Become An Idol By System

Become An Idol By System
Permintaan Oichi



Dengan pergerakan cepat Ellios berusaha untuk segera berlari ke arah Oichi dan preman yang berniat untuk mencelakai Oichi. Namun Ellios sudah tak sempat lagi untuk menyelamatkan Oichi dan membawanya untuk menghindar, hingga pada akhirnya Ellios hanya bisa memeluk Oichi dari arah belakang dan menjadikan dirinya sebagai perisai untuk Oichi.


JLEBB ...


"Ughh ..."


Pisau lipat yang diayunkan oleh pran itu kini sudah menghunus punggung Ellios. Darah segar kini mulai merembes dan membasahi sweater Ellios yang berwarna cream lembut.


"El-Ellios ... ka-kamu ... mengapa kamu melindungiku seperti ini?" ucap Oichi sangat syok dengan posisi masih membelakangi Ellios yang masih menjadi perisai untuknya.


"Tidak masalah, Nona. Aku akan baik-baik saja. Asal nona Oichi tidak terluka, itu sudah cukup ... uhuk ... uhuk ..." ucap Ellios begitu lirih disertai batuk karena menahan rasa sakit karena tusukan itu.


Namun tiba-tiba saja beberapa petugas kepolisian Yokohama mulai berdatangan memasuki kamar apartemen ini. Dengan cepat mereka segera menangkap beberapa berandalan itu dan segera membawanya pergi le kantor polisi.


Oichi segera berbalik ketika Ellios sudah mulai melepas pelukannya. Ellios masih terduduk dan memegangi dadanya sendiri. Dia terlihat sedang menahan rasa sakit dan sesak. Wajahnya juga mulai terlihat pucat. Dan tentu saja hal ini cukup membuat Oichi merasa khawatir.


Oichi memang cukup kesal akan perbuatan Ellios terhadapnya. Namun biar bagaimanapun kali ini Ellios telah menyelamatkan dirinya hingga Ellios terluka seperti ini.


"El-Ellios ... apa kamu baik-baik saja? Bertahanlah, Ellios!! Aku akan mengantarmu ke rumah sakit!" ujar Oichi terlihat begitu ketakutan karena melihat kondisi Ellios yang terlihat sedikit lemah dan sudah menjadi semakin pucat.


"Tidak, Nona Oichi. Aku akan baik-baik saja kok. Jangan khawatir. Tolong ambilkan aku segelas air putih saja ... aku haus sekali ..." ucap Ellios masih memegangi dadanya yang terasa sesak.


"Air putih?" ucap Oichi dengan sepasang alis indahnya yang berkerut saling berdekatan karena merasa sangat kebingungan.


Saat ini Ellios sedang terluka, namun tiba-tiba saja dia malah meminta air mineral dengan alasan merasa haus? Sebenarnya bagiku sendiri ini sungguh sangat konyol dan tidak masuk akal. Apakah di dunia ini pernah terjadi hal seperti ini? Apakah bisa sebuah rasa dehidrasi bisa mengalahkan sebuah rasa sakit karena terluka parah? Ellios benar-benar sangat unik. Sebenarnya apa yang masih dia sembunyikan di hadapanku?


Batin Oichi masih dengan kening berkerut.


"Uhuk ... uhuk ... nona Oichi, bisakah kamu mengambilkan air mineral untukku sekarang?" ucap Ellios terdengar semakin lirih saja.


"Ba-baiklah, Ellios ... akan segera aku ambilkan. Tunggu sebentar disini dan jangan banyak bergerak ..." ucap Oichi dengan cepat dan segera beranjak meninggalkan Ellios.


Beberapa menit sudah berlalu, dan Ellios masih saja terduduk di atas lantai. Dia terlihat sedang memfokuskan dirinya untuk sesuatu. Entah itu apa ...


Hingga akhirnya tak lama kemudian terlihat Oichi yang sudah datang lagi dengan langkah yang sangat terburu dengan membawakan segelas air mineral untuk Ellios.


"Ayo minumlah, Ellios ..." ucap Oichi masih dengan raut wajahnya yang terlihat sangat khawatir.


Setelah meminumnya beberapa teguk, Ellios segera memberikannya untuk Oichi kembali. Dan kali ini Oichi mulai membantu Ellios untuk berdiri dan memapahnya untuk berpindah duduk di atas sofa.


"Kamu sedang terluka, Ell. Dan lukamu ini harus segera diperiksa dan disterilkan, Ellios! Jika tidak akan sangat bahaya. Jika kamu tidak mau aku mengantarkanmu untuk pergi ke rumah sakit, maka aku akan meminta dokter pribadiku untuk datang mengobatimu." ucap Oichi mulai mengeluarkan ponselnya dan berniat untuk menghubungi dokter pribadinya.


Namun dengan cepat Ellios menahan tangan Oichi. Hal ini cukup mengejutkan Oichi.


"Jangan, Nona Oichi! Aku mohon jangan lakukan itu, Nona. Aku baik-baik saja. Dan sebenarnya aku sedang ..." ucap Ellios yang malah terlihat cukup kebingungan untuk menjelaskannya kepada Oichi.


"Apa, Ellios? Mengapa kamu terlihat sedikit aneh? Luka ini harus segera mendapatkan penanganan! Kamu jangan bandel seperti bocah SD saja! Jika tidak disterilkan dam tidak segera mendapatkan penanganan akan sangat berbahaya!" ucap Oichi kekeh.


"Nona Oichi sebaiknya aku segera pulang saja. Aku akan mengurus luka ini di rumah saja." ucap Ellios seakan sedang berusaha untuk menghindari Oichi agar Oichi entah karena apa.


"Ellios ... apa kamu sedang bercanda?! Kamu baru saja menyelamatkanku hingga terluka seperti ini hanya karena untuk melindungiku! Maka kali ini aku akan membalasnya dengan benar! Aku akan merawatmu jika memang kamu tak ingin aku memanggil seorang dokter!" ucap Oichi masih saja kekeh dan terdengar begitu memaksa.


"Terima kasih banyak atas kebaikan hati nona Oichi Tapi itu sungguh tidak perlu, Nona. Aku akan pamit pulang saja. Nona Oichi jagalah diri nona dengan baik. Permisi ..." ucap Ellios dengan sopan lalu segera berdiri kembali dan membungkukkan badannya lalu mulai berbalik dan melangkahkan kakinya.


Namun tidak semudah itu, karena baru saja melangkah beberapa langkah, tiba-tiba saja ucapan dari Oichi sukses membuatnya tertahan kembali.


Karena penolakan Ellios kali ini untuk merawatnya atau membawanya ke rumah sakit kembali ditolaknya seolah-olah Oichi masih memiliki sebuah niat jahat kepadanya. Padahal kali ini Oichi tulus melakukannya.


"Ellios, tunggu dulu! Apa kamu masih saja menganggapku jahat?"


"Ti-tidak, Nona. Aku tidak pernah menganggap nona jahat. Tidak pernah sekalipun ..." jawab Ellios dengan polosnya, karena selama ini dia memang tak pernah berpikiran buruk tentang orang lain, sekalipun orang tersebut benar-benar memiliki sebuah niat jahat kepadanya.


Mendengarkan jawaban polos dari Ellios, kini Oichi menghembuskan nafas kasarnya ke udara.


"Ellios, apa kamu masih belum berubah pikiran untuk mendapatkan kembali kedai ayam krispi itu? Kamu masih menginginkan agar ibumu masih tetap berjualan di kedai itu bukan?" akhirnya sebuah kalimat tanya retoris yang sudah bisa ditebak jawabannya kini mulai dilayangkan oleh Oichi untuk Ellios.


"Soal itu ... aku memang ingin melakukannya untuk ibuku karena tempat itu telah menyimpan banyak kenangan bersama keluarga kecil kami. Namun jika nona Oichi tak bisa memberikannya tidak masalah. Aku akan ..." ucap Ellios menggantung karena Oichi segera memotongnya.


"Baiklah. Kali ini aku akan memberikan sepenuhnya kedai itu untuk ibumu. Bahkan kepemilikannya akan aku serahkan kepada ibumu, Ellios. Namun semua itu hanya jika kamu mengijinkan aku untuk merawat dan mengobati lukamu." ucap Oichi masih menatap punggung Ellios yang membelakanginya. "Setidaknya ... aku ingin sekali menebus sedikit saja kesalahanku selama ini kepadamu. Duduklah dan jangan khawatir. Aku pernah sedikit belajar sekolah medis kok."