
Pagi itu setelah merapikan diri dan berhias cantik, Oichi segera menuju ke basement dari Azabu apartement untuk memastikan sesuatu. Setelah menekan sebuah remot kecil yang masih berada di dalam genggamannya, sebuah bunyi mulai terdengar berasal dari sebuah mobil mewah berwarna putih yang berada di paling ujung basement.
Oichi semakin memepercepat langkah kakinya untuk mendekati mobil mewah itu. Wajahnya terlihat begitu berbinar dan dia mulai mengusap sisi depan bagian mobil itu.
"Whoa ... apakah Bugatti La Boiture Noire ini benar-benar milikku, Cornor?" gumam Oichi takjub dan memeluk sisi depan mobil itu saking bahagianya.
[ Benar sekali, Nona Oichi. Mobil ini adalah milik nona. Untuk surat kepemilikan sudah berada di brankas di dalam apartemen nona. ] jawab Cornor datar seperti biasanya.
"Whoa!! Ini sungguh sangat keren, Cornor! Padahal aku baru saja mendengar dari Hakken, jika mobil ini adalah mobil yang cukup mahal di dunia saat ini. Mobil ini merupakan keluaran terbaru dan custom dari Bugatti untuk tahun ini. Bahkan mobil ini di banderol dengan harga 20 juta US$!! Ini adalah harga yang sangat fantastik! Mobil ini sungguh keren!! Ughh ... rasanya seperti mimpi saja."
Gumam Oichi masih memeluk mobil berwarna putih mengkilap itu dengan wajah berbinar dan sepasang mata yang terpejam. Namun tiba-tiba saja senyumannya mulai membeku dan memudar. Lalu gadis cantik itu mulai berdiri tegap dengan ekspresi kebingungan.
"Cornor, tapi bagaimana caranya mengemudikannya? Aku sama sekali tidak tau cara mengemudikan mobil. Aku tidak pernah belajar sebelumnya. Mengemudikan motor saja aku tidak bisa. Lalu bagaimana aku bisa mengemudikan sebuah mobil? Huft ..." ucapnya lagi masih dengan ekspresi kebingungan dan sedih.
[ Nona Oichi tenang saja. Jika nona sudah memasuki mobil ini dan menyalakan mesin mobilnya, maka sudah akan otomatis nona bisa menggunakan kemampuan menyetir mobil. Jangan khawatir. ] jawab Cornor membuat Oichi melongo.
"Eh? Benarkah itu? Baiklah! Aku akan mencobanya!! Lagipula Alecio sedang menungguku saat ini." ucap Oichi sambil membuka pintu kemudi lalu duduk di kursi itu.
Dengan sangat hati-hati, Oichi mulai menyalakan mesin mobilnya. Jantungnya berdebar cukup keras karena ini adalah pertama kalinya Oichi melakukannya.
Namun seperti yang telah diucapkan oleh Cornor sebelumnya. Begitu Oichi memasuki mobil ini dan menyalakan mesinnya, tiba-tiba saja kedua tangannya bergerak di luar kendalinya. Dia mulai menyetir mobil mewah itu. Dan pergerakan tangannya terlihat cekatan dan seperti sudah cukup mahir.
"Wow! Ini keren sekali! Aku bisa menyetir! Ahaha!!" gumamnya takjub dan mulai menyetir meninggalkan apartemennya.
Setelah beberapa saat akhirnya Oichi mulai menepikan Bugatti La Boiture Noire miliknya di depan sebuah kafe yang cukup privasi dan tak bisa bisa dikunjungi oleh sembarang orang.
Karena untuk bisa makan dan berkunjung di kafe ini, dibutuhkan sebuah reservasi sebelumnya. Dam itupun juga tidak mudah, karena akan selalu antri, bahkan antrian bisa mencapai 1 tahun.
Namun meskipun begitu, Oichi juga masih mengenakan topi, masker dan kacamata bening untuk sebuah penyamaran. Karena tak menutup kemungkinan jika akan selalu ada seorang paparazi atau penguntit yang akan selalu mengikutinya.
Belum sempat memasuki kafe itu, Oichi menghentikan langkahnya tepat di depan pintu masuk kafe itu. Dia melihat seorang pemuda dengan gaya berpakaian rapi berdiri di dekat pintu masuk kafe itu.
"Alecio! Apa yang sedang kamu lakukan disini? Mengapa tidak langsung masuk saja? Aku sudah melakukan reservasi loh." ucap Oichi menurunkan maskernya ketika sudah berhadapan dengan Alecio.
"Mereka tidak memepercayaiku jika aku adalah temanmu. Mereka mengira jika aku adalah pembual! Mengesalkan sekali!" Alecio mendengus kesal dan berkacak pinggang menatap kedua penjaga yang berdiri di dekat pintu masuk kafe itu.
Oichi beralih menatap kedua pria penjaga itu, dan seketika mereka terlihat begitu takut dan menyesal.
"Ya sudah! Kalian tidak salah kok! Tapi lain kali sebaiknya hubungi aku saja jika ada hal semacam ini. Ayo kita masuk, Alecio! Aku sudah sangat lapar!" ucap Oichi lalu melenggang anggun memasuki kafe dengan desain mewah dan elegan itu.
Mereka duduk di sebuah ruangan VVIP, seperti yang sudah dipesan oleh Oichi sebelumnya. Mereka tak memilih dan tak memesan makanan, karena tiba-tiba saja beberapa pelayan sudah datang dan membawakan cukup banyak makanan dan minuman.
"Banyak sekali makanan-makanan ini? Apa kita bisa menghabiskannya? Kita hanya berdua saja lo ..." gumam Alecio menatap semua makanan yang sudah tersaji di hadapannya saat ini.
Penyajiannya begitu berseni dan indah, aromanya juga begitu menggiurkan saliva. Dan rasanya ingin segera menikmatinya.
"Makan saja yang kamu suka, dan jangan paksakan diri untuk menghabiskan semuanya." Oichi menyauti dengan santai.
"Hhm. Ya sudah, tapi akan sangat sayang jika masih sisa banyak dan dibuang lo."
"Ya sudah, kalau begitu habiskan dong!" jawab Oichi dengan entengnya dan tersenyum simpul.
"Mana bisa aku melakukannya? Bukankah sudah aku katakan padamu? Jika perutku bukan perut karet?!" sungut Alecio kesal dan mulai meraih segelas jus plum miliknya.
Mendengar Alecio yang menggerutu kesal, membuat Oichi tertawa lepas dan hal ini malah membuat Alecio terpana selama beberapa saat.
Dewi Oichi rupanya benar-benar sangat cantik. Mengapa aku baru menyadarinya? Padahal aku adalah teman sekolahnya. Bahkan aku adalah teman sekelasnya. Apakah selama ini aku memang tidak peka?
Batin Alecio yang masih tak sadar terus menatap Oichi dengan angannya sendiri.
"Alecio! Ayo cepat makan dan jangan melamun! Aku juga harus segera kembali, karena setelah ini masih akan ada sebuah pemotretan. Jika sampai aku terlambat, kak Yue akan menceramahiku panjang lebar. Aku bosan mendengarnya!"
"Oh, baiklah ..." Alecio menyauti sedikit gelagapan dan segera memakan sajian di hadapannya dengan tenang dan patuh.
"Oh iya, ngomong-ngomong terima kasih ya, karena kamu sudah menyelidiki kasusku saat itu. Biar bagaimanapun, karena bantuan dari kamu aku bisa menemukan orang-orang yang berusaha untuk menjatuhkanku. Terima kasih, Alecio." ucap Oichi dengan tulus.
"Hhm. Sama-sama."
"Tapi sebenarnya aku masih tidak tau, mengapa Sissy bisa berkomplot dengan Rainy dan mengapa dia tega melakukan semua ini padaku. Padahal selama ini aku sama sekali tidak pernah mengusiknya." gumam Oichi mengaduk-aduk supnya yang masih hangat.
"Di dunia ini memang akan selalu ada orang yang membencimu dan akan selalu berusaha untuk menjatuhkanmu. Namun percayalah, di dunia ini juga akan selalu ada orang yang menyayangimu dan mendukungmu." ucap Alecio untuk pertama kalinya bisa berbicara dengan dewasa dan membuat orang lain merasa lebih tenang.