ken. Sosok Ken di mata Oichi adalah seorang teman yang baik dan tulus kepadanya. Bahkan semua itu Ken lakukan tulus, tanpa kekuatan sihir dari Oichi.


"Baiklah jika kamu maunya seperti itu deh! Kirimkan saja alamat restoran itu padaku, aku akan datang kesana besok." sahut Ken dengan mudahnya.


"Okay deh! Besok aku akan kirimkan padamu!"


"Okay! Sampai jumpa besok! Ja matte ne, Oichi-chan!! ( sampai jumpa, Oichi )"


"Jaa matte ne, Ken-kun!" balasnya mengakhiri panggilan itu.


Oichi meraih guling dan memeluknya lalu memejamkan sepasang matanya, "Oyasuminasai, Cornor-kun! ( selamat malam, Cornor )."


...🍁🍁🍁...