
Gadis cantik bak barbie itu kini mendongak dan menatap lekat Ellios dengan sebuah senyuman tipis namun tatapannya begitu lekat dan mendalam.
"Ellios, dengarkan aku baik-baik. Cukup lakukan saja semua sesuai dengan instruksi dariku, maka semua akan baik-baik saja." ucap Oichi setengah berbisik dan tersenyum misterius menatap Ellios yang masih saja memasang wajah kaku dan tegang.
Oichi mulai mendaratkan tangan kirinya di atas bahu kanan Ellios yang lebar. Sesangkan tangan kanannya mulai meraih jemari kiri Ellios lalu meluruskannya ke sisi samping.
"Letakkan tangan kirimu pada pinggangku, Ellios ..." bisik Oichi sengaja semakin mendekat dan mengatakannya di dekat daun telinga Ellios.
Meskipun sebenarnya masih merasa sangat kikuk dan malu, namun mau tak mau akhirnya Ellios mulai mengikuti instruksi dari Oichi. Perlahan mereka berdua mulai menari bersama dengan begitu pelan, mengikuti iringan musik yang terdengar manis dan lembut itu.
Ellios merasa saja merasa sangat kebingungan. Karena sesuatu yang cukup aneh kini telah terjadi pada dirinya. Saat ini tiba-tiba saja Ellios bisa menari dengan sangat baik, meskipun Ellios sangat sadar jika sebenarnya tubuhnya tiba-tiba saja bergerak di luar dari kendalinya dan di luar kesadarannya. Dan ini sangat aneh sekali.
Ada apa ini? Mengapa bisa seperti ini? Mengapa tiba-tiba saja tubuhku bisa bergerak sendiri di luar kendaliku? Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Apa yang sebenarnya sudah terjadi dengan tubuhku? Aku tidak mengerti ...
Batin Ellios merasa kebingungan, karena ini adalah hal paling aneh yang pernah dialaminya di dalam hidupnya.
Setelah beberapa saat akhirnya Ellios mulai menatap aneh pada tengkuk Oichi. Dia terpaku selama beberapa saat. Dan terlihat sedang memikirkan sesuatu dengan masih menatap tengkuk mulus Oichi.
Sedangkan Oichi malah terfokuskan pada lengan kuat sis kanan Ellios dan melihatnya cukup lama. Pandangannya tertuju pada lengan kiri Ellios dengan perlahan keningnya yang mulai mengerut, seakan ada yang sedang dia pikirkan saat ini.
Yeap, Oichi melihat sebuah benda kecil bercahaya putih kebiruan yang menyilaukan pada lengan kanan Ellios.
Apa itu? Apakah itu semacam chip system? Atau ... apa? Tidak mungkinn ... apakah Ellios juga adalah pengguna sistem?
Batin Oichi masih melirik lengan kanan Ellios dengan ekspresi kebingungan.
Jika Ellios adalah pengguna sistem, itu artinya kekuatan sistem milikku tak akan bisa berpengaruh untuknya. Bukankah sistem tak akan bisa berpengaruh untuk sesama pengguna sistem lainnya? Aku mungkin bisa mengendalikan tubuhnya saat ini, namun hati dan perasaan Ellios bisa saja tak akan bisa aku kendalikan. Ini gawat sekali dan akan membuat misiku gagal.
Batin Oichi masih saja menatap lekat lengan kanan Ellios.
Jujur saja, sebenarnya aku akan merasa sangat senang jika bertemu dengan sesama pengguna sistem. Itu artinya aku menemukan seorang teman yang memiliki nasib seperti diriku. Namun kali ini ... aku sedang memiliki sebuah misi untuk mendapatkan dirinya. Hhm bagaimana jika mengajaknya melakukan sebuah perjanjian dan negosiasi dengannya? Apapun itu ... pokoknya aku harus bisa membujuknya.
Batin Oichi yang sesekali beralih menatap wajah tampan yang selalu saja terlihat polos itu.
Tiba-tiba saja Oichi mulai mendekati wajah Ellios dan berbisik seauatu yang cukup membuat Ellios merasa terkejut bukan main.
"Sistem apa yang kamu miliki, Ellios?" ucap Oichi setengah berbisik dan mengucapkannya tepat di dekat telinga Ellios dengan senyuman misteriusnya.
Pantas saja Ellios tak terpikat olehku. Rupanya dia juga memiliki sebuah sistem? Lalu sistem seperti apa yang dia miliki? Apakah sistem untuk menjadi cerdas? Atau sistem yang sangat tidak berguna? Karena Ellios terlihat begitu biasa-biasa saja. Hhm ...
Sangat jelas terlihat jika Ellios sangat terkejut bukan main saat ini setelah mendengarkan ucapan dari Oichi.
"Ss-sistem apa? Apa yang sedang kamu bicarakan, Nona Oichi?" ucap Ellios tergagap.
"Sistem yang bisa merubah hidupmu. Aku sangat penasaran, sistem apa yang kamu miliki, Ellios? Ayo, katakan padaku ..." ucap Oichi lagi masih menatap sisi samping wajah Ellios yang semakin terlihat begitu kebingungan.
Di luar dugaan, tiba-tiba saja Ellios malah tertawa kecil sembari berdansa bersama Oichi. Dia beralih menatap Oichi dengan senyuman kakunya.
"Maaf, Nona Oichi. Namun aku tidak mengerti dengan apa yang sedang nona bicarakan saat ini." ucap Ellios dengan wajah polosnya seperti biasa.
Oichi yang mendengarkan ucapan dari Ellios, kini mulai beralih untuk menatap lengan kanan Ellios. Dan rupanya benda kecil yang berkilauan pada lengan kanan Ellios kini sudah menghilang begitu saja.
Oichi yang menyadari semua itu kini mulai berhenti menari dan segera meraih lengan Ellios dan sedikit membolak-balikkannya untuk mencari benda yang sebelumnya dia curigai sebagai chip system.
"Nona Oichi sedang mencari apa?" tanya Ellios masih memperlihatkan wajah polosnya, membuat Oichi semakin bingung.
"Aku ... aku tadi melihat ada sesuatu pada lengan kananmu, Ellios! Lalu mengapa tiba-tiba saja hilang?" ucap Oichi tak mengerti dan sangat kebingungan bukan main. Dia masih saja membolak-balikkan tangan kanan Ellios dan menelisiknya untuk mencari benda itu.
"Melihat apa, Nona? Aku sedang tidak mengenakan aksesoris apapun saat ini pada lengan kananku." jawab Ellios seadanya.
Hampir semua orang yang menghadiri pesta ulang tahun malam ini tentu saja masih memperhatikan mereka berdua menari bersama. Karena merasa malu dan sudah menjadi pusat perhatian, akhirnya Oichi mulai menjalankan sedikit dramanya.
Tiba-tiba saja tubuhnya terhuyung dan hampir saja terjatuh. Namun Oichi segera meraih kedua bahu lebar Ellios untuk berpegangan, dan Ellios juga segera menangkap tubuh ramping itu dengan begitu gesit.
"Apa nona Oichi baik-baik saja?" tanya Ellios mengkhawatirkan Oichi.
"Sepertinya aku sedikit kurang sehat. Bisa tolong antarkan aku ke kamar, Ellios?" ucap Oichi memegangi keningnya dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya mesih berpegangan pada bahu lebar Ellios.
"Uhm ... baiklah. Mari, Nona. Aku akan mengantar nona Oichi ke kamar nona." ucap Ellios dengan ramah tanpa ada rasa curiga sedikitpun.
"Aku akan beristirahat sebentar karena merasa pusing. Kalian lanjutkan saja pestanya tanpa aku." ucap Oichi perpesan kepada teman-temannya yang menghadiri pesta malam ini. "Ayo antarkan aku, Ellios! Rasanaya kepalaku pusing sekali ..." imbuh Oichi dengan lirih sambil memegangi keningnya.
Ellios mulai menuntun Oichi meninggalkan aula utama dan segera menaiki tangga dengan gelaran karpet berwarna merah maroon itu. Lalu mereka menaiki elevator VIP untuk mencapai penthouse milik Oichi.
"Bisakah kita ikut dengan Ellios, Ken?" tanya Jullian begitu mengkhawatirkan Oichi.
"Gadis itu paling tidak suka saat ada seseorang yang tiba-tiba saja memasuki kamar pribadinya. Jadi sebaiknya kita tunggu saja Ellios. Mungkin dia akan segera kembali." sahut Ken dengan santai sambil menikmati beberapa kue yang sudah disajikan di atas meja.