Become An Idol By System

Become An Idol By System
Permintaan Bertemu



Gadis remaja itu mulai ijin untuk mengangkat panggilan telpon yang berasal dari nomor baru itu. Dia menjauh dari keempat teman-temannya.


"Hallo. Ini siapa ya?" sapa Oichi ketika mengangkat panggilan telpon itu.


"Hallo, Putriku Oichi tersayang. Apa kabarmu sayang? Ini mama ..." ucap seorang wanita dewasa dari seberang.


Mama? Ada apa mama tiba-tiba saja menghubungiku? Apakah dia sudah menyesali semua perbuatannya dan ingin minta maaf padaku? Lalu apa yang harus aku lakukan jika memang seperti itu? Dia dan suami barunya memang sudah sangat keterlaluan kepadaku saat itu. Tapi ... biar bagaimanapun mereka adalah orang tuaku saat ini. Tidak! Mereka melakukan semua ini dan tiba-tiba menghubungiku kembali pasti karena mendengar sosial media. Huft ... sangat menyebalkan!! Kemana saja dia selama ini?! Dia menjual rumah peninggalam ayah dan malah asyik berbulan madu dengan suami barunya! Sementara aku?? Dia sama sekali tidak memikirkanku saat itu!! Dia tak memikirkan bagaimana aku hidup dan dimana aku hidup!! Aku bukanlah Oichi yang dulu lagi! Jangan harap kalian bisa membodohiku!! Sekalipun aku baik terhadap kalian, aku tak akan melakukannya dengan cuma-cuma ...


Batin Oichi mewaspadai sang mama tiri yang tiba-tiba saja menghubunginya.


"Putriku sayang. Apa kamu masih disana? Apa kamu mendengar mama, Putriku?" ucap Mirae lagi membuyarkan angan dari Oichi.


"Ehm ... i-iya. Aku mendengar mama kok."


"Bagaimana kabarmu, Sayang?"


"Kabarku sangat baik, Ma. Mama tidak perlu mencemaskan aku. Mama tenang saja ..." jawab Oichi dengam kalem dan sangat santai. Namun senyuman miring mulai terukir menghiasi wajah ayunya.


"Huft, syukurlah kalau memang seperti itu. Oya, Sayang ... mama ingin sekali bertemu denganmu. Apakah kita bisa bertemu, Putriku? Ada sesuatu yang ingin mama bicarakan padamu. Mama harap kamu memiliki waktu sejenak untuk menemui mama." ucap wanita dewasa itu penuh harap dan sangat meyakinkan.


"Baiklah! Besok aku memiliki waktu sebelum aku kembali sibuk dengan sekolah dan beberapa kegiatanku yang lain." jawab Oichi masih tersenyum misterius.


"Baiklah, Putriku sayang. Kalau begitu besok kirimkan saja alamat tempat pertemuannya untuk mama. Mama akan datang kesana. Oh iya, ngomong-ngomong kamu tinggal dimana sekarang, Sayang?"


Belum sempat Oichi menjawab pertanyaan dari sang mama, tiba-tiba saja Sky memanggilnya dengan cukup keras, dan semua itu terdengar oleh sang mama.


"Oichi! Cepatlah selesaikan panggilanmu dan kita segera menikmatinya bersama! Selagi ini semua masih sangat panas ... jangan melewatkan kelezatannya begitu saja." teriak Sky cukup keras


Mirae yang mendengarkan ucapan ambigu seperti itu dari seorang pemuda merasa cukup keheranan dan berpikiran aneh. Terlebih saat ini sudah cukup sore dan mendekati malam, namun Oichi masih saja bersama dengan seorang pria bersama-sama.


"Oichi! Siapa pemuda itu?! Dan apa yang akan kalian lakukan bersama di malam seperti ini?!" tanya Mirae sangat ingin tau.


Biar bagaimanapun Oichi yang selama ini dia kenal adalah seorang gadis yang sangat polos dan tidak pernah memiliki hubungan aneh dan berlebihan bersama teman laki-lakinya. Bahkan dimasa lalu, mereka semua selalu saja sangat enggan untuk dekat dan melihat Oichi.


"Dia temanku, Ma. Mama tenang saja dan tidak perlu mengkhawatirkan aku. Aku baik-baik saja. Dan aku bisa mengatasi segala masalah hidupku! Hhm ... baiklah. Temanku sudah menungguku, Ma. Aku aka segera menemuinya. Sampai jumpa ..." ucap Oichi dengan santai lalu mengakhiri panggilan tersebut.


Dia tersenyum misterius dan segera kembali untuk bergabung bersama teman-temannya. Mereka menikmati beberapa makanan ringan hingga makanan berat sambil menikmati wine itu.


Ini adalah pertama kalinya Oichi menikmati minuman tersebut. Pada awalnya, dia menolak karena merasa sedikit aneh. Namun pada akhirnya dia terpaksa meminumnya meskipun hanya segelas kecil saja, karena merasa segan. Terlebih pesta perayaan ini mereka rayakan untuk dirinya.


Setelah beberapa saat, Sky dan Hakken sudah mulai mabuk dan berbicara ngelantur. Hingga akhirnya kedua pemuda itu mulai tertidur di atas karpet. Sementara Alecio memang hanya meminum sedikit saja. Karena dia sama seperti Oichi, baru pertama kali menikmati minuman itu, jadi sedikit merasa aneh.


TAK ...


"Sudah cukup! Aku tidak mau minum lagi! Minuman ini sangat pahit! Aku tidak suka!" Alecio meletakkan gelas kecilnya cukup keras di atas meja.


Ken yang mendengarkan semua itu tertawa kecil, "Tidak perlu memaksakan diri, Alecio! Jika tidak suka, maka tidak usah diminum." ucap Ken santai dan bersahabat.


"Kepalaku pusing dan terasa berat. Padahal hanya meminum sedikit saja. Hufftt .. lain kali jangan membawakan minuman seperti ini untukku, Ken. Lain kali kamu harus membawakan smoothie atau es krim saja untukku ya ..." ucap Oichi memijit kepalanya yang terasa sediki berat.


"Ahaha ... baiklah, maafkan aku deh. Aku membawakannya karena aku kira kalian akan menyukainya. Karena saat aku melihat kakakku dan teman-temannya berpesta bersama, mereka selalu meminum wine bersama." ucap Ken tertawa kecil, namun juga merasa bersalah.


"Kalau begitu aku akan segera pulang, Oichi. Supirku sudah menunggu di bawah. Oh iya terima kasih sudah mengundang kami." ucap Alecio mulai mendekati Sky dan menarik tangan Sky dan mengalungkannya pada lehernya.


"Sama-sama, Alecio! Thanks juga karena kalian sudah datang meramaikannya." jawab Oichi seadanya.


"Cih!! Sky sangat menyusahkan saja!! Seharusnya dia yang menjagaku sebagai seorang kakak! Kalau seperti ini jadi kebalik!" Alecio mendengus kesal karena kesulitan memapah Sky untuk meninggalkan apartemen Oichi.


Ken mulai menatap Hakken yang tak sadarkan diri. Namun karena hari ini dia hanya membawa sebuah motor besar, Ken memutuskan untuk memesankan sebuah taxi untuk Hakken yang sudah sedikit mabuk.


"Hakken, katakan dimana kamu tinggal! Aku akan memesankan sebuah taxi online untukmu." tanya Ken sembari membuka sebuah aplikasi di ponselnya.


Tak ada jawaban dari Hakken, karena dia sudah memasuki dunianya sendiri, terbang dan melayang saat ini.


"Hakken, kamu tinggal dimana? Cepat katakan padaku karena kita harus segera pulang." ucap Ken lagi masih sabar.


"Aakuuuu tinggal di rumah yang mewah seperti istanaaa. Hhmm ... bukan seperti rumah sempit dan bau seperti kandang babiii. Hhhmmm ..." sahut Hakken semakin ngelantur.


Karena merasa kesal dan sudah lelah, akhirnya Ken memutuskan untuk memesan sebuah taxi online dan membawa Hakken ke rumahnya saja. Sementara motor besar milik Ken, dia titipkan di parkiran basement apartemen dimana Oichi tinggal.


"Oichi, kami pulang dulu. Taxi online kami sudah menunggu di bawah. Besok aku akan datang untuk mengambil motorku." Ken berpamitan sambil memapah Hakken.


"Baiklah. Hati-hati dan terima kasih banyak untuk hari ini." sahut Oichi ramah.


...🍁🍁🍁...


Hari ini bonus visual Alecio dulu ya. Untuk karakteristik sudah sering dijelaskan sebelumnya. Jadi kalian pasti sudah hafal dong ya. Hehe ...