
Cornor, segera aktifkan kemampuan memikat dan menakhlukkan semua orang sekarang juga! Aku harus bisa meloloskan diri dan menolong yang lainnya!
Batin Oichi segera memberikan titah untuk pemandu sistemnya di dalam hati.
[ Baik, Nona Oichi! Kemampuan memikat dan menakhlukkan akan segera diaktifkan sekarang! ]
DING ...
Sehut Cornor dengan begitu patuh diikuti dengan sebuah suara notifikasi sistem.
Oichi yang masih berdiri di hadapan sang pria pemandu itu, kini mulai menarik sudut-sudut bibirnya hingga menyembulkan sebuah senyuman miring menatap pria itu. Perlahan Oichi mulai melenggang dengan anggun melalui pria pemandu itu yang kini hanya berdiri mematung saja.
Seketika ekspresi dan juga kendali tubuh dari pria pemandu itu akhirnya berubah, tatapannya tiba-tiba terlihat kosong dan dia hanya berdiri tanpa melakukan apapun. Dan seperti biasanya, sihir Oichi ini sudah mulai bereaksi, dan akan membuat pria pemandu ini hanya akan mematuhi dan mendengarkan perintah dari Oichi saja.
Sebelum meninggalkan ruangan kecil yang pengap itu, Oichi mulai mengintrogasi pria pemandu itu untuk mendapatkan sebuah informasi darinya.
"Mengapa kalian melakukan semua ini? Siapa yang menyuruh kalian? Dan sebenarnya apa tujuan kalian melakukan semua ini?" tanya Oichi menatap tajam pria pemandu itu dan tak lupa Oichi juga sudah menghidupkan sebuah alat perekam yang sudah dia selipkan pada jepit rambutnya sebelumnya.
"Presdir Maxime dari Dream Group yang telah memerintahkan kami. Agar semua idol dari Diamond Entertaiment tidak bisa melakukan performance malam ini di Saitama super hall arena. Dan secara otomatis idol dari Dream Group-lah yang akan menggantikan kalian semua pada malam ini. Karena talenta idol dari Dream Group tentu saja sudah tidak diragukan lagi." jawab pria pemandu yang sudah kehilangan kendali dan kesadarannya itu menjelaskan.
Meskipun jawaban dari pria itu cukup mengejutkan, namun Oichi masih berusaha untuk mengorek beberapa informasi dari sang pria pemandu itu lagi.
"Apakah hanya itu saja? Katakan padaku semua yang kamu kehaui!" ucap Oichi kembali
"Mereka juga sudah memasang sebuah alat peledak di tempat ini untuk antisipasi jika hal buruk akan terjadi." imbuh pria itu lagi menjelaskan.
SeketikaOichi yang mendengarkan semua itu, merasa cukup terkejut bukan main, seakan masih tidak percaya jika Dream Group bisa melakukan sekotor dan senekat itu. Lalu dengan cepat Oichi segera meninggalkan tempat itu dan berusaha untuk mencari dan membantu teman-temannya. Dia sangat khawatir jika peledak itu akan benar-benar melenyapkan mereka semua.
Oichi mulai berjalan melalui pria pemandu yang cukup menyeramkan itu dan Oichi mulai mengatakan sesuatu ketika berpapasan dengan pria pemandu itu.
"Aku memerintahkanmu untu tetap berada di ruangan ini dan jangan pergi kemana-mana!" titah Oichi lalu meninggalkan pria itu dan segera mengunci ruangan itu dari luar.
"Semoga saja Ellios, Ken dan yang lainnya segera menyadari semua keanehan ini. Tapi ... ngomong-ngomong dimana mereka semua ya?" gumam Oichi mulai mengedarkan ke sekelilingnya untuk melihat sekelilingnya yang begitu gelap.
Dia berusaha untuk.segera mencari dan menemukan teman-temannya. Di tempat ini ada lorong dengan beberapa gang yang begitu gelap dan sempit dengan penerangan yang begitu minim pada beberapa titik saja. Ada beberapa ruangan kecil di masing-masing sisi lorong itu, yang merupakan kamar-kamar kecil seperti yang juga dimasuki Oichi sebelumnya.
Dengan cepat Oichi mulai berjalan menyusuri salah satu lorong itu. Dia berjalan dengan mengendap-endap dan sangat berhati-hati agar para pria penjaga itu tidak mencurugainya.
Hingga pada akhirnya kini Oichi mulai berusaha untuk mendekatkan dirinya di depan sebuah ruangan dan berusaha untuk memanggil seseorang yang berada di dalamnya.
Karena Oichi juga mendengar seperti ada pergerakan dari dalam ruangan itu. Dan dia sangat berharap jika yang berada di dalam ruangan adalah salah satu temannya dan bukan pria penjaga itu.
"Hallo! Apa ada seseorang di dalam?" Oichi berusaha berkata dengan sangat lirih dan sesekali masih mengawasi sekitarnya jika benar-benar aman.
"Eh? Oichi!! Kaukah itu?" jawab seorang pemuda yang berasal dari dalam ruangan itu diiringi dengan derap langkah kakinya yang semakin mendekati pintu.
Suara pemuda begitu tak asing untuk Oichi, dan tentu saja Oichi sangat mengenali suara itu dengan baik. Dan pemilik suara jernih itu adalah Ken.
"Ken! Kaukah itu? Tidak bisakah kamu berusaha untuk melakukan sesuatu untuk membuka pintu ini?" balas Oichi masih dengan suara yang begitu lirih dan gadis cantik ini sesekali juga masih mengawasi sekitarnya.
"Tidak bisa, Oichi. Mereka menguncinya dari luar. Dan pastinya ada sebuah gembok. Aku tidak cukup kuat untuk menghancurkan pintu ini. Celah pada ventilasi juga begitu kecil. Tubuhku tidak akan muat jika aku menlewatinya. Bisakah kamu mengeluarkan aku dari sini, Oichi? Temukan kunci itu dan keluarkan aku dari sini! Bisakah kamu melakukannya, Oichi?" jawab Ken dari dalam ruangan kecil itu.
"Hhhhuupphh ... emmmhhh ..."
Oichi berusaha untuk melepaskan dirinya dari sang penyekap itu, namun tentu saja kekuatannya tak akan sebanding dengan sang pria penyekap. Pria itu sangat kuat, dan itu bisa dirasakan oleh Oichi.
Sial! Aku malah tertangkap begitu saja!! Ehh?? Tapi ini sangat bagus! Aku bisa memangaatkan dia untuk membuka pintu-pintu itu dengan menggunakan kekuatan sistem milikku. Jadi, aku harus tetap sadar dan tidak boleh pingsan! Semqngat dan berjuanglah, Oichi!
Batin Oichi dengan reflek yang mulai membulat terbuka.
Tiba-tiba pria penyekap itu segera memutar tubuh Oichi dan mengunci tubuh Oichi di dinding, hingga kini membuat mereka saling berhadapan dan melakukan kontak mata. Setelah memperlihatkan wajahnya, kini pria itu mulai melepas bungkamannya untuk Oichi begitu saja.
"Ellios ..." gumam Oichi lirih dengan sepasang matanya yang masih membulat sempurna menatap pemuda yang sedang berdiri di hadapannya rupanya adalah Ellios, temannya sendiri.
Namun bukannya menjawabnya, dengan cepat Ellios segera memberikan isyarat untuk Oichi agar tetap tenang dengan menempelkan jari telunjuknya pada bibir setipis cerry itu. Setelah beberapa saat, mulai terlihat seorang pria pemandu lainnya melenggang melewati tempat persembunyian mereka.
Namun bukannya mengikuti instruksi dan isyarat dari Ellios, tiba-tiba saja Oichi malah dengan cepat melepaskan dirinya dari Ellios. Dan gadis cantik itu malah mendatangi pria pemandu itu dengan sengaja.
Sebenarnya Ellios yang melihat aksi super nekat dari Oichi merasa cukup terkejut bukan main, namun rupanya Oichi berencana untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan yang dia miliki.
PLUUKK ...
Dengan sangat berani dan nekat, Oichi mulai menepuk bahu lebar pria pemandu itu dan seketika membuat sang pria pemandu itu berbalik menatap Oichi tajam.
"Nona, apa yang sedang nona Oichi lakukan disini? Mari aku antarkan kembali ke ruangan nona!" ucap pria pemandu itu penuh dengan penekanan dan aura kelam.
Namun disaat sang pria pemandu berusaha untuk mencekal Oichi, dan disaat pandangan mereka berdua saling bertemu, hanya dalam beberapa detik saja ekspresi pria pemandu itu seketika berubah menjadi seperti orang yang sedang linglung dan pandangannya menjadi kosong seketika. Sihir Oichi berhasil dilakukan!
"Dengarkan aku baik-baik! Aku memerintahkan padamu untuk memberikan semua kunci dari semua kamar-kamar itu! Sekarang berikan semua kunci ruangan itu padaku!" titah Oichi begitu pelan namun sangat penuh dengan penekanan.
Oichi juga sudah menengadahkan tangan kanannya untuk menerima kunci-kunci itu. Dan akhirnya pria pemandu itu mulai merogoh sesuatu dari dalam kantong celananya bermotif army-nya dan segera memberi segerombolan kunci itu untuk Oichi.
"Dan sekarang masuklah ke dalam salah satu kamar itu dan tetaplah berdiam diri di dalam sana!!" titah Oichi kembali dengan sangat tegas meskipun dia berkata dengan lirih.
Pria pemandu yang berwajah sangar dan bertubuh kekar itu hanya mengangguk pelan dan masih dengan pandangan yang begitu kosong lalu mulai memasuki salah satu kamar kosong yang berada tak jauh darinya.
Seketika Ellios yang melihat semua ini tentu saja merasa begitu takjub akan kekuatan dari sistem yang dimiliki oleh Oichi. Dia bahkan bisa mengendalikan orang lain hanya dengan sebuah kalimat perintahnya saja!
"Whoa! Ini sungguh keren sekali, Oichi! Ini seperti sebuah sihir saja! Mereka bisa mengikuti perintahmu dengan begitu mudahnya! Sugoi!" gumam Ellios masih menatap takjub Oichi yang sudah kembali menedekatinya.
"Hehe ... tidak keren kok." sahut Oichi tertawa kecil lirih. "Ayo, Ellios!! Kita juga harus segera bergegas untuk mengeluarkan mereka semua dari tempat ini!!"
Ucap Oichi terburu, karena khawatir beberapa pria lainnya akan datang kembali. Jadi sebisa mungkin meminimalkan waktu untuk bergerak.
"Eh ... tunggu, Oichi!" sergah Ellios menahan tangan Oichi tiba-tiba.
"Ada apa, Ell?" tanya Oichi kebingungan.
"Uhm ... begini. Sebaiknya kita berpisah saja. Tempat ini sudah dipasang dengan sebuah alat peledak. Jadi aku akan segera mencari alat peledak itu dan aku akan segera menonaktifkan peledak itu dulu. Sementara kamu, bebaskan mereka semua dan segeralah keluar dari tempat ini! Aku akan segera menyusul kalian." ucap Ellios mengatur sebuah rencana agar mereka semua bisa selamat.
"Eh? Tapi, Ellios ... apakah tidak lebih baik jika kita mencari alat peledak itu bersama-sama? Aku juga akan merasa sangat khawatir jika harus meninggalkan kamu sendirian disini. Sebaiknya kita tetap bersama saja." ucap Oichi kurang setuju dengan rencana dari Ellios.